Petirtaan Candi Jolotundo, Dari Mitos Air Awet Muda Sampai ‘Air Zam-Zam’nya Indonesia

0
237
Petirtaan Jolotundo
Petirtaan Jolotundo

Gunung Penanggungan selain terkenal dengan keindahannya ternyata juga menyimpan jejak-jejak sejarah masa lampau. Salah satu jejak sejarah yang berada di lereng gunung ini adalah Petirtaan Jolotundo.

Sejarah Singkat Petirtaan Jolotundo

Petirtaan Candi Jolotundo merupakan sebuah kolam yang dibuat oleh Raja Udayana yang dipersembahkan untuk kelahiran putranya yaitu Prabu Airlangga. Diperkirakan dibangun pada 889 saka atau 997 masehi, merujuk dari angka tahun yang terpahat di sisi petirtaan. Situs bersejarah berbahan bebatuan andesit ini memiliki dasar bangunan persegi berukuran sekitar 16,7 meter x 12 meter.

Lokasi Petirtaan Candi Jolotundo

Petirtaan candi ini berada di Biting, Seloliman, Trawas, Mojokerto. Teman-teman bisa menggunakan bantuan Google Maps untuk menuju ke sini. Tiket masuk ke Petirtaan Candi Jolotundo ini cukup murah. Tiket untuk dewasa sebesar Rp 10.000 per orang, sedangkan untuk anak-anak Rp 7.500.

Situs kuno yang terawat
Situs kuno yang terawat

Akses Jalan yang Baik

Jalanan menuju ke Petirtaan Candi Jolotundo sudah beraspal. Jalannya bagus dan halus. Sepanjang perjalanan teman-teman akan disuguhi pemandangan yang indah. Karena lokasi candi ini berada di gunung, jadi jalan menuju ke sana pun berkelok-kelok dan naik turun. Pastikan kendaraan teman-teman dalam kondisi prima ya, selalu cek kendaraan sebelum bepergian. Di sekitar lokasi juga beberapa kali ada pohon yang tumbang, jadi teman-teman harus waspada akan hal ini. Pastikan cuaca sedang dalam keadaan baik saat akan berkunjung ke Petirtaan Candi Jolotundo.

Air yang Dipercaya Membuat Awet Muda

Tidak hanya di hari libur saja, di hari kerja pun tempat ini selalu dikunjungi wisatawan. Selain untuk kegiatan religi bagi yang beragama Hindu, pengunjung juga banyak yang ke tempat ini hanya untuk sekedar mandi dan berendam. Beberapa pengunjung percaya jika air di tempat ini bisa membuat awet muda. Selain itu, air di tempat ini disebut-sebut sebagai air terbaik di dunia setelah air zam-zam. Kandungan mineral air di tempat ini sangat tinggi, hal ini dikarenakan lokasinya yang berada di kaki pegunungan vulkanik. Wisatawan yang ingin berendam di sini dilarang menggunakan sabun, sampo, pasta gigi dan lain-lain. Banyak pengunjung yang membawa pulang air di sini dengan jeriken. Jeriken bisa dibeli di sekitar pertitaan maupun membawa dari rumah. Jika teman-teman ingin mengambil air dari tempat ini, teman-teman bisa membeli jerigen yang dijual di area parkiran. Air di tempat ini tidak pernah surut, bahkan di musim kemarau sekalipun.

Kolam air yang cukup luas
Kolam air yang cukup luas

Fasilitas Petirtaan Candi Jolotundo

Di Petirtaan Candi Jolotundo ini teman-teman selain bisa berendam juga bisa bersantai. Pemandangan di sini sangat indah dan asri. Teman-teman bisa bersantai di tempat yang telah disediakan oleh pengelola. Pihak pengelola telah menyediakan gazebo-gazebo yang bisa teman-teman gunakan untuk bersantai menikmati pemandangan di tempat ini. Selain itu, teman-teman juga bisa berfoto-foto di sini. Di sini juga disediakan toilet. Teman-teman yang berendam bisa berganti pakaian di tempat yang telah disediakan. Tempat parkirnya ini cukup luas. Tarif untuk parkir mobil Rp 10.000. Selain sebagai tempat wisata sejarah, tempat ini juga sering dijadikan sebagai tempat beribadah untuk umat Hindu. Di sini teman-teman tidak perlu khawatir kelaparan karena banyak warung makan di sekitar petirtaan ini. Selain itu, teman-teman juga bisa membeli oleh-oleh di toko-toko terdekat.

Bagaimana teman-teman? Menarik bukan? Jangan lupa untuk menjadikan Petirtaan Candi Jolotundo sebagai destinasi wisata kamu selanjutnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.