Pengalaman Solo Traveling Mengunjungi Situs Curug Dago

0
224
Prasasti Thailand dan Curug Dago.

Curug atau air terjun Dago terletak masih satu lokasi dengan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ir. Juanda namun terpisah dari kompleksnya. Air terjun Dago tepatnya berada di Jalan Dago Pojok, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Air terjun Dago memiliki ketinggian sekitar 12 meter dan berada 800 meter di atas permukaan laut. Pantas saja di sini udaranya terasa cukup dingin.

Akses menuju Curug Dago terbilang sangat mudah. Bila dari terminal atau stasiun Bandung tinggal naik angkutan umum sampai di terminal Dago. Nah dari sini tinggal jalan kaki saja menuruni pertigaan di dekat terminal. Tak sampai 500 meter jaraknya. Tapi kalau mau naik ojek juga tidak masalah sampai di loket pintu masuk.

Tiket masuknya Rp15.000/orang dan bisa digunakan sekaligus untuk tiket masuk Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ir. Juanda yang berada di Desa Ciburial. Sebaliknya, jika tadi kita sudah membayar tiket di THR Ir. Juanda yang di Desa Ciburial, ke Curug Dago tak perlu membayar tiket lagi.

Situs Curug Dago.

Curug Dago merupakan warisan alam yang terbentuk dari aliran lava letusan Gunung Tangkuban Perahu pada 125 ribu dan 48 ribu tahun silam. Curug ini punya nilai penting bagi ahli geologi dalam menyibak geologi Cekungan Bandung, bersama Curug Omas Maribaya, Curug Lalay, Curug Panganten Cimahi, dan Curug Cindulang. Air terjun Dago dialiri Sungai Cikapundung.

Dalam Buku Bandung Purba yang ditulis oleh Anggota Masyarakat Geografi Indonesia, T. Bachtiar dan Dewi Syafriani menyebutkan, berdekatan dengan Curug Dago terdapat kaldera bekas letusan Gunung Sunda. Bekas letusan gunung api purba itu menjadikan Curug Dago dan sekitar sebagai sumber air bagi kawasan hilir Bandung.

Di sekeliling tempat ini adalah hutan bambu, juga ada area bermain. Akses menuju air terjun sudah tertata dengan baik. Namun bisa saya katakan seperti menuruni bukit yang terjal. Kabar baiknya, sudah dibuatkan anak-anak tangga dan sudah disemen atau dicor serta diberi pegangan yang aman. Jadi kita tinggal menuruni anak-anak tangga yang curam itu saja.

 

Jalur ke curug yang curam tapi aman.

Bila kita berkunjung ke air terjun, biasanya kita akan berbasah-basah ria bermain air. Namun tidak begitu di air terjun ini. Tidak ada sama sekali tempat untuk bermain air. Bahkan airnya pun terlihat tidak begitu jernih. Lantas, apakah yang menarik? Yang menarik adalah bangunan merah berisi prasasti peninggalan kerajaan Thailand.

Selain suasana tenang dan dingin, di situs Curug Dago kita bisa napak tilas sejarah persahabatan Indonesia dengan negara Thailand. Di lokasi di bawah air terjun terdapat bangunan berwarna merah dan di dalamnya terdapat prasasti yang dipersembahkan oleh Raja Thailand Chulalongkorn atau Rama V dari Dinasti Chakri.

Dalam buku A Diary of The Last Journey to Java in 1901, dituliskan bahwa Raja Siam [Thailand] Chulalongkorn II atau Rama V datang dua kali ke Curug Dago. Kunjungan pertamanya tahun 1896. Selang lima tahun kemudian, tahun 1901 ia datang kembali. Lalu 27 tahun kemudian disusul kunjungan cucunya Raja Rama VII.

Curug Dago.

Lokasi curug Dago bisa dibilang tersembunyi di antara perbukitan namun hulu atau puncaknya terlihat di jembatan saat kita baru datang. Awalnya saya merasa seram dan penuh pertimbangan antara mau turun atau tidak. Namun ternyata dari atas jembatan itu saya tergoda setelah melihat prasasti Thailand yang berwarna merah menyala.

Dengan mempertimbangkan adanya banyak orang di sekitar air terjun dan juga banyak penduduk sekitar yang berlalu-lalang jalan kaki atau naik sepeda pancal maupun sepeda motor, akhirnya saya berani menuruni puluhan anak tangga yang curam itu tadi. Wah, mendebarkan juga. Dan yang paling menantang adalah perjalanan kembali ke atas menaiki tangga yang terjal. Lumayan bikin ngos-ngosan.

Tepat usai saya tiba kembali di atas, rasa lapar langsung menyerang. Saya langsung menuju warung makan yang di area ini dan memesan gado-gado dan bakso masing-masing setengah porsi. Puas dan kenyang. Pengalaman yang luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.