Sate Gule Kambing 29: Warung Legendaris di Kota Semarang

0
1382
Suasana Sate Gule Kambing 29 Semarang.

Sate Gule Kambing 29 adalah salah satu warung yang ada di Kawasan Kota Lama Semarang. Tepatnya berada di seberang Taman Srigunting dan Gereja Blenduk, dinamakan Sate Gule Kambing 29 karena lokasinya berada di Jl. Letjend Supapto No. 29, Semarang. Dikatakan legendaris karena warung tersebut diperkirakan sudah dibuka sejak tahun 1945, tahun yang sama ketika Indonesia merdeka. Bangunannya sendiri masih berupa bangunan Eropa zaman dulu, namun masih terawat dengan baik. Hal ini dikarenakan bangunan telah direstorasi atau diremajakan, sehingga bentuk bangunan masih seperti zaman dahulu. Namun dengan bentuk bangunan yang sudah direhab, dan untuk warungnya sendiri hanya berada di lantai 1, meskipun bangunannya memiliki 2 lantai.

Meja makan Sate Gule Kambing 29 seperti warung biasa. Pada setiap mejanya disediakan kecap, merica, dan tusuk gigi. Lampu neon yang dipasang sengaja dibuat bergelantungan. Foto-foto Kota Lama zaman dulu diabadikan dengan apik di dinding bermotif belah ketupat. Selain itu, di dinding juga ada koleksi lukisan Harimau dan lukisan Kota Lama Semarang, serta beberapa sertifikat penghargaan yang pernah dicapai Sate Gule Kambing 29. Sate Gule Kambing 29 buka dari pukul 08:00 – 21:00.

Saya memesan Gule Kaki Kambing. Karena datang sendiri, saya bisa memilih duduk di meja yang cukup luas. Sebenarnya saya hampir kehabisan menu, karena saat itu banyak sekali yang sudah dipesan untuk diantar ke pelanggan. Sehingga saya coba iseng memesan Gule Kaki Kambing. Saya adalah salah satu pecinta gule, karena sejak kecil memang sudah gemar sekali makanan ini.

Daftar Menu di Sate Gule Kambing 29 Semarang.

Sewaktu saya mencoba di warung ini rasa gulenya sangat enak. Pertama, karena dagingnya empuk. Dimana ketika saya akan menggigitnya, dagingnya mudah terlepas, saking empuknya. Kedua, karena dagingnya gemuk dan tebal. Kuah yang disajikan, rempah-rempahnya sangat terasa. Disajikan bersama sambal yang sangat pedas. Namun, sambalnya benar-benar gurih atau tidak pahit, serta irisan buah jeruk nipis. Karena dagingnya cukup banyak saya sempat membungkus dan menambah kuah, dan dilayani dengan sangat ramah.

Pelayanan di Sate Gule Kambing 29 menurut saya sangat ramah, sambutan yang sangat baik dengan senyuman lebar, serta pelayanannya juga cepat. Namun, semua ini didapatkan dengan harga yang cukup mahal bagi mahasiswa seperti saya. Harga makanan per porsinya adalah antara Rp. 25.000 – Rp. 75.000. Walaupun begitu, harga yang dibayarkan memang sebanding dengan rasa dan pelayanannya. Pantas saja pembelinya ramai, bahkan tidak sedikit pembeli yang sengaja datang dari luar kota untuk menyantap makanan Sate Gule Kambing 29. Sebut saja public figure seperti Bondan Winarno, Endi Erfian, hingga Ria SW pernah datang kesini. Maklum saja warungnya juga punya banyak cabang di Kota Semarang bahkan hingga Jakarta.

Sate Gule Kambing 29 Semarang.

Cara mengolah gule di Sate Gule 29 masih menggunakan cara tradisional, yakni dengan kipas bambu yang dikibaskan dengan tangan. Tujuannya agar hasil masakan tidak terlalu gosong atau agar bisa matang dengan merata. Sebenarnya, menu yang paling favorit di Sate Gule Kambing 29 adalah sate buntel, sayang sekali saya belum mencobanya. Setahu saya sate buntel dibuat dari daging kambing yang sudah dihaluskan, kemudian dikasih tusuk sate dan dibungkus dengan lemak kambing atau dalam bahasa jawa disebut gajih. Namun, biasanya gajih digantikan dengan telur agar lebih sehat. Selain sate buntel, ada juga menu masakan lain seperi pepes otak, balungan dan sate campur daging.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.