Pulau Um, Pulau Indah Tak Berpenghuni di Tanah Papua

0
133
Pulau Um adalah pulau kecil tak berpenghuni.

Destinasi wisata Papua sangat identik dengan Raja Ampat. Akan tetapi, Papua tak hanya memiliki Raja Ampat. Salah satu destinasi wisata yang tak kalah menarik dan perlu di eksplorasi adalah Sorong. Sorong selama ini hanya berada dalam bayang-bayang Raja Ampat di mana Sorong dikenal sebagai gerbang menuju Raja Ampat. Padahal Sorong memiliki keindahan pulau-pulau yang masih asli, salah satunya adalah Pulau Um. Pulau kecil yang sangat indah ini masih tidak banyak yang diketahui keberadaannya.

Pulau Um adalah pulau yang berada tepat di seberang Pantai Malaumkarta yang terletak di bagian utara Kota Sorong, Papua Barat. Lebih tepatnya di distrik Makbon. Untuk dapat mencapai Pulau Um, wisatawan dapat menyeberang melalui Dermaga Pantai Malaumkarta. Jarak Pulau Um dari Kota Sorong kurang lebih 40 km dengan waktu tempuh sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan.

Setelah sampai di Malaumkarta, wisatawan bisa menyewa perahu dengan harga kurang lebih Rp 250.000/perahu pulang-pergi. Perahu yang disewa akan mengantar dan menjemput wisatawan sesuai waktu yang kita minta. Perahu tersebut memiliki kapasitas 10-15 orang. Penyebrangan dari Pantai Malaumkarta ke Pulau Um memakan waktu kurang lebih 15-20 menit. Pulau Um ini dapat dikunjungi setiap harinya dari jam 07.00 – 18.00 WIT.

Wisatawan yang harus berganti baju sebelum dan setelah dari Pulau Um.

‘Um’ diambil dari bahasa asli penduduk di Kota Sorong yang memiliki arti Kelelawar. Maka tak heran jika pepohonan hijau yang tumbuh dijadikan habitat kelelawar yang jumlahnya mencapai ribuan. Pulau Um ini menjadi salah satu pulau terunik di Indonesia, berbeda dari pulau-pulau yang lain karena Pulau Um ini tidak berpenghuni melainkan dikenal sebagai pulau yang menjadi habitat dari kelelawar dan juga burung camar.

Wisatawan bisa melihat dengan jelas banyaknya kelelawar-kelelawar yang bergelantungan di pepohonan nan hijau di Pulau Um. Uniknya lagi, di pulau ini kelelawar dan burung camar seakan bergantian menjaga pulau dari siang hari hingga malam hari. Jika pada siang hari kelelawar tidur dan burung camar yang mencari makan, selanjutnya pada malam hari burung camar tidur dan kelelawar yang mencari makan.

Berada di Pulau Um ini bagaikan berada di pulau milik sendiri. Di pulau ini wisatawan dapat bersantai sepanjang hari untuk hanyut ke dalam lingkungan makhluk hidup di atas dan di bawah laut yang tak kalah menyejukan hati. Pulau Um menyajikan ketenangan dan kenyamanan dengan pantai dengan ciri khas yang masih sangat alami dan perawan seakan tersembunyi dari sentuhan para pendatang. Pulau Um memiliki kolaborasi antara pantai berpasir putih dengan airnya yang teduh berwarna biru kehijauan, kicauan burung yang bersahutan, tebaran kelelawar terbang mencari makan mulai dari sore hari, dan pancaran indah berwarna jingga di barat yang menuai keindahan keemasan di hati bagi wisatawan yang melihatnya.

Terlihat banyaknya kalelawar bergelantungan diatas pepohonan hijau di sana.

Wisatawan dapat mengelilingi pulau mungil tak berpenghuni ini dengan hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan berjalan mengelilingi pantai berpasir putih bersih dan lembut ini di mana wisatawan hanya bisa menemukan satu atau dua grup wisata di sana.

Pulau ini sangat cocok untuk para wisatawan yang sangat suka menyelam, karena di sana wisatawan dapat menikmati keindahan terumbu karang yang masih alami serta melihat bangkai-bangkai kapal bekas Perang Dunia II yang bertebaran di sekitar pulau ini. Namun, sangat disayangkan di Pulau Um tidak ada toilet umum atau pun tempat untuk wisatawan berganti pakaian setelah menyelam, jadi wisatawan sebelum dan setelah menyelam dapat berganti pakaian saat berada di Pantai Malaumkarta. Lalu, bagi wisatawan yang ingin menyelam, ada baiknya wisatawan membawa perlengkapan menyelam sendiri untuk memaksimalkan penyelamannya di pulau yang indah ini.

Perahu yang mengantar wisatawan.

Tepi pantai menjadi rumah yang nyaman bagi para penyu untuk bertelur. Setiap malam pada musim bertelur selalu saja ada penyu yang naik bertelur di pantai yang berpasir. Sementara dalam perairannya populasi ikan cukup melimpah. Tidak heran jika Pulau Um sering digunakan oleh nelayan sebagai tempat singgah saat mereka mencari ikan. Untuk memancing di Pulau Um tidak membutuhkan usaha yang keras untuk mendapatkan hasil. Bahkan para nelayan hanya menggunakan tombak untuk menangkap ikan dalam jumlah banyak hanya dalam beberapa jam saja. Biasanya nelayan yang singgah ini bersedia menjual sebagian hasil tangkapan mereka. Jika wisatawan yang berkunjung beruntung dapat bertemu nelayan yang singgah di Pulau Um, wisatawan dapat langsung mencicipi kenikmatan ikan segar bakar dari sang nelayan.

Dapat dibuktikan bahwa Sorong juga memiliki surga biru di tanah Papua Barat yang masih asli keindahannya dan jauh dari tangan jahil manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.