Potret Sejarah Kuala Lumpur di KL City Gallery

0
587
Plang I Love You yang antrenya luar biasa hanya untuk brfoto.

Tak salah rasanya jika di depan KL City Gallery diletakkan plang besar bertuliskan I Love KL. Gedung yang berdekatan dengan Dataran Merdeka ini berisi miniatur yang menjadi potret sejarah Kota Kuala Lumpur dari zaman dahulu hingga kini. Bahkan, perkembangannya yang pesat pun tergambar dengan jelas di gedung ini. Tak heran pula jika gedung ini disebut pula sebagai museum sejarah sekaligus pusat segala informasi tentang Kuala Lumpur.

Plang I Love You yang antrenya luar biasa hanya untuk brfoto.

Lokasinya yang berdekatan dengan Gedung Sultan Abdul Samad, Museum Tekstil Malaysia, dan Dataran Merdeka dengan tiangnya yang tinggi membuatnya ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Sebelum masuk ke dalam, plang I Love KL menjadi spot foto yang selalu antre dengan wisatawan yang mau berfoto, bahkan di situ disediakan payung untuk pengunjung selama mengambil foto saat cuaca sedang terik.

KL City Gallery buka setiap hari dari pukul 09.00—18.30. Untuk ke sini, kalian bisa turun di Stasiun Masjid Jamek. Jika kalian merupakan wisatawan backpacker, jangan khawatir untuk masuk ke sini karena tidak ada biaya tiket masuk. Semuanya gratis untuk kalian nikmati, kecuali KL City Model. Karena menyajikan pertunjukan kurang lebih 10 menit tentang cerita sejarah perkembangan Kota Kuala Lumpur sejak dahulu hingga kini, wisatawan diharuskan membayar tiket masuk sebesar RM5. Jika dikonversi ke rupiah, biayanya sebesar Rp17.000,00. Tidak terlalu mahal bukan? Bahkan, dengan bukti pembelian tiket ini, kalian bisa membeli souvenir di KL dengan potongan diskon sebesar RM5. Harganya pun menjadi impas. Pertunjukkan ini berada di ruangan tertutup melalui teknologi canggih serta permainan lampu-lampu yang membuat wisatawan semakin terpukau.

Bagian dalam KL City Gallery.

Dari laman KL City Gallery, terdapat informasi yang cukup mencengangkan. Informasi itu terkait dengan jumlah bangunan dan biaya yang dihabiskan untuk membuatnya. Dengan skala 1:1500, gedung ini memiliki lebih dari 5.000 miniatur bangunan di KL. Total biaya pembuatannya mencapai RM5 juta. Silakan dikonversi sendiri menggunakan nilai tukar ke rupiah sebesar Rp3.400,00. Dengan banyaknya bangunan, kalian bisa berkeliling gedung hingga puas.

Setelah puas melihat miniatur bangunan, wisatawan bisa berkunjung ke area penjualan suvenir. Area ini bisa dikatakan sangat luas dibandingkan area lainnya. Area ini bernama The Making of Arch. Wisatawan bisa berbelanja semua cendera mata untuk keluarga dan sahabat. Tak hanya cendera mata berupa gantungan kunci, kaus, dan magnet kulkas, tetapi juga ada suvenir-suvenir yang terbuat dari kayu impor. Di situ, para seniman juga langsung dihadirkan untuk membuat suvenir kayu secara langsung. Wisatawan akan melihat pekerja seni itu mengukir kayu, menempelkan kayu, dan menghaluskannya hingga menjadi miniature bangunan yang indah dan menyerupai bentuk aslinya. Cara kerja pekerja seni ini pun berbeda-beda. Ada yang masih mempertahankan teknik kerjanya dengan menggunakan tangan. Ada pula yang menggunakan mesin sebagai bentuk perkembangan teknologi dalam dunia seni.

Suvenir di area The Making of Arch.

Pada dasarnya, KL City Gallery baru dibangun pada tahun 1899. Awalnya, gedung ini merupakan gedung pusat percetakan pemerintah Britania Raya saat mereka masih menjajah Malaysia. Setelah merdeka, gedung ini dialihfungsikan menjadi kantor pos, city hall, perpustakaan umum, dan terakhir menjadi KL City Gallery. Namun, perpustakaan masih tetap dipertahankan keberadaannya di gedung ini. Kini, gedung ini menjadi bangunan yang menyatu dengan destinasi wisata di dekatnya. Dindingnya yang bercat putih gading terlihat memukau karena dipadupadankan dengan batu merah.

Dengan mengunjungi KL City Gallery, wisatawan semakin meningkat wawasannya tentang sejarah Kota Kuala Lumpur secara khusus, dan sejarah Malaysia secara umum. Saking samanya dengan bentuk aslinya, wisatawan semakin terpana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.