Pengalaman Mengeksplorasi Nusa Penida, Bali

0
1791
Kelingking Beach.

Nusa Penida, mungkin sudah banyak orang mendengar nama tempat ini banyak orang mengira Nusa Penida bukanlah bagian dari Bali, tetapi pada kenyataannya Nusa Penida merupakan salah satu bagian dari Pulau Bali. Di sini saya akan menceritakan perjalanan saya selama di Nusa Penida dan ini kali kedua saya ke Nusa Penida.

Pertama, ada beberapa akses menuju Nusa Penida, yaitu melewati Pelabuhan Padang Bai dan Pelabuhan Sanur. Jika kalian tinggal di Kota Denpasar, alangkah baiknya melalui Pelabuhan Sanur, karena jaraknya yang lebih dekat. Untuk biaya menaiki boatnya adalah Rp.75.000 per orang jika itu melalui Pelabuhan Sanur, namun jika melalui Pelabuhan Padang Bai makan hanya dikenakan biaya Rp. 50.000 per orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 – 45 menit, dengan jam keberangkatan dari pukul 08:00 – 17:00 WITA dari Pelabuhan Sanur.

Saya menghabiskan waktu 3 hari 2 malam untuk mengeksplorasi Nusa Penida. Pada hari pertama, saya berangkat di sore hari pada pukul 17:00. Sesampainya di sana, saya sudah disambut dengan indahnya sunset di Nusa Penida, dan akhirnya saya memutuskan untuk ke penginapan, pilihan penginapan di sana sangat banyak, mulai dari yang harganya murah sampai yang mahal juga ada. Penginapan yang saya dapatkan juga terhitung murah, yaitu hanya Rp. 100.000 per malam, dan tidak lupa juga untuk menyewa motor di sana dengan harga mulai Rp. 50.000 – Rp. 70.000 per hari.

Pantai Diamond.

Keesokannya, tepat pukul 04:00 WITA saya sudah memulai eksplorasi saya dengan melihat sunrise di Pantai Atuh, kemudian menlanjutkan ke Pantai Diamond, Rumah Pohon, Angel Bilabong, Broken Beach (Pasih Uug), Pantai Kelingking, dan terakhir di Crystal Bay. Jangan khawatir masuk ke pantai di Nusa Penida tidak perlu ngeluarin banyak uang, cukup membayar parkir saja sebesar Rp. 2.000 untuk motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.

Satu hal yang membuat saya tertarik itu ada pada Pantai Kelingking. Jika kalian ingin mengakses turun ke pantai tersebut, kalian harus melewati tangga yang alakadar dengan pegangan yang terbuat dari kayu. Untuk melewati tebing-tebing di sana, perjalanan yang ditempuh menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit. Biasanya kebanyakan orang hanya melihat keindahan Pantai Kelingking dari atas saja, karena memang tidak kalah indahnya. Untuk makan di daerah Nusa Penida itu relatif, tergantung dari makanan yang mau kita makan. Untuk saya sendiri, orangnya tidak mau terlalu repot, yang penting ada nasi. Untuk mencari makanan, saya berkunjung ke pasar malam yang menyediakan makanan seperti sate ayam, bakso, soto, dll. dengan harga yang masih masuk akal dan terjangkau.

Pura Goa Giri Putri.

Satu hal yang mungkin harus anda persiapkan, yaitu seorang guide, karena jika anda menghandalkan HP saja, maka akan kesulitan ketika tidak bisa mengakses internet. Hanya di tempat tertentu saja ada sinyal, lalu pastikan juga untuk selalu perhatikan bensin kendaraan anda, karena pom bensin letaknya cukup jauh, namun jangan khawatir karena terdapat banyak kios-kios yang menjual bensin botolan. Selain itu, jalan menuju tempat wisata masih ada yang kurang bagus, namun begitu tetap masih bisa dilewati.

Pada hari Terakhir saya di Nusa Penida, saya mengujungi salah pura yang unik, yaitu Pura Goa Giri Putri. Untuk masuk ke sana, kalian harus memakai kamben dan selendang. Tidak perlu membayar tiket masuk untuk memasuki pura tersebut, cukup berikan sumbangan seiklasnya saja. Hal yang membuat tempat ini unik adalah tempatnya, karena jalan masuk yang kecil dan harus sedikit merangkak. Namun ternyata begitu masuk, di dalamnya sangat luas dan juga dingin. Pada pura tersebut terdapat banyak orang-orang yang melakukan persembahyangan di sana, selain itu juga banyak wisatawan asing yang tertarik untuk melihat isi dalam Goa Giri Putri tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.