Romansa Kabut Dingin di Kaki Kerinci

0
228
Air Terjun Telun Berasap.

“Harum aroma kabut menusuk hidungku pagi itu. Dingin menghujam merasuk ke tulang. Putih menyelubung sekeliling. Pucuk-pucuk daun teh basah oleh tetes embun. Sejuk dan segar kala ujung jari menyentuhnya.”

Ada damai terasa di sana, membaur menyatu dalam ketenangan. Keindahannya berpadu dengan syahdunya nyanyian alam. Sosok kokoh tegar nan perkasa Sang Kerinci menjaganya. Jambi, salah satu provinsi yang terletak di pesisir Timur bagian tengah Sumatera, keindahannya mampu membuatku terpana.

Bermula dari Bandara Internasional Minangkabau, perjalanan darat ditempuh selama 8 jam menuju Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Jambi yang merupakan pintu gerbang para pendaki Gunung Kerinci. Kersik Tuo terletak di tengah hamparan perkebunan teh yang indah dengan ketinggian 1.400 mdpl. Perkebunan teh tersebut bernama Perkebunan Teh Kayu Aro.

Suasana pagi di Kayu Aro.

Perkebunan tersebut merupakan perkebunan teh tertua dan terluas di dunia dengan luas 2.624, 69 ha. Didirikan oleh sebuah perusahaan Belanda yang bernama Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NVHVA) pada abad ke-19, tepatnya tahun 1925. Teh Kayu Aro telah menjadi teh keluarga bangsawan Eropa sejak dulu sampai sekarang. Di Eropa, Teh Kayu Aro dipasarkan melalui perusahaan produsen teh premium dunia.

Para pekerja perkebunan teh merupakan penduduk Kayu Aro keturunan Jawa, sehingga bahasa setempat yang dipergunakan adalah Bahasa Jawa. Di Kersik Tuo banyak terdapat homestay yang menjadi tempat singgah pendaki sebelum dan sesudah mendaki Gunung Kerinci.

Jika kita akan mendaki Gunung Kerinci, jangan lupa mampir ke Tugu Macan Kersik Tuo yang sangat terkenal. Tugu tersebut berada di antara hamparan perkebunan teh Kayu Aro, persis di pinggir jalan raya. Gunung Kerinci merupakan gunung api tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 mdpl. Jalur menuju puncaknya yang bernama Puncak Indrapura sangatlah ekstrem. Ada 3 pos dan 3 shelter yang harus dilewati sebelum sampai ke Puncak Indrapura. Perlu kesiapan fisik dan mental yang matang untuk mendaki gunung yang berada di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat ini.

Tugu Macan di Kayu Aro.

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional terbesar di Sumatera, memiliki luas wilayah sebesar 13,750 km² dan membentang di empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia, Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional ini terdiri antara lain Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu, dan sekitar 370 spesies burung.

Selain Gunung Kerinci yang terkenal ke seantero dunia, Jambi menawarkan banyak destinasi wisata yang sangat indah dan alami. Sebut saja Danau Gunung Tujuh, destinasi ini terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci. Gunung Tujuh masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Jalur yang dilalui untuk mencapai Danau Gunung Tujuh juga jauh lebih mudah daripada jalur mendaki Gunung Kerinci. Selain itu, Danau Gunung Tujuh juga merupakan salah satu Danau tertinggi di Indonesia, danau ini berada di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut dan merupakan danau yang berada di ketinggian nomor dua di Indonesia.

Danau Gunung Tujuh.

Sesuai namanya, danau nan indah yang berair sangat dingin ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh itu sendiri (2.735 mdpl). Di beberapa gunung ini terdapat sumber air, sehingga menyebabkan air di danau ini tidak pernah habis.

Jambi juga menawarkan destinasi lain yang cukup unik. Yaitu sebuah rawa cantik nan alami sebagai destinasi wisata favoritnya. Rawa tersebut bernama Rawa Bento atau Danau Bento. Sebuah rawa indah yang terletak di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung 7, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Rawa ini merupakan lahan basah pada ketinggian 1.375 mdpl dengan luas sekitar 1.000 ha.

Rawa ini pada mulanya adalah sebuah danau, akibat sedimentasi aliran sungai di sekitarnya yang berasal dari Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Gunung Sangkar dan sekitarnya, menyebabkan danau Bento semakin lama semakin dangkal. Sekarang rawa ini banyak di tutupi oleh rumput bento dan menjadi hutan rawa, sehingga dikenal dengan nama Rawa Bento.

Rawa Bento.

Pengunjung Rawa Bento bisa  menikmati keindahan panorama Rawa Bento dengan berkano. Bagi pengunjung yang hobi melakukan pengamatan burung (birdwatching), bisa juga melakukan pengamatan burung di tempat ini. Penelitian menunjukkan bahwa di Rawa Bento ditemukan 12 jenis burung air dengan jumlah total individu tercatat 470 ekor tersebar di empat tipe lahan basah yaitu di rawa danau 7 jenis, di rawa rumput 8 jenis, di sungai 8 jenis, dan di sawah 6 jenis. Tak hanya burung, kita juga bisa menjumpai hewan liar lain di pinggir rawa seperti kerbau dan juga beberapa jenis monyet.

Selain beberapa destinasi di atas, Jambi juga punya beberapa destinasi berupa air terjun yang tak kalah indah. Salah satunya adalah Air Terjun Telun Berasap. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter. Sumber air dari Air Terjun Telun Berasap adalah sungai-sungai yang berhulu disekitar Gunung Tujuh. Sumber utama airnya adalah Air Terjun Gunung Tujuh, yaitu air terjun yang mengalir dari bibir Danau Gunung Tujuh yang terdapat di puncak Gunung Tujuh.

Air Terjun Telun Berasap.

Air Terjun Telun Berasap dapat dicapai melalui jalur darat yang dapat dimulai dari Kota Jambi atau pun dari Kota Padang. Ada tiga alternatif yang dapat dipilih pengujung untuk bisa sampai ke Air Terjun Telun Berasap yaitu pertama, perjalanan di mulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km dan waktunya tempuhnya sekitar 10 jam.

Kedua, perjalanan bisa di mulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak tempuh 278 km dan waktu perjalanan ditempuh kira-kira dengan waktu 7 jam. Ketiga, perjalanan dimulai dari Kota Padang Ke Muaralabuh kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo dengan jarak 211 km dan dapat dicapai dengan waktu sekitar 5-6 jam. Setelah mencapai pintu kawasan objek wisata dilanjutkan dengan berjalan kaki menyelusuri jalan tangga semen yang menurun. Jarak tempuh melalui ratusan anak tangga menuju Air Terjun Telun Berasap yaitu kira-kira 300 meter.

Gunung Kerinci dari Kayu Aro

Jika berkunjung ke Jambi, jangan lupa mencicipi dan membeli oleh-oleh berupa teh hitam Kayu Aro yang terkenal, kopi Kerinci yang nikmat, juga dodol kentang yang sungguh lezat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.