Segarnya Mandi di Air Terjun Benang Kelambu, Lombok

0
334
Air Mengalir Dibalik Dinding Rumput.

Terletak di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, membuat perjalanan kami ke Air Terjun Benang Kelambu mencapai 1 jam 30 menit dari Kota Mataram.

Hari itu, tepat hari Sabtu 15 Juni 2019. Saya beserta lima orang kawan berkesempatan mengunjungi air terjun yang ada di Desa Aik Berik ini. Benang Kelambu dalam bahasa Sasak, bahasa khas orang suku Sasak yang ada di Lombok mengartikan, ‘Benang Kelambu’ adalah Gorden. Mengingat, Air Terjun Benang Kelambu sangat mirip dengan Gorden yang biasanya sebagai penutup jendela atau pintu. Inilah awal penamaan Air Terjun Benang Kelambu.

Dalam perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu. Kami menggunakan mobil, kebetulan jalan menunuju Air Terjun Benang Kelambu ini terbilang enak dan nyaman. Sesampai di area parkir, kami membeli tiket masuk sebesar Rp. 5.000 saja per orangnya dan biaya parkir mobil sebesar Rp. 5.000. Jika menggunakan sepeda motor, travelovers hanya membayar Rp. 3.000 saja. Dengan diberikan tiket berwarna kuning yang berstempel wisata Benang Stukel tersebut, kami langsung memasuki area wisata Air Terjun Benang Kelambu.

Kolam yang Bisa Digunakan Untuk Mandi.

Sebelum travelovers sampai pada Air Terjun Benang Kelambu, kalian akan menemukan deretan pedagang kaki lima yang berjualan aneka makanan. Ada yang menjual jajanan khas Lombok, ada yang menjual makanan khas Lombok, seperti Pelecing, Sate Bulayak, dan lainnya. Ada pula yang menjual kopi dan mainan anak-anak pada khususnya.

Taman Wisata Benang Stokel ini terdapat dua air terjun yang merupakan kesatuan dari wisata Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stukel. Air Terjun Benang Stukel terletak di dekat area parkir kendaraan, berjarak sekitar 50m saja. Namun, Air Terjun Benang Kelambu terletak, jauh di atas Air Terjun Benang Stukel. Kira-kira kalau travelovers berjalan kaki, bisa menempuh 30 menit perjalanan. Jika, para tidak ingin berjalan kaki menyusuri hutan, kita bisa memesan ojek yang khusus mengantar ke Air Terjun Benang Kelambu. Jalan setapak yang lumayan terjal, membuat bayaran ojek kisaran Rp. 25.000 – Rp. 30.000 sampai lokasi Air Terjun Benang Kelambu.

Dua air terjun ini memiliki kemiripan. Keberadaan tempat terjun bebas bagi yang ingin mencoba adrenalin untuk lompat di sungai di bawah Air Terjun Benang Stukel. Sangat aman, banyak wisatawan yang ketagihan melompat menikmati keseruan lompat dari ketinggian saat mandi di sungai yang mengalir dari Air Terjun Benang Stukel ini. Salah satu traveler dari mancanegara yang kami temukan ketagihan melakukannya. Brand namanya, seorang turis dari Jerman, beberapa kali melompat dari ketinggian sekitar 10 meter ini. This is make me addicted, ungkapnya.

Air Terjun Benang Kelambu Terlihat Seperti Gorden.

Setelah hampir 1 jam kami menyaksikan keindahan Air Terjun Benang Stukel, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju air terjun ke dua, yaitu Benang Kelambu. Banyak monyet yang kami temukan di jalan, mereka sangat akrab dengan para pengunjung. Bagi travelovers yang ingin bermain dengan binatang yang satu ini, dapat membawa kacang-kacangan yang bisa diberikan kepada binatang mamalia yang satu ini. Sangat asyik travelovers, kapan lagi bisa bermain bersama binatang mamalia ini.

Sesampai di area Air Terjun Benang Kelambu, para travelovers menemukan anak tangga yang terbilang cukup banyak. Sekitar 100 anak tangga yang harus kami turuni untuk mencapai air terjun. Udara yang sejuk dengan pepohonan yang rindang, membuat waktu siang saat kami berjalan tak terasa teriknya.

Pemandangan yang indah, segarnya air yang mengalir dari balik tebing yang ditumbuhi oleh beberapa rumput membuat keasrian air terjun ini tetap terjaga. Air jernih, serta terdapat kolam yang sengaja dibuat oleh pelaku wisata Desa Aik Berik ini membuat kami harus menikmati dinginnya air yang tertampung dalam kolam tersebut. Kami mandi serta asyik bermain air. Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stukel ini tidak akan kering, dikarenakan terletak di bawah kaki Gunung Rinjani bagian sebelah Barat. Walaupun musim kering melanda, air terjun ini tidak pernah mengalami kekeringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.