Rekreasi Sejarah di Istana Air Tamansari Yogyakarta

0
409
Pasiraman Umbul Binangun.

Yogyakarta merupakan kota dengan berbagai keindahan, baik alam maupun budayanya. Berbicara soal budaya, Kota Yogyakarta tidak terlepas dari banyaknya bangunan bersejarah. Budayanya yang masih kental akan tradisi lokal menjadikan masyarakatnya untuk terus melestarikan peninggalan sejarah. Baik itu kebiasaan, kuliner khas, ataupun bangunan bersejarah.

Jika kita berwisata ke Yogyakarta, maka sudah tidak asing lagi dengan Malioboro, Pasar Beringharjo, Kraton, dan Alun-alun. Akan tetapi, dari jajaran tempat-tempat tersebut ada sebuah bangunan bersejarah yang harus ikut kita kunjungi jika sudah sampai di Kota Yogyakarta. Bangunan tersebut adalah Tamansari Yogyakarta. Lokasi wisata ini tidak jauh dari kawasan Kraton. Tepatnya berada di sebelah barat Alkid (Alun-alun Kidul) sekitar 250 meter.

Tamansari memiliki arti “taman yang indah”. Bangunan ini didirikan pada tahun 1758 M oleh Sri Sultan Hamengku Buwana 1. Dulunya, Tamansari merupakan tempat rekreasi dan kolam pemandian atau disebut pula pesanggrahan bagi Sultan Yogyakarta dan keluarganya. Tamansari sering disebut sebagai Istana Air (Water castle), serta memiliki nilai arsitektur dan keunikan pada lekukan bangunan dan air yang terisi di kolam. Menurut penjelasan dari panduan, dulunya bangunan ini berupa istana air yang dikelilingi segaran atau danau buatan dengan wewangian dari bunga-bunga yang ditanam di pulau buatan sekitarnya.

Bangunan Situs Pulo Kenanga.

Tak dapat dielakkan, penjelasan sejarah dari Tamansari memang dapat dilihat faktanya di masa sekarang. Sisa-sisa bangunan yang masih berdiri membuktikan bahwa dulunya bangunan ini memang berupa Istana Air atau water castle seperti yang diceritakan. Untuk masuk ke wisata Tamansari kita akan dikenakan tarif Rp 5.000/ orang untuk wisatawan domestik. Selain itu, jika kita membawa kamera digital atau alat memotret lain (selain HP) maka kita harus membayar izin mengambil gambar seharga Rp 3000. Cukup murah tentunya untuk ukuran wisata yang sudah cukup terkenal ke mancanegara ini.

Wisata Tamansari terdiri dari beberapa bagian yang memiliki panorama dan kesan estetik untuk dinikmati. Mulai dari bangunan pertama saat mulai memasuki Kawasan Tamansari, ada Gedong Gapura Hageng. Bangunan ini masih berdiri dengan tegak dan kokoh meskipun sudah berumur tua. Semakin memasuki Kawasan Tamansari, seolah-olah kita akan terbawa pada suasana zaman lokal atau zaman kerajaan-kerajaan. Selain itu, penjelasan yang diberikan oleh pemandu wisata membuat para pengunjung seakan terbawa suasana pada masa itu.

Yang tak kalah menarik lagi adalah kompleks bangunan Pasiraman Umbul Binangun. Bangunan ini dapat dikatakan sebagai ikon dari wisata Tamansari. Karena tak elok rasanya jika kita berkunjung ke Tamansari tetapi tidak mengabadikan foto di bangunan yang berupa kolam ini. Di kompleks Pasiraman Umbul Binangun terdapat tiga kolam, yaitu Umbul Mancar, Kolam Kuras, dan Umbul Binangun. Namun harus diingat, kita tidak boleh bermain-main di kolam ataupun melempar koin ke dalamnya. Menaati peraturan di tempat wisata adalah yang utama.

Suasana ramainya pengunjung di wisata Tamansari.

Selain kompleks Pasiraman Umbul Binangun, masih ada lagi ciri khas dari Tamansari Yogyakarta ini, yaitu Sumur Gumuling. Dahulu bangunan ini digunakan sebagai tempat ibadah atau kepentingan religius. Bangunan Sumur Gumuling berbentuk bulat atau lingkaran berlantai dua. Bagi pengunjung yang ingin mengambil gambar bangunan ini, terdapat peraturan dilarang mengoperasikan drone disekitar Sumur Gumuling. Bangunan-bangunan lain di Tamansari diantaranya yaitu Gedong Lopak-lopak, Gedong Sekawan, Gedong Gapura Panggung, Gedong Temanten, Gedong Pengunjukan, Gerbang Kenari, Gerbang Taman Umbulsari, Pasarean Ledoksari, Gedong Madaran, Gedong Blawong, Gedong Garjitawati, Gedong Carik, Pongangan Barat, Pongangan Timur, Gerbang Sumur Gumuling, dan Pulo Panembung.

Satu lagi bangunan yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung di Tamansari adalah Situs Pulo Kenanga. Pulo Kenanga merupakan bangunan tertinggi dibandingkan dengan bangunan lain. Dulunya Gedong Pulo Kenanga digunakan sebagai tempat peristirahatan dan tempat beberapa kegiatan seni, seperti tari dan kerajinan batik. Nama “kenanga” ini terkait dengan keberadaan tanaman bunga kenanga yang berada di sekitar halaman gedong tersebut. Dari atas bangunan ini kita dapat menikmati panorama sekitar kawasan Tamansari dan rumah-rumah penduduk disekelilingnya. Situs Pulo Kenanga sering menjadi destinasi kunjungan terakhir di Kawasan Tamansari.

Selain menambah wawasan kita mengenai sejarah, wisata Tamansari dapat menjadi salah satu spot untuk berfoto, baik buku tahunan sekolah maupun foto pre-wedding. Namun tentu saja harganya akan sedikit berbeda dengan berkunjung biasa. Nah menarik bukan, jalan-jalan sambil menikmati wisata budaya? Tunggu apa lagi, yuk ke Tamansari Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.