Sate Jando Gasibu, Pecah di Mulut!

0
276
Sate Jando Gasibu.

Jalan-jalan ke Bandung selain jangan sampai melewatkan area Braga dan Alun-Alun, jangan lupa juga untuk mencicipi aneka hidangan khas Kota Kembang ini. Kuliner Bandung yang sudah terkenal seperti seblak, bakso aci, cuanki, ataupun lainnya sudah biasa. Nah, kali ini saya merekomendasikan salah satu kuliner tidak biasa di Bandung, yaitu sate.

Sate yang akan saya ulas disini bukan sate biasa, melainkan sate jando atau sate gajih susu. Tapi, untuk travelovers yang tak begitu menyukai gajih, bisa mencoba pilihan lainnya, seperti sate ayam ataupun sate sapi. Nah, warga Bandung biasa menyebut sate ini dengan Sate Jando Gasibu. Tapi, ketika berkunjung ke sana, ternyata nama sebenarnya adalah Sate Keliling Bu Sri Rejeki. Mungkin disebut Sate Jando Gasibu karena letaknya tidak jauh dari area Gasibu, Bandung.

Untuk menuju ke sini dapat dijangkau dengan mudah, cukup jalan saja ke arah belakang Gedung Sate dan kalian akan menemukan kedai kecil di pinggir jalan yang ramai pengunjung, tepatnya di depan Magister Ekonomi Universitas Padjajaran.

Sebenarnya ini bukan makanan khas Bandung, karena pemiliknya sendiri Ibu Sri Rejeki merupakan asli Klaten, Jawa Tengah, dan merantau ke Bandung, lalu membuka usaha sate gajih ini dan diminati warga Bandung sejak 1970 yang awalnya berjualanan keliling dan saat ini sudah menetap di area belakang Gedung Sate, Bandung.

Pelanggan sate jando.

Persiapkan waktu yang cukup ya, travelovers, karena biasanya akan mengantre untuk mendapatkan seporsi sate legendaris ini. Tapi tak selalu, saya pernah juga ketika sedang sepi-sepinya, sehingga tidak harus mengantre. Kisaran di luar jam makan siang ya, travelovers!

Nah, ketika kita memesan, proses pembuatannya tidak memakan waktu lama, yang memakan waktu adalah antrenya saja, karena sate-sate tersebut sebelumnya sudah dibakar terlebih dahulu, sehingga stoknya banyak. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, di atas bahwa ada tiga pilihan sate, yaitu sate daging, sate jando (gajih), ataupun sate ayam. Jika kalian penasaran ketiganya, kalian bisa memesan sate campur, gabungan dari ketiga jenis sate tersebut, ataupun hanya dua pilihan. Saya pribadi lebih meyukai sate ayam dan sate jando. Saya sarankan, jangan pernah lewatkan sate jandonya!

Hal yang membuat istimewa memanglah si sate jando itu sendiri, gajih sapinya tebal dan ketika masuk di mulut langsung lumer. Apalagi bumbu satenya bertekstur kasar, jadi lumernya sate jando bercampur dengan crunchy-nya bumbu kacang. Sebuah perpaduan yang ciamik. Tapi, sebelum dilumuri bumbu kacang pun sate ini sudah kaya rasa, karena sebelumnya sudah dicelup dengan bumbu rahasia milik Sate Keliling Bu Sri Rejeki ini.

Sate jando, sate ayam, sate sapi.

Satu porsinya berisi 10 tusuk sate, ditambah satu buah lontong kecil. Jadi, untuk travelovers yang memang hanya niat untuk jajan saja, bisa pesan satu porsi itu. Harga satu porsi sate jando dibanderol dengan harga Rp23.000 tanpa lontong, dengan harga lontong Rp2.000 per buah.

Meskipun Sate Keliling Bu Sri ini tidak menyediakan menu minuman, tapi di sekitar lapak satenya ada beberapa lapak yang menjajakan minuman, seperti minuman kemasan ataupun aneka es campur, es jeruk, dan es lainnya.

Menurut saya, seporsi tidak cukup, besoknya travelovers harus datang lagi dan lagi untuk bisa menjajal sate lezat ini ketika di Bandung. Jadi, travelovers yang sedang berjalan-jalan ke area Gedung Sate, jangan lupa untuk mampir ke bagian belakangnya, karena ada kuliner tersembunyi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.