Sedapnya Saoto Bhatok Mbah Katro

0
635
Saoto bhatok Mbah Katro dengan tempe goreng yang renyah serta aneka sate.

Makanan berkuah sejenis soto memang banyak jenisnya. Namanya pun berbeda-beda. Kadang-kadang, penamaan itu disesuaikan dengan asal daerah dibuatnya soto, nama pembuatnya, atau bahan yang digunakan. Maka, soto lamongan diberi nama lamongan karena berasal dari Lamongan. Begitu pula dengan soto makassar. Nah, kalau soto dari Magelang ini cukup unik karena namanya Saoto Bhatok Mbah Katro. Nama itu berasal dari keunikan penyajian makanan. Secara khusus, pemilik usaha ini menyajikan soto dalam batok atau tempurung kelapa. Hidangan lain seperti nasi, sambal, lemon, tempe, dan sate juga disajikan pada wadah yang sama, yaitu tempurung kelapa. Sementara itu, Mbah Katro dipilih sebagai nama karena pemilik usaha ini bernama Mbah Katro.

Penggunaan tempurung kelapa sebagai wadah makanan merupakan bentuk pengolahan limbah kelapa yang sangat unik. Selain itu, tempurung kelapa menjadikan tempat ini diminati oleh wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Semua orang berdatangan untuk menikmati sensasi menyantap soto dalam tempurung kelapa. Tak hanya wadah makanannya saja yang unik, tempat makan soto ini juga unik dan sangat menjunjung lokalitas daerah. Saat menikmati segarnya Saoto Bhatok hangat, pengunjung juga akan dimanjakan oleh suasana tempat seperti saung-saung dengan area sawah yang berada di sekelilingnya.

Soto yang disajikan dalam batok atau tempurung kelapa.

Saoto ini harganya sangat terjangkau, bahkan pengunjung dapat mentraktir teman-teman atau keluarga dengan hemat tetapi mengenyangkan. Untuk satu porsi saoto dan semangkok nasi, pengunjung hanya perlu membayar Rp. 7.000,00. Namun, jika memesan saotonya saja, pengunjung hanya membayar Rp. 5.000,00. Murah sekali bukan? Pengunjung pun dapat memesan aneka makanan pelengkap saoto, seperti tempe goreng, sate telur puyuh, sate usus, sate ampela, dan krupuk nasi. Dengan memesan menu tambahan pun, pengunjung hanya perlu membayar paling mahal sebesar Rp. 13.000,00. Tempe goreng yang renyah hanya Rp. 500,00 per buah. Aneka sate hanya Rp. 2000,00, sedangkan krupuk nasi seharga Rp. 2000,00 per bungkus plastik.

Saoto Mbah Katro ini berisi irisan daging kecil-kecil dan kecambah. Porsi kecambah tentunya lebih banyak karena harganya yang sangat murah. Menurut saya dan keluarga yang sudah berkunjung ke sana, menu makanan di tempat makan ini yang sangat lezat justru adalah tempe dan krupuknya. Tempenya digoreng dengan perpaduan garam yang pas sehingga renyah dan gurih. Begitu pula krupuk nasinya, sehingga saoto pun menjadi nikmat dengan menu tambahan ini. Pendapat kami ini pun rupanya sama dengan pendapat pengunjung lain yang berada dalam satu saung yang sama dengan kami. Menurut mereka, saoto ini menjadi lezat karena tempe gorengnya.

Lokasi saoto bhatok yang dekat dengan Candi Sambisari.

Setelah menyantap sedapnya Saoto Bhatok Mbah Katro ini, jangan langsung beranjak. Nikmati dulu segarnya angin sepoi-sepoi dari area persawahan sambil duduk selonjoran di saung. Setelah puas menikmati angin segar, cobalah berjalan kaki sekitar 200 meter ke arah dalam lagi. Di sana, kalian akan menjumpai epiknya Candi Sambisari. Candi itu terletak sangat dekat dengan lokasi Saoto Bhatok sehingga saoto ini lebih cepat dikenal oleh wisatawan.

Perjalanan menuju Candi Sambisari.

Wisatawan Candi Sambisari pun dapat mengubah rute trip dengan menjadikan saoto bhatok sebagai wisata kuliner setelah berlelah-lelah mengambil foto diri di candi. Jadi, kalian dapat menentukan pilihan dengan nyaman. Kalau kami sekeluarga langsung menyantap saoto untuk makan siang, baru setelahnya kami ke candi karena di candi sangat panas saat siang hari sehingga sore hari menjadi pilihan terbaik untuk berkunjung ke Candi Sambisari.

Sudah siap mencoba sedapnya Saoto Bhatok Mbah Katro yang unik ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.