Pink Beach ala Lombok Timur

0
177
Pemandangan dari Bukit Manja.

Penelusuran wisata Lombok yang kulakukan kali ini menuju wisata Lombok Timur. Bersama dengan Bang Zaini kembali, perjalanan kumulai dari Lombok Selatan, daerah Kuta. Selama perjalanan, aku melewati perkebunan tembakau yang sangat luas dan panjang. Berkilo-kilo jalan, pemandangan masih terisi oleh kebun tembakau. Pengetahuan baru kudapatkan. Ternyata Lombok menjadi daerah penghasil tembakau yang cukup besar bagi Indonesia. Bahkan menurut Bang Zaini, ada satu daerah di kaki Gunung Rinjani yang tanahnya unik sehingga bisa menghasilkan tembakau yang berkualitas tinggi. Harga jualnya juga tinggi.

Tujuan utamaku adalah Pink Beach. Banyak dari kalian hanya mengetahui Pink Beach yang ada di wisata Labuan Bajo. Lombok ternyata punya Pink Beach-nya sendiri. Perjalanan ke sana bisa ditempuh melalui jalur laut dan jalur darat. Saran dari aku terbaik melalui jalur laut saja. Untuk jalur darat bisa dikatakan masih off road. Jalan beraspal belum tersambung sampai tujuan. Selain itu, kalau memakai jalur laut, bisa mampir ke beberapa spot wisata lainnya juga.

Perjalanan dengan mobil berakhir di sebuah dermaga yang bernama Tanjung Luar. Bang Zaini sudah menyiapakan kapal yang disewa. Dia sudah ada kenalan pemilik kapal langganan. Tidak berlama-lama perjalanan dilanjutkan dengan kapal. Kapal yang kupakai bisa kubilang asik. Meskipun kecil seperti kapal nelayan, ada kursi santai yang terbuat dari kayu di bagian atasnya. Kursi kayu itu dicat dengan warna pelangi. Aku bisa menikmati terpaan angin laut dan sinar matahari secara langsung dari kursi itu, sambil kapal melaju dengan cepat. Bagi yang ingin berlibur cantik masih bisa duduk di bawah. Jangan meniru apa yang kulakukan. Resikonya kulit hitam nanti. Selama perjalanan kalian juga akan bisa melihat pelampung bertebaran yang merupakan peternakan mutiara milik penduduk lokal.

Paket Lengkap Menu Makan Siang.

Kapal akhirnya bersandar di suatu pantai yang dipakai sebagai tempat peristirahatan. Ada beberapa warung yang buka di sini. Sambil menunggu makan siang yang sedang disiapkan, tak jauh dari warung tadi, ada jalan naik menuju bukit. Kala itu aku tidak tahu nama bukitnya. Setelah aku google, bukit itu bernama Bukit Manja (semoga aku tidak salah) lantas aku naik kesana. Jalan menanjak tidak panjang. Namun, karena memakai sandal jepit saja jadinya kaki ini sakit karena alas yang tipis. Sedangkan medannya ada yang tersusun dari batu. Sesampainya di atas, mataku sangat merasa dimanja dengan pemandangan yang sangat indah. Dari ketinggian aku bisa melihat laut lepas dengan warna biru gradasi. Mungkin penamaan bukit itu dikarenakan pemandangan di sana bisa membuat kita dimanja. Setelah berpuas berfoto, aku turun kembali ke warung. Makan siang lengkap sudah tersedia. Tidak lupa minumnya adalah kelapa segar. Bang Zaini ternyata membawa menu tambahan yang sudah dimasukan ke dalam wadah makanan. Menu itu ikut disajikan bersama ikan yang dibakar di warung. Makanan lezat ditambah pemandangan alam indah. Kombinasi sempurna menjalani hidup.

Makan siang selesai. Perjalanan berlanjut ke sebuah Gili tak jauh dari situ. Namanya adalah Gili Petelu. Aktivitas di sini adalah snorkeling. Tantangannya adalah angin di sini cukup besar kala itu membuat air menjadi bergelombang cukup besar. Kapan bersandarpun tidak bisa tenang, justru ikut terombang-ambing. Tidak berfikir panjang, aku langsung turun karena sudah merasa penasaran dengan keindahan alam bawah lautnya. Gila benar-benar gila. Gila indahnya. Ikannya bermacam-macam dan banyak sekali jumlahnya. Jiwa kekanak-kanakanku muncul untuk bermain mengejar ikan. Tetapi susah untuk dilakukan karena gelombang air yang kuat. Ketika sedang melihat ke bawah, aku tidak sadar badan ini terbawa arus. Ketika kepala dinaikan, posisi sudah jauh dari kapal. Padahal mulainya dari dekat kapal. Berenang kembali ke kapal menjadi susah karena melawan arah gelombang air. Pengalaman snokrling kala itu menjadi asik sekaligus menantang. Puas dari sini, aku naik kapal kembali untuk melanjutkan perjalanan. Begitu naik badan terasa capai semua. Capai hasil berenang melawan gelombang.

Pemandangan Laut Lepas dari Kapal.

Perjalanan kembali dilanjutkan ke lokasi kedua snorkling. Lokasi tidak jauh dari lokasi pertama. Air disini jauh lebih tenang dan nyaman sekali untuk snorkling. Lokasi kedua ini merupakan lokasi snorkling terbaik yang pernah kulihat hingga hari ini artikel kutulis. Benar-benar banyak terumbu karangnya dan masih lestari. Bahkan aku bisa menemukan ikan Nemo di sini. Sunggu terpuaskan hati ini bisa menikmati indahnya alam laut seperti itu.

Selesai snorkeling, kapal melanjutkan perjalanan. Tidak lama kapal sudah berlabuh. Kali ini berlabuh di Pink Beach. Benar sekali, dari kejauhan pantai ini memang berwarna pink. Begitu turun dari kapal, kurasakan pasir yang sangat halus menyambut kaki dengan kenyamanan. Kuhabiskan waktu di sini dengan berfoto-foto dan santai berdiam diri melihat ketenangan laut.

Setelah selesai di Pink Beach, perjalanan juga berarti selesai. Kapal kembali ke dermaga Tanjung Luar. Pulang membawa rasa capek dan kenangan indah. Terima kasih Lombok yang sudah memberikan aku kesempatan berkenalan dengan keindahan alamnya. Lain kali aku akan datang kembali mencari cerita yang berbeda. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Salam Mantai Tidak Takut Panas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.