Pengalaman Pendakian Bersama Gunung Tampomas

0
725
Pendakian Bersama Gunung Tampomas.

Pada tanggal 22-23 Juni 2019 bagi kalian para traveler, pecinta alam, ataupun pegiat alam yang mendaki ke Gunung Tampomas, pasti merasakan suasana yang ramai di Gunung Tampomas. Tepat pada tanggal tersebut ada acara pendakian bersama yang diadakan oleh Aliansi Peduli Gunung Tampomas, Pemkab Sumedang, dan Karang Taruna. Tentunya ada banyak cerita yang terjadi dalam acara tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB kami dari Organisasi, Komunitas, dan Perorangan yang berfokus pada kegiatan alam bebas berkumpul di Balai Desa Cibereum Kulon untuk melakukan registrasi dan persiapan. Pada pukul 11.00, acara dimulai dengan pembukaan yang diawali oleh sambutan dari ketua pelaksana kegiatan, kepala desa Cibereum Kulon, dan perwakilan dari BBKSDA.

Pendakian bersama dimulai kurang lebih pukul 12.30 WIB. Pendakian ini merupakan momentum dari mereka yang memperjuangkan Gunung Tampomas dari segi kelestarian alamnya maupun pengelolaan pariwisata. Terjadinya peristiwa yang memakan korban beberapa waktu lalu menyisakan duka yang mendalam, sehingga secara cepat pengelolaan Gunung Tampomas harus segera dibenahi. Dari beberapa pemaparan yang disampaikan beberapa pihak, nampak persoalan batas wilayah juga menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan Gunung Tampomas.

Persoalan berkaitan dengan Pengelolaan Gunung Menjadi Objek Wisata Para pendaki nampaknya juga pernah terjadi di daerah lain persoalan yang hampir sama tentang batas wilayah juga menjadi salah satu persoalan disana. Batas wilayah yang selanjutnya menentukan tanggung jawab kewenangan instansi terkait juga merupakan hal penting yang selanjutnya menentukan salah satu instansi membuat sebuah kebijakan yang salah satu tujuannya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di daerah kewenangannya.

Suasana Puncak Gunung Tampomas.

Terlepas dari persoalan kewenangan dan pertanggungjawaban administratif, kelestarian alam, dan hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan, merupakan tanggung jawab bersama. Pendakian bersama Gunung Tampomas ini merupakan momentum untuk menanamkan kesadaran serta meningkatkan kesadaran dalam bentuk partisipasi konkret yang selanjutnya dilakukan oleh perorangan maupun organisasi tanpa kehendak pihak lain untuk berjuang bersama dalam hal kelestarian alam dan kemanusiaan.

Kondisi Gunung Tampomas saat ini bisa dilihat ketika kita mulai pendakian dari jalur Cibereum, kita akan melewati galian pasir yang luas sehingga jika kita memakai kendaraan atau berjalan kaki harus berhati-hati karena selain debu yang mengganggu penglihatan dan pernapasan, jalan yang dilalui juga berpasir dan bercampur berbatu. Selain itu, tumpukan sampah yang berada dekat di jalur ini juga dapat kita saksikan TPA (Tempat Pembuangan Akhir), sampah ini juga mengganggu keindahan Gunung Tampomas.

Suasana Puncak Gunung Tampomas.

Hadirnya pihak pemerintah daerah dalam hal ini Sekda Kabupaten Sumedang menjadi momentum semangat baru akan ditangani persoalan demi persoalan yang terjadi di Gunung Tampomas. Begitulah cerita yang saya tangkap saat mengikuti perjalanan pendakian bersama ini, karena “Boga Carita” itulah tema yang diusung pada kegiatan pendakian bersama ini.

Pendakian bersama ini memiliki banyak cerita, dimulai dari bertambahnya rasa syukur kita terhadap Tuhan atas segala nikmat yang diberikan, kita juga bisa merasakan bertambahnya teman, sahabat bahkan keluarga baru di acara ini. Tak lupa esensi menjaga gunung sebagai penyangga kehidupan juga menjadi makna yang didapatkan dalam perjalanan pendakian bersama. Pada prinsipnya, alam ini bukan warisan dari nenek moyang kita tapi merupakan titipan dari anak cucu kita yang harus kita jaga agar anak cucu dan keturunan kita bisa menikmati apa yang kita rasakan hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.