Pulau Komodo Akan Ditutup, Berikut Alternatif Wisata di NTT Tahun 2020

0
1629
(sumber: flickr.com/Jetlaggies)

Simpang siur mengenai berita ditutupnya Pulau Komodo di tahun 2020 mendatang cukup geger, tak terkecuali media internasional. Ada yang mengimplisitkan berita, ada juga yang terang-terangan menguak ditutupnya Pulau Komodo, salah satunya karena kasus penyelundupan Komodo untuk dijual di luar negeri. Tak tanggung-tanggung, mengutip dari Washington Post, Crawford Allan yang merupakan direktur senior WWF mengungkapkan bahwa Komodo diperjualbelikan dengan harga sekitar 30ribu dolar AS pada tahun 2002, mengutip dari kasus yang telah dilaporkan oleh kepolisian Indonesia. Allan pun mengungkapkan jika Komodo merupakan hewan yang dicari oleh kolektor yang menargetkan “Binatang unik, langka, dan istimewa” bahkan tidak menutup kecurigaan jika kasus ini pun melibatkan tindak kejahatan yang terorganisir untuk menyelundupkan hewan ke ‘pasar’. Namun dugaan terkuat ditutupnya Pulau Komodo di 2020 mendatang dikarenakan terputusnya rantai makanan pada ekosistem yaitu penurunan drastis populasi rusa yang merupakan sumber makanan Komodo. Penutupan Pulau Komodo untuk setahun penuh pun telah disetujui oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananan (KLHK) serta Asita NTT.

Namun, bukan berarti kamu tidak bisa mengunjungi NTT tanpa melihat Komodo loh. Kamu tetap masih bisa menikmati indahnya NTT dan melihat Komodo walaupun Pulau Komodo ditutup. Kamu tidak akan kehabisan ide dan inspirasi untuk jalan-jalan ke pulau naga Indonesia satu ini. Lagipula, NTT tidak melulu soal Komodo. NTT masih menyimpan ‘harta karun’ yang mungkin belum kamu temukan. Jadi, selagi kamu di NTT, kamu harus singgah ke tempat-tempat berikut

Pulau Rinca

Pulau Rinca, destinasi alternatif untuk melihat Komodo (sumber: flickr.com/elrentaplats)

Untuk kamu yang haus akan penasaran seperti apa Komodo dari dekat, kamu bisa mengunjungi pulau Rinca, tepatnya di Loh Buaya, yang merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Komodo. Untuk bisa ke Loh Buaya, kamu bisa menyebrang menggunakan kapal dengan estimasi waktu tiga jam dari Labuan Bajo. Waktu terbaik untuk trekking menuju Loh Buaya pun sebaiknya pada pagi hari. Jangan khawatir juga, Loh Buaya pun cukup lengkap dalam masalah fasilitas, mulai dari shelter, cottage, hingga street food. Tak hanya Komodo, kamu pun akan disuguhi banyaknya jenis fauna unik di Loh Buaya.

Pulau Kelor

Pulau Kelor (sumber: flickr.com/yoyoijonk)

Jangan keliru sama Pulau Kelor yang lain. Pulau Kelor yang tak terlalu jauh dari Labuan Bajo ini bisa jadi alternatifmu saat singgah di NTT. Namun saat ingin singgah ke Pulau Kelor, niatkan diri untuk tidak melihat Komodo ya, karena di sini yang akan kamu lihat justru bukan eksotisnya Komodo, melainkan eksotisnya view dari pantainya yang bergradasi mulai dari warna biru ke tosca dan bukit-bukitnya yang cantik. Sesaat kamu singgah di sini, jangan sampai tidak snorkelling!

Pantai Merah

Pantai Merah atau dikenal sebagai Pink Beach (sumber: flickr.com/travel.indonesia)

Disuguhi pemandangan langit yang sangat biru, air laut yang juga biru bergradasi dengan pasir pantai berwarna merah jambu, siapa yang menolak? Pantai merah atau disebut juga sebagai Pink Beach ini salah satu destinasi favorit di NTT yang perlu kamu singgahi. Belum lagi, pantai yang berwarna merah jambu ini hanya ditemukan di 7 destinasi dunia. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke Harbour Island – Bahama ataupun Laut Karibia untuk melihat cantiknya pasir merah jambu di hamparan laut luas. Pantai cantik ini pun kaya akan biota laut yang terdiri dari sekitar 1000 spesies ikan, dan 260 spesies terumbu karang. Rela melewatkan destinasi satu ini?

Pulau Padar

(sumber: flickr.com/Patrice Anglade)

Pulau Padar ini merupakan salah satu situs warisan UNESCO karena letaknya berada di Kawasan Taman Nasional Komodo. Walaupun pulau cantik ini merupakan salah satu dari Kawasan Taman Nasional Komodo, namun Pulau Padar ini tidak ada kehidupan bahkan kamu pun tidak akan menemukan Komodo di sini. Konon, salah satu alasan mengapa tidak terdapat Komodo di Pulau Padar karena terputusnya rantai makanan pada ekosistem di pulau ini. Memang pulau ini begitu sunyi dan cenderung kosong, tapi bukan berarti perjalananmu akan membosankan. Justru, kamu sendiri yang dapat menciptakan suasana menyenangkan di sini. Karena view Pulau Padar ini benar-benar asri, sesampainya di sini pun kamu bisa snorkelling atau sekadar bermain air. Pulau Padar pun destinasi yang sangat cocok untukmu yang menyukai trekking. Jangan lupa, sebelum berencana untuk trekking ke Pulau Padar, sediakan air yang banyak! Karena faktor sepinya pulau ini, membuatmu akan sulit mencari tempat singgah walaupun hanya sebatas membeli air.

 

Penulis Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.