Sandaran Tangan di Bangku Tengah Pesawat Ternyata Ada yang Punya

0
1256
(sumber: unsplash.com)

Saat akan plesir menggunakan pesawat, spot impian setiap orang minimal dapat di sisi paling kanan atau kiri kan? Lebih-lebih lagi spot impian berada di paling depan dan paling belakang. Namun bagaimana jika pada akhirnya kamu dijauhkan dengan spot ternyaman di bangku kabin? Bangku tengah merupakan bangku yang ruang geraknya paling sedikit, terlebih bangku tengah benar-benar bangku paling canggung saat plesir sendiri. Saat duduk di bangku tengah, mungkin kamu sering memerhatikan sandaran tangan yang tepat berada di kiri dan kanan bangku tengah. Tak sedikit pula cerita sandaran tangan yang berada di kursi tengah diakuisisi oleh penumpang yang duduk di sebelah kiri dan kanan. Tentu jika kamu duduk di bangku tengah akan terasa tersiksa, terlebih bangku tengah tidak memliki ruang gerak yang lebih, bahkan sempit. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya sandaran tangan pada bangku tengah itu berhak untuk siapa ya?

Sebenarnya, tidak ada aturan tertulis mengenai sandaran tangan yang berada di bangku tengah. Namun, tidak tertulisnya aturan tersebut bukan berarti bisa sesuka hati mengakuisisi sandaran tangan juga ya. Sandaran tangan yang berada di bangku tengah adalah hak milik orang yang duduk di bangku tengah dengan argumen, jika orang yang duduk dekat jendela mendapat ruang dan memilki kuasa penuh akan jendela. Sementara orang yang mendapat bangku paling ujung memiliki kesempatan untuk pergi dari bangku dengan leluasa. Maka, hak yang didapat oleh orang yang duduk di tengah adalah senderan tangan kiri dan kanan.

Deskripsi ini pun diperkuat oleh Angkasa Pura via instagramnya ap_airports yang menyatakan jika sandaran tangan yang berada di bangku tengah adalah hak penumpang yang duduk di bangku tengah. Karena penumpang dekat jendela dapat ruang gerak nyaman dengan menyenderkan kepalanya di jendela, sementara penumpang paling ujung dapat leluasa untuk berjalan di lorong, toilet, bahkan untuk keluar pesawat. Akun Angkasa Pura pun mengingatkan walaupun aturan ini tidak tertulis, diharapkan penumpang dapat menerapkan aturan ini. Belum lagi urusan sandaran tangan ini masih termasuk etika di dalam pesawat.

Apakah ini aturan harga mati? Tentu tidak, seorang pakar etika, William Hanson pun menjawab permasalahan ini bahwa sebenarnya tidak salah jika berbagi sandaran tangan di bangku tengah pesawat, bahkan wajib hukumnya untuk berbagi sandaran tangan dengan penumpng lain. Karena menurutnya jika sandaran tangan bangku tengah merupakan pembatas antar bangku. Cara membagi sandaran tangan pun tidak sulit, jika sikumu diletakan di ujung belakang sandaran, penumpang lain dapat meletakan sikunya di ujung depan sandaran. Jadi, saat meletakan siku di sandaran tangan, tidak semerta-merta sandaran tangan diakuisisi seluruhnya milikmu. Menurut William, berusaha berkompromi dengan orang lain serta egois akan menghindari perselisihan sepele. Selain itu, menggunakan seluruh sandaran tangan untuk diri sendiri merupakan sikap buruk. Hal ini tidak hanya berlaku untuk masalah senderan tangan, ya. Etika dalam pesawat pun berlaku bagi kamu yang duduk dekat jendela, seperti menutup atau membuka jendela. Pastikan kamu sudah menanyakan penumpang di sebelahmu sebelum ingin menutup jendela.

Jadi saat kamu mendapat bangku kabin pesawat di tengah, jangan sedih, kamu masih punya sandaran tangan di kanan kirimu. Bagi kamu yang duduk di posisi strategis, kamu pun berhak untuk mendapatkan senderan tangan bagian tengah bangku, asal sebelum kamu gunakan jangan lupa izin dulu atau posisikan siku dengan benar. Agar semua penumpang dapat menikmati perjalanan dengan nyaman.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.