Pesona Masjid Al Scadew di Kabupaten Madiun

0
1017
Masjid Scadew dari depan terlihat megah
Masjid Scadew dari depan terlihat megah.

Masjid Scadew atau singkatan dari nama Sisca Dewi yang merupakan seorang pemilik masjid tersebut. Berlokasi di dekat Jalan Raya Geger-Madiun seringkali menjadi tempat mampir berbagai golongan masyarakat. Selain menjadi tempat beribadah, masyarakat seringkali datang untuk mengambil swafoto atau selfie ria. Mulai kalangan anak-anak hingga kakek-nenek tak mau kalah mengabadikan pemandangan masjid yang memiliki arsitektur tak biasa ini.

Mengabadikan momen di depan Masjid Scadew
Mengabadikan momen di depan Masjid Scadew.
Kaca adalah bagian yang menjadi ciri khas Masjid Scadew
Kaca adalah bagian yang menjadi ciri khas Masjid Scadew.

Warna masjid Scadew dominan dengan warna putih, dengan balutan pintu dan jendela berbahan dasar kaca, serta pencahayaan lampu berwarna kuning di pintu depan adalah paduan warna yang tepat untuk menampilkan kesan masjid yang megah.

Pemandangan Gunung Lawu dapat disaksikan dari Masjid Scadew
Pemandangan Gunung Lawu dapat disaksikan dari Masjid Scadew.

Pemandangan Masjid Scadew sangat indah di pagi atau sore hari. Masjid Scadew berada diantara persawahan yang berwarna hijau dan memiliki latar belakang  Gunung Lawu yang terlihat biru dan dihiasi awan berwarna ungu pada sore hari, seolah bangunan ini dipilih seniman hebat. Wanita dibalik pemilihan lokasi Masjid Scadew adalah Lisa, yang merupakan kakak dari Sisca Dewi. Pagar yang membatasi sisi kanan dan kiri masjid ini diterangi lampu berwarna putih terang.

Arsitektur Masjid Scadew dibuat langsung oleh Agus Suyanto, yang merupakan suami dari Lisa. Masjid Scadew jika dilihat dari luar memiliki dinding dengan ukiran oktagon atau bintang delapan. Oktagon seringkali dipakai di masjid-masjid di Indonesia. Selain itu pohon palem yang ditanam menghiasi halaman masjid.

Ketika saya datang, saya buru-buru mengabadikan gambar di depan masjid ini. Saya sarankan mengambil gambar saat matahari belum tenggelam sepenuhnya di ufuk barat. Karena akan memunculkan efek backlight atau membelakangi cahaya, sehingga wajah kita akan gelap. Hati-hati jika ingin mengambil foto di tulisan Masjid Scadew yang berada di depan, karena lokasi masjid dekat jalan raya yang dilalui kendaraan berat.

Pengunjung yang datang dari berbagai Daerah di Kabupaten Madiun, bahkan dari luar Kota. Meski baru dibuka bulan November tahun 2018 lalu, masyarakat datang dengan sendirinya karena ingin mengambil foto dengan latar belakang Masjid Scadew. Jika ingin mengambil gambar tidak ada biaya alias gratis.

Lampu kristal yang ada di tengah Masjid Scadew
Lampu kristal yang ada di tengah Masjid Scadew.
Pengunjung sedang sholat berjamaah
Pengunjung sedang sholat berjamaah.

Interior masjid terkesan mewah. Lampu kristal yang dipasang ditengah-tengah dengan perpaduan warna hitam dan putih di langit-langit masjid menampilkan kesan glamor. Fasilitas pendingin seperti AC yang terpasang di dalam Masjid mencapai 11 buah, sehingga suhu masjid tidak gerah di siang hari. Lantainya terbuat dari granit, seolah cermin yang menangkap kemegahan Masjid Scadew. Karpet sholat berwarna merah maroon. Khusus untuk kaum wanita tak perlu khawatir dengan mukena, karena tersedia cukup banyak mukena  didalam lemari.

Bagian samping Masjid Scadew
Bagian samping Masjid Scadew.

Tempat parkir motor dan mobil sangat luas. Tersedia parkir gratis, dengan petugas yang standby mengamankan lokasi. Tempat wudhunya sangat bersih. Jika ingin duduk-duduk atau mengambil gambar sangat diperbolehkan. Biasanya masyarakat yang datang mengambil foto di depan dan di samping Masjid. Disekitar Masjid juga tersedia steker atau colokan listrik untuk mencharger handphone.

Masjid yang berada di Desa Pagotan ini, walaupun di dekat sawah tetapi tidak susah jika ingin mengakses fasilitas publik. Seperti tempat makan, SPBU hingga Indomaret sangat mudah ditemui. Sayangnya karena lokasinya dekat dengan persawahan, maka jika malam hari banyak serangga sawah yang berjatuhan di lantai depan masjid. Hal ini karena cahaya dari Masjid Scadew yang seolah mengundang serangga untuk datang. Kabar baiknya, kita bisa menyaksikan bintang-bintang di angkasa hanya dengan menengadah keatas langit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.