Sate Bumbon Khas Kendal yang Sangat Nikmat

0
301
Sate Bumbon yang baru saja dikasih bumbu rempah-rempah sebelum dibakar.

Kabupaten Kendal, Jawa Tengah tak hanya kaya akan pesona wisata alamnya saja, tetapi juga kaya akan kulinernya yang sangat lezat dan beraneka ragam.  Salah satu kuliner khas Kabupaten Kendal yang sudah ada sejak dulu dan rasanya sangat lezat dan begitu menggoda yaitu sate bumbon.

Kuliner sate bumbon ini sangat unik karena tidak seperti sate pada umumnya. Meskipun sate bumbon terbuat dari daging sapi segar seperti sate lain, ada proses memasak yang perlu dilalui sebelum sate dibakar. Di antaranya memberikan bumbu rempah-rempah supaya bisa menghasilkan cita rasa yang lezat dan tekstur dagingnya yang lembut. Oh ya, nama bumbon ini berasal dari Bahasa Jawa, yakni bumboni yang artinya sebelum dibakar dikasih bumbu rempah-rempah dahulu.

Proses membakar Sate Bumbon.
Sejarah Sate Bumbon Khas Kendal

Sate bumbon ini awalnya berasal dari daerah Pegandon pada masa penjajahan Jepang. Penjual sate bumbon yang pertama kali yaitu Bapak Sarlan. Saat itu, beliau sempat dijegal oleh tentara Jepang ketika hendak berjualan sate, tapi berhasil melarikan diri dan kembali melanjutkan jualan sate bumbon. Pak Sarlan mulai jualan sate bumbon lagi pada tahun 1977. Beliau berjualan secara berkeliling dengan menggunakan gerobak dari kampung ke kampung. Waktu berjualan dimulai pukul 16.00 WIB hingga habis, biasanya setelah Maghrib.

Setelah Pak Sarlan meninggal, usaha kuliner sate bumbon ini dilanjutkan oleh anaknya, yaitu Pak Sarmadi. Warung sate bumbon Pak Sarmadi ini letaknya berada di sebelah timur simpang empat Pegandon. Hingga saat ini warung sate bumbon Pak Sarmadi masih buka di Pegandon.

Warung Sate Bumbon Pak Junaidi

Salah satu warung sate bumbon yang selalu ramai didatangi pengunjung yaitu Warung Sate Bumbon Pak Junaidi. Warung ini dahulu mulai buka pada tahun 1999 di daerah Sedayu, Kecamatan Gemuh. Akan tetapi, sejak tahun 2011, Warung Sate Bumbon Pak Junaidi pindah ke Desa Tambakrejo, Kecamatan Patebon atau dekat Hotel Srimulyo.

Pak Junaidi ini merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha sate bumbon dari kakeknya, yaitu Pak Sarlan. Warung Sate Bumbon Pak Junaidi ini buka mulai jam 09.30 WIB dan tutup sebelum Maghrib, bahkan biasanya stok sate bumbon sudah habis pada pukul 15.00 WIB.

Sate Bumbon beserta pelengkapnya yaitu sayur lodeh dan taoge rebus.

Warung Sate Bumbon Pak Junaidi ini cukup luas, kira-kira bisa menampung 50 orang. Warung sate ini pun cukup bersih dan letaknya yang berada di pinggir jalan memudahkan pembeli untuk datang ke sini. Apalagi ketika jam 12.00 WIB atau jam makan siang, warung ini pasti ramai sekali. Kadang para pembeli harus rela antri untuk menikmati kelezatan sate bumbon khas Kendal ini.

Sate Bumbon Pak Junaidi ini memang paling juara dibanding sate bumbon milik saudara-saudaranya yang juga membuka usaha kuliner ini. Hal ini dikarena Pak Junaidi menggunakan bahan-bahan dengan kualitas super dan tentunya menggunakan resep yang sudah turun temurun. Tekstur daging yang lembut dan aroma bumbu rempah-rempah di dalam daging sangat terasa. Ditambah sambal kacang yang begitu kental membuat Sate Bumbon Pak Jumadi ini lezat tiada tandingannya.

Sate Bumbon khas Kabupaten Kendal yang sangat nikmat.

Untuk bisa menikmati kelezatan Sate Bumbon Pak Junaidi ini kalian tak perlu mengeluarkan kocek yang tinggi. Cukup dengan Rp 50.000 kalian bisa mendapatkan satu porsi sate bumbon yang berisi 10 tusuk. Kalian juga bisa pesan setengah porsi atau lima tusuk sate jika khawatir tidak habis. Tetapi biasanya satu porsi pasti habis karena rasanya yang begitu lezat. Yang paling unik di sini yaitu disediakan sayur lodeh dan tauge rebus sebagai pelengkapnya dan bisa pakai nasi atau lontong.

Proses Pembuatan Sate Bumbon

Daging sapi segar sebelum dibakar dipotong-potong kecil dan dicampur potongan nanas agar tekstur dagingnya empuk dan lembut. Kemudian daging sapi tadi dicampur bumbu rempah-rempah lalu diaduk hingga merata. Adonan daging sapi tadi kemudian dicampur potongan-potongan gula aren dengan kualitas terbaik dari daerah Limbangan Kabupaten Kendal.

Setelah diaduk hingga rata, diamkan selama satu jam agar semua bumbu rempah-rempah bisa meresap hingga ke dalam daging. Kemudian baru dibakar hingga matang. Itulah keunikan yang menjadi ciri khas Sate Bumbon sehingga beda dengan sate pada umumnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.