Pesona Pantai Payangan dan Papuma yang Unforgetable

0
419
Spot di bukit Sroyo.

Meski telah berhari-hari berlalu, namun pesona pantai Payangan dan pantai Papuma masih masih tergambar jelas dalam ingatan saya. Pantai yang dihiasai dengan perbukitan dan udara yang sejuk telah mengisi salah satu ruang memori saya. Sampai hari ini saya masih suka melihat kembali foto-foto saat saya mengunjunginya beberapa hari yang lalu.

Segala pesona keindahan yang ditawarkan oleh pantai di laut selatan, menghiasi pantai Payangan dan Pantai Papuma di Jember. Irama deburan ombak yang memecah karang dan keheningan, angin sejuk yang berhembus, pasir putihnya yang hangat di telapak kaki, langitnya yang membiru, semua itu tak terlupakan olehku.

Pengalaman pertama saya berkunjung ke Jember sangat berkesan dan tak terlupakan. Diawali dengan tragedi last minutes person yang bikin senam jantung. Yaitu ketika saya baru bangun tidur pukul 03:26 lantaran ditelpon armada taksi yang saya pesan sebelumnya telah berada di depan penginapan saya di Surabaya. Saya berencana akan naik kereta Probowangi di Stasiun Wonokromo pukul 04.25. Saat itu saya belum ada persiapan sama sekali karena kegiatan saya di hari sebelumnya sampai malam dan saya tertidur dengan saaaaaangat pulas. Oh my God! Dengan sekuat tenaga saya melakukan persiapan, mandi, dan lain-lain hingga berhasil membawa seluruh perlengkapan tanpa kurang apapun. Pukul 03.53 saya sudah duduk manis di dalam taksi. Leganya.

Tiba di Stasiun Jember saya dijemput oleh seorang teman. Usai beristirahat sejenak di rumahnya, kami memulai perjalanan. Tujuan pertama, dia akan membawa saya menuju Pantai Payangan. Pantai ini terletak di Dusun Payangan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Jarak tempuh dari Kota Jember kurang-lebih 32 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Spot di bukit Sroyo.

Tidak seperti kebanyakan pantai, pesona yang ditawarkan di sini adalah pasirnya yang hitam. Selain itu, di pantai terdapat bukit-bukit kecil yang bisa didaki wisatawan, seperti Bukit Seruni, Bukit Samboja, dan Bukit Sroyo. Bukit ini dikelola oleh masyarakat setempat. Harga tiketnya Rp7.500 rupiah per orang. Dan biaya parkir kendaraan Rp5.000.

Setelah tiba di lokasi, kami mengisi perut dahulu guna mempersiapkan energi menjelajahi Bukit Sroyo. Pendakian bukit tidak sulit karena jalannya sudah ditata dengan baik sehingga nyaman untuk dilalui. Kondisi jalan di awal perjalanan sudah terbuat dari tangga beton. Kemudian di bagian atas bukit, jalan setapak dari tanah cukup jelas dan mudah dilalui. Dari sana, tersaji panorama keindahan alam kombinasi laut yang luas, langit biru yang tak terlupakan.

Teluk Love.

Di ujung Bukit Sroyo terdapat Teluk Love yang berbentuk seperti hati. Lengkungan garis pantai teluk ini benar-benar tampak seperti bentuk hati. Selain itu, gugusan batu karang di antara dua lengkungan juga menjadikan panorama di sana kian berkesan. Bentang alam sekitar Teluk Love pun turut menambah pesona keindahannya. Deretan pergunungan kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang berbaris di sisi timur (menurut saya) menjadi latar belakang Teluk love yang ciamik. Komposisi alam yang berkombinasi sempurna mempercantik indahnya panorama.

Puas di pantai Payangan, selanjutnya kami menuju pantai Papuma. Ternyata Papuma adalah singkatan dari “Pasir Putih Malikan”. Pantai ini terletak di kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember yang berjarak sekitar 45 menit perjalanan dari kota. Pantai ini sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga sembari menikmati senja dan menunggu sang mentari tenggelam. Di sini ada banyak warung makan dengan menu utama ikan laut. Tentu saja ikannya masih sangat segar karena baru saja datang dari laut. Kita juga bisa sambil menyaksikan kapal-kapal nelayan yang bersandar di dermaga.

Batu Pantai Papuma.

Pantai Papuma berpasir putih yang eksotis. Pantai ini juga dihiasi dengan perbukitan yang hijau yang paling eksotis menurut saya adalah nampak formasi batu-batu besar yang menyembul dari lautan. Bersantai di sini ditemani angin yang sejuk rasanya tak ingin beranjak.

Segala hal yang memorable, yang dapat dikenang indah, dapat membantu kita mengurangi stres akibat tekanan. Dengan menyaksikan kembali dokumentasi perjalanan kita, akan membuat kita kembali merasakan bahagia yang dulu dirasa. Kenangan di Pantai Payangan maupun di pantai Papuma, suatu saat akan berguna bila stres menyapa. Jadi kapan Sobat Travelblog akan berkunjung ke pantai Payangan atau pantai Papuma?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.