Relief Yeh Pulu yang Tak Banyak Orang Tahu

0
1080
Penampakan relief secara keseluruhan.

Pernahkah kalian mendengar tentang Goa Gajah yang ada di Bedulu? Jangan langsung pulang setelah mengunjungi Goa Gajah karena masih ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi dan letaknya tak jauh dari Goa Gajah. Hanya 5 menit berkendara dari Goa Gajah.

Tempat ini bernama Yeh Pulu. Yeh artinya air sedangkan Pulu berarti wadah beras. Tak banyak orang yang mengetahui Yeh Pulu ini bahkan ketika mengunjunginya pun hanya saya dan pasangan saya yang ada disana. Salah satu keuntungan mengunjungi tempat yang tak banyak orang tahu adalah bisa menikmati lokasi sepuasnya dan tentunya bisa memotret tanpa gangguan dan antrian.

Jalan setapak menuju Relief Yeh Pulu.

Selain berkendara, Yeh Pulu juga bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati persawahan yang terhubung antara Goa Gajah dan Yeh Pulu. Tapi untuk hal ini, kalian perlu pemandu lokal dan juga membayar sedikit uang untuk diantarkan kesana.

Jika kalian adalah penggila sejarah dan juga benda-benda arkeologi, Yeh Pulu adalah situs yang wajib untuk dikunjungi. Yeh Pulu ditemukan oleh punggawa (kepala distrik) Ubud pada tahun 1925. Relief ini menunjukkan tentang figur wayang yang tergambar disana.

Gerbang kecil menuju Relief Yeh Pulu.

Setibanya di area Yeh Pulu, pengunjung dikenai tarif 35 ribu untuk WNA dan 15 ribu untuk WNI. Tiket parkir seharga 2 ribu rupiah. Memasuki area ini, pengunjung disarankan untuk memakai sarung. Sarung ini bisa meminjam petugas yang ada disana (gratis) atau membawa sendiri. Akan lebih baik jika membawa sarung sendiri.

Begitu memasuki area ini, lokasinya sangat menyegarkan sekali karena relief ini terletak di tengah sawah. Terletak ditengah-tengah rerimbunan dengan hawa dingin. Tempat ini sangat pas untuk melepas jenuh karena rindangnya tumbuhan yang ada disana dan juga tenangnya lingkungan Yeh Pulu. Selain sawah dan tetumbuhan hijau, gemericik air dari sungai yang ada di sekelilingnya juga tak kalah menenangkan.

Yeh Pulu.

Relief ini terletak di ujung, sehingga perlu berjalan beberapa puluh meter untuk mencapainya. Tak perlu khawatir, terdapat jalan setapak yang rapi dan terawat. Relief ini diukir di dinding batu sepanjang 25 meter dengan tinggi sekitar 2 meter. Dulunya dibiarkan begitu saja, namun karena takut terjadi pengikisan dinding relief, maka bagian atas relief di semen agar air yang mengalir tidak langsung mengenai relief sehingga bisa menyelamatkan relief ini dari korosi dan vegetasi. Tentu saja membuat relief cukup jelas dilihat hingga saat ini.

Scene 1 relief.
Scene 2 relief.
Scene 3 relief.
Scene 4 relief.
Scene 5 relief.

Pada umumnya relief ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari kerajaan Bali jaman dulu. Yeh Pulu ini diperkirakan dibuat pada abad ke 14. Dari relief yang tersisa ini terbagi 5 scene yaitu: seorang pria membawa sesuatu dengan tiang di bahunya yang terlihat seperti guci arak Bali, yang kedua adalah seorang wanita yang duduk di goa dengan kaki bersilang dan terdapat 3 monyet bermain di bawahnya, scene ketiga tentang seorang lelaki yang duduk dan juga terdapat seorang laki-laki lain yang berada dalam pose menyerang beruang, scene keempat tentang dua orang laki-laki yang membawa dua beruang dengan tongkat yang panjang, kemudian scene kelima tentang wanita yang memegangi ekor dari kuda yang ditunggangi. Relief ditutup dengan keberadaan ganesha.

Ganesha.

Tak perlu khawatir jika kelelahan dan ingin beristirahat karena ada kafe kecil yang menghadap sawah. Siapa yang menolak untuk makan siang dengan menghadap sawah yang dilengkapi dengan gemericik air yang mengalir di sungai. Sembari menyiapkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Selamat mengeksplor Bedulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.