Pertama Kali Traveling? Berikut Cara Agar Tidak Norak Pada Pengalaman Traveling Pertamamu.

0
366
Pengalaman Pertama Traveling

Bagi yang baru saja merasakan pengalaman pertama sebagai traveler tentu bukan hanya persoalan packing, tempat transit, dan budget. Terlepas dari itu semua, bagi Traveler baru atau bahkan mungkin yang sudah terbiasa dengan perjalanan jauh harus mengetahui tata krama pada saat perjalanan jauh.

Tentu tidak ingin kan pengalaman traveling pertamamu buruk? Untuk menghindari kesan “Turis Norak” saat berkunjung ke tempat jauh, tidak ada salahnya untuk melakukan beberapa hal ini.

Riset Destinasi
Memutuskan untuk mengunjungi tempat baru, tentu kita harus tahu banyak tentang destinasi yang akan dikunjungi. Salah satu contohnya tata cara berpakaian dan tingkat kriminalitas destinasi yang akan dikunjungi. Selain untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, hal tersebut dapat menghindari “Cap Norak” dari orang setempat.

Belajar Bahasa Setempat
Poin ini sangat memudahkan kita pada saat kita sedang traveling, walaupun pada dasarnya kita merasa cukup dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar saat berada di destinasi wisata, namun, tidak semua destinasi terutama di luar Indonesia, warga setempatnya tidak bisa berbahasa Inggris. Maka, tidak ada salahnya mencoba belajar walaupun sedikit bahasa yang digunakan warga lokal. Hal lain dari memudahkan kita sebagai turis, warga lokal akan sangat merasa dihargai jika kita berusaha menggunakan bahasanya.

Berpikiran Terbuka
Saat kita sedang berinteraksi dengan warga lokal, terimalah pendapatnya dengan pikiran terbuka dan hindari perdebatan yang tidak perlu. Harus ditanamkan dalam diri jika kita adalah “tamu” bagi mereka.

Gunakan Transportasi Publik
Menggunakan transportasi publik saat berkunjung ke destinasi wisata adalah cara terbaik untuk mengekslorasi tempat baru. Berbagai opsi transportasi seperti Bus dan Kereta bisa menjadi pilihan. Terlebih, beberapa negara menggunakan opsi tersebut sebagai transportasi umum yang digunakan oleh warga lokal.

Jangan Terlalu Berekspektasi
Tidak semua destinasi wisata begitu modern layaknya Bali, ataupun New York. Semisal, jika ingin pergi ke pantai Lombok dan berharap akan merasakan night life layaknya di Bali, tentu jangan berharap perasaan tersebut akan sama persis. Begitu juga ketika jalan-jalan ke Singapura dan Malaysia, jangan berharap berlibur ke dua tempat itu akan sama rasanya seperti pergi ke kota besar layaknya New York. Tentu akan terasa beda karena setiap destinasi wisata memiliki karakter yang berbeda dan keunikan yang berbeda. Nikmati saja setiap perjalanannya agar tidak berekspektasi tinggi dengan destinasi pilihanmu.

Gunakan Produk Lokal
Membeli oleh-oleh kini tidak perlu bingung, karena produk lokal bisa dijadikan opsi terbaik. Tentu saat kita berkunjung ke destinasi wisata, hal yang pertama kali ingin dirasakan yaitu rasa yang otentik dari tempat wisata tersebut bukan? Hal ini tentu berlaku bukan hanya oleh-oleh saja, namun hal ini berlaku untuk pilihan hotel dan tempat makan lokal. Daripada pergi berlibur namun menyantap makanan yang sama atau menginap di hotel yang di mana-mana ada. Mengapa tidak mencoba untuk makan makanan khas dan menginap di penginapan lokal?

Meminta Izin Sebelum Memotret
Sah-sah saja jika ingin memotret objek wisata. Namun, meminta izin terlebih dahulu, jika ingin memotret terutama jika objeknya adalah warga lokal atau orang lain. Tentu tidak ingin kan liburan rusak karena mengganggu warga lokal?

Hormati Aturan Setempat
Melihat dari poin sebelumnya, tempatilah diri sebagai “tamu” agar selalu ingat untuk mengikuti setiap aturan yang ada pada tempat yang kita kunjungi untuk menghormati warga lokal.

 

Penulis : Nadia Khalishah

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.