Pesona Dua Kuil Terindah di Chiang Mai, Thailand

0
323
Pusat Wat Phrathat Doi Suthep, candi yang dilapisi emas dan dikelilingi oleh umat yang berdoa dengan membawa dupa.

Selain kota Bangkok dan Pattaya, salah satu kota yang menarik dan wajib untuk dikunjungi saat berwisata di Negara Thailand adalah kota Chiang Mai. Kota yang terletak di bagian utara Thailand ini sering kali disebut dengan Yogya-nya Thailand oleh wisatawan asal Indonesia, hal tersebut berkaitan dengan kemiripian antara suasana kota dan kentalnya unsur historical yang dimiliki oleh kedua kota tersebut. Kunjungan saya di kota Chiang Mai kali ini adalah dalam rangka magang di salah satu Universitas terbaik di Thailand, yaitu Chiang Mai University. Untuk menuju Chiang Mai, saya harus transit terlebih dahulu di Bangkok, kemudian melanjutkan penerbangan domestik menuju Chiang Mai, dengan total perjalanan selama 6 jam. Tiket penerbangan saya pada saat itu adalah sebesar Rp 1.300.000.

Selagi melakukan penelitian, tentu saja saya menyempatkan waktu untuk berwisata di kota Chiang Mai dan wisata di Thailand sudah pasti identik dengan wisata kuil di mana daerah Chiang Mai memiliki sekitar 300 kuil dan dua di antaranya yang menarik perhatian saya adalah kuil Wat Phrathat Doi Suthep dan Wat Chedi Luang. Kedua kuil tersebut merupakan kuil yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, karena kedua kuil terebut memiliki pesona keindahannya masing-masing.

Wat Phrathat Doi Suthep (Doi Suthep) merupakan salah satu kuil tercantik sekaligus paling suci bagi warga Thailand. Kuil ini dibangun sejak tahun 1383, pesona kuil yang dilapisi pagoda warna emas itu telah membawa wisatawan datang untuk sekadar menikmati keindahannya atau untuk berdoa. Siapapun diperkenankan untuk masuk ke dalam kuil dengan syarat menggunakan pakaian yang sopan dan melepas alas kaki, di dalam kuil terdapat ruangan tempat para biksu berdoa dan pada bagian inti kuil yang disebut dengan Chedi berlapis emas terdapat umat yang berdoa mengelilingi Chedi searah jarum jam sembari membawa dupa. Selain menikmati keindahan kuil, kita juga dapat melihat hamparan keindahan kota Chiang Mai dari ketinggian.

Tampak dalam Vihara megah di Wat Chedi Luang tempat umat berdoa.

Perjalanan menuju Doi Suthep dari pusat kota Chiang Mai dapat ditempuh menggunakan Songtheaw (angkutan kota) merah yang dapat disewa sekitar 600 bath per mobil dengan kapasitas sekitar 6 orang penumpang. Bagi wisatawan yang sering mabuk darat, harus bersiap-siap, karena perjalanan menuju Doi Suthep sangat berkelok-kelok menaiki daerah pengunungan dengan perjalanan selama ± 45 menit. Tiket masuk untuk foreigner dikenakan sebesar 30 bath dan gratis untuk warga Thailand, menurut saya waktu terbaik untuk datang ke kuil ini adalah pagi hari untuk menikmati udara yang sejuk dan tidak terlalu banyak wisatawan lainnya, kuil ini buka pada pukul 06:00.

Wat Chedi Luang berada di bagian kota tua atau Old Town Chiang Mai, Wat ini merupakan ikon kota Chiang Mai yang memiliki kuil tertinggi yaitu setinggi 98 meter dan berdiameter 54 meter. Kuil ini dibangun pada tahun 1481 oleh Raja Mengrai. “Luang” yang berarti besar dalam dialek Thailand, mendeskripsikan kuil ini sebagai kuil yang megah, wat ini terletak dalam kompleks yang cukup luas dengan bangunan utama kuil Buddha-nya yang sangat besar dan ramai dikunjungi turis maupun orang yang datang untuk beribadah. Dibelakang bangunan utama terdapat reruntuhan candi dari bata merah yang masih terawat, juga terdapat dua kuil lainnya dengan bentuk arsitektur bangunan yang sangat indah.

Candi dengan dominasi bata merah yang merupakan salah satu Ikon wat chedi luang. Terdapat patung Buddha yang mengarah pada seluruh penjuru mata angin.

Keberadaan Wat Chedi Luang yang tidak terlalu jauh dari pusat kota membuat Wat Chedi Luang lebih mudah untuk dikunjungi dan salah satu cara terbaik untuk mengunjungi wat ini adalah dengan menyewa sepeda motor disekitaran pusat kota dengan harga sebesar 250 bath per hari, karena setelah mengunjungi Wat Chedi Luang terdapat banyak tempat wisata lainnya pada daerah yang sama seperti Wat Pan Tao, Wat Muen Lan dan daerah untuk memberli souvenir atau mencari jajanan khas Chiang Mai di daerah Tha Pae Walking Street. Tiket masuk Wat Chedi Luang dikenakan sebesar 100 bath dan waktu terbaik untuk berkunjung ke kuil ini adalah sore hari agar tidak terlalu panas sehingga dapat menikmati suasana senja dengan tenang, kuil ini beroperasi dari pukul 08:00-17:00.

Chiang Mai memiliki tiga musim, yaitu musim hujan pada bulan Mei-September, musim dingin November-Januari dan musim panas pada bulan Maret-April, maka menurut saya waktu terbaik untuk mengunjungi kota Chiang Mai adalah pada bulan November-Januari agar dapat bekeliling kota dengan lebih nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.