Pesona Kawah Putih Bandung Seperti di Negeri Dongeng

0
256
Pengunjung berfoto di tepi kawah.
Hola Go
Hola Go

Saat ke Bandung, tidak ada keinginan lain kala menikmati bentang alam selain ke Kawah Putih Ciwidey. Makanya, saya langsung mengajak keluarga besar saya yang sedang mengunjungi om di Kota Bandung. Apalagi, rumah om berada di daerah Soreang, Bandung Selatan yang lebih dekat dengan daerah Ciwidey. Jadi, keinginan saya ini segera dikabulkan.

Kami berangkat sebelum tengah hari. Di tengah perjalanan ke arah kawah Putih, kami singgah sejenak menyantap nasi timbel di sebuah warung masakan sunda. Ah, nikmat sekali. Pedasnya masakan itu benar-benar menjadi obat yang mujarab di tengah dinginnya udara Bandung.

Perlu sekitar 30 menit dari rumah om kami hingga kami tiba di loket. Selepas membayar tiket masuk dan parkir, ternyata kami harus berkendara sejauh kurang lebih 5 km menuju pintu masuk. Dengan jalan berliku dan pepohonan di kanan kiri yang sejuk, perjalanan panjang itu seakan tak berasa.

Ontang-Anting yang membawa penumpang.

Jika tak membawa mobil, pengunjung bisa menaiki ontang-anting – sejenis angkot – dari arah pintu masuk. Uniknya, berbeda dengan angkot pada umumnya, kendaraan ini tak memiliki kaca. Ia dibiarkan saja terbuka sehingga pengunjung bisa menikmati segarnya udara. Kalau saja kami tidak membawa mobil, pasti kami akan menaikinya. Lantaran sudah ada mobil yang bisa sampai ke dekat pintu masuk, kami hanya perlu duduk manis.

Sekira 10 menit kemudian, sampailah kami di tempat parkir. Saat menuju pintu masuk, banyak penjaja masker yang menjual barang dagangannya. Tanpa pikir panjang, kami segera membelinya lantaran dari cerita yang kami dapat, bau belerang di Kawah Putih sangat pekat. Masih harus berjalan kaki lagi, kami pun bersemangat untuk menuju area kawah.

Hingga akhirnya, warna biru toska dari Kawah Putih tampak samar-samar. Saya sangat antusias dan bahagia lantaran bisa melihat langsung salah satu keunikan alam di Bandung ini. Walau warnanya tidak putih seperti namanya, itu tak masalah. Warna kawah yang unik ini malah menyuguhkan daya tarik. Terlebih, asap pekat yang keluar dari bibir kawah semakin membuat saya takjub.

Sebuk dan batuan belerang yang dijual.

Saya seakan berada di negeri dongeng yang sering saya baca di buku atau majalah. Suasananya berbeda sekali. Pohon-pohon yang meranggas dan bebatuan putih yang memagari sisi kawah membuat keindahan itu semakin paripurna. Apalagi, saya datang saat senja menjelang, berkas sinar mentari yang tipis memancari bibir kawah. Refleksi cahaya yang dihasilkan benar-benar pas.

Kami mengambil foto di beberapa sudut kawah. Mulai dari di dekat bebatuan, jembatan, hingga mendekati bibir kawah. Kami harus hati-hati karena air kawah yang sangat panas. Makanya, peringatan untuk tidak terlalu mendekati bibir kawah terpajang  di berbagai sudut. Ini penting agar pengunjung tetap berhati-hati.

Baca juga:

JAKARTA-BANDUNG DITEMPUH LEBIH CEPAT DENGAN KA ARGO PARAHYANGAN EXCELLENCE

TRAVELING KE 4 PEMANDIAN AIR PANAS YANG POPULER DI BANDUNG

Kawah Putih sendiri merupakan danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Gunung ini adalah salah satu gunung berapi aktif di Jawa Barat. Beberapa pendaki saya temui saat berada di Kawah Putih ini. Entah dari mana jalur pendakian yang ada, yang jelas mereka tampak antusias untuk memulai pendakian ke gunung tersebut dari Kawah Putih.

Peringatan untuk berhati-hati.

Saat hari semakin senja, kami pun mulai turun meninggalkan lokasi. Selain kabut yang semakin pekat, adik dan sepupu saya mulai mengalami sesak nafas karena tidak terbiasa berada di ketinggian. Udara yang dingin juga semakin menusuk kulit. Sebelum kami beranjak pulang, saya menyempakan untuk membeli oleh-oleh berupa batu dan serbuk belerang. Menurut para penjual, khasiat batu dan serbuk belerang ini sangat banyak. Semisal, mengobati asam urat, penyakit kulit, dan menyembuhkan luka. Dengan harga Rp. 5.000 saja, satu bungkus produk tersebut pun kami beli.

Tak ada kata-kata lain yang bisa menggambarkan kepuasan mengunjungi Kawah Putih ini. Sebuah karunia Tuhan yang wajib disyukuri.

Hola Go
Hola Go

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.