Pesona Kawah Ijen

0
1571
Cantiknya Kawah Ijen.

Kawah Ijen, terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Sebuah danau cantik berwarna biru tosca yang berada diatas Gunung Ijen. Gunung Ijen sendiri memiliki ketinggian 2.443 Meter diatas permukaan laut, merupakan salah satu danau air asam terbesar didunia. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Saya sudah berkali-kali mendaki Gunung Ijen, pertama kali pada tahun 2009 saat saya pindah di Kota Jember, karena memang cukup dekat akses ke kawah ijen kalau dari Kota Jember. Pada saat itu sih masih sepi, gak seramai seperti sekarang. Saya kembali mengunjungi Kawah Ijen, beberapa kali sebagai guide teman-teman saya dari luar kota yang penasaran dengan Pesona Kawah Ijen.

Akses untuk mengunjungi Kawah Ijen sebenarnya bisa lewat Banyuwangi dan dari Bondowoso, kebetulan karena saya tinggal di Kota Jember, jadi pada saat berangkat saya memilih lewat Kota Bondowoso, yang hanya berjarak kurang lebih 30 menit s/d 45 menit dari Kota Jember. Tapi pada saat pulang, saya mencoba akses lewat Kota Banyuwangi, dan memang memiliki akses jalan lebih bagus daripada lewat Kota Bondowoso.

Kawah Wurung.

Alasan saya memilih lewat dari Bondowoso, saya juga ingin mengunjungi Kawah Wurung sebelum lanjut ke Kawah Ijen, jadi sekali berangkat 2 kawah terlewati. Kenapa disebut Kawah Wurung? Wurung dalam bahasa Jawa berarti tidak jadi, jadi Kawah Wurung berarti Kawah yang tidak jadi, dan sekarang ditumbuhi ilalang-ilalang tinggi yang instagramable untuk dijadikan tempat foto. Dan seperti yang saya bilang, kondisi jalannya masih belum terlalu bagus untuk menuju lokasi Kawah Wurung ini.

Biasanya saya mengunjungi Kawah Ijen hanya selama 2 hari 1 Malam saja, pada saat weekend. Jadi tidak perlu mengajukan cuti panjang. Hari sabtu pagi-pagi sudah berangkat dari Kota Jember, sekalian sarapan di jalan, siang hari sudah sampai di Kawah Wurung, sekalian istirahat dan makan siang bekal yang kita bawa, sekalian menikmati keindahan padang ilalang dan hawa yang sejuk dari Kawah Wurung dengan meminum segelas kopi, dan melanjutkan perjalanan ke Lokasi Kawah Ijen.

Kebetulan saya memilih menginap di Belawan Guest House, sebenarnya di dekat Kawah Ijen ada 3 Guest House yang bisa kita jadikan alternatif untuk menginap sebelum berangkat ke Kawah Ijen. Arabica Guest House, Belawan Guest House dan Kalisat Jampit Guest House. Kenapa saya memilih Belawan Guest House, karena disana dekat dengan sumber mata air hangat, jadi bisa bersantai sambil berendam air hangat sebelum naik ke Kawah Ijen di malam harinya. Selain itu juga satu lokasi dengan Air Terjun Little Niagara. Jadi sekali berangkat 2 lokasi bisa kita kunjungi sekaligus. Gak mau rugi banget ya kesannya. Hahahaha….

Malam harinya sekitar pukul 12.00, dari Belawan Guest House, saya mulai berangkat ke lokasi Kawah Ijen. Perjalanan dari Belawan Guest House ke Paltuding atau rest area sekitar setengah jam. Memang sengaja berangkat lebih awal, agar saya tidak terlambat menikmati Blue Fire, api biru yang sangat terkenal di Kawah Ijen.

Blue Fire atau api biru ini hanya bisa dinikmati pada malam hari, karena pada saat matahari sudah muncul. Warna biru nya kalah dengan sinar matahari. Jadi kalau memang tujuannya adalah berburu Blue Fire Kawah Ijen yang terkenal itu, saya sarankan berangkat lebih awal, sebelum matahari terbit.

Sunrise Kawah Ijen.

Dari Paltuding atau rest area ke Kawah Ijen, kira-kira berjarak 3 Km. Dengan jalan yang agak menanjak. Tapi perjalanan itu akan terbayar pada saat sampai di puncak. Pemandangan Kawah Ijen memang sangat indah. Diawali dengan track hiking yang lumayan menantang, dilanjutkan dengan berburu Blue Fire dan Sunrise yang gak terlupakan. Perjalanan yang komplit dan unforgettable.

Kalau memang waktu masih memungkinkan, saya sarankan sih, pas perjalanan pulang mampir dulu ke Air Terjun Belerang Kalipahit. Air terjun ini juga letaknya tidak terlalu jauh dari Paltuding. Air nya berwarna kuning kehijauan karena kandungan belerang yang tinggi. Namun terakhir saya mengunjungi Air Terjun Kali Pahit ini, banyak coretan-coretan di batu-batu disekitar air terjun. Jadi agak sedikit mengurangi keindahan pesona air terjunnya.

Jadi buat teman-teman yang menyebut dirinya traveler tolong tetap jaga bersama ya… stop vandalisme, jangan pernah mengotori alam, bawa sampah mu pulang. Nikmati, lestarikan, jaga keindahannya dan jangan merusak. Vandalisme dan corat coret itu gak keren sama sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.