Pengalaman Backpackeran ke Yogyakarta

0
2314
Pengalaman Backpackeran ke Yogyakarta.

Kesempatanku berkunjung ke Yogyakarta untuk kedua kalinya sangat berbeda, aku pergi bersama seorang teman baik dengan menaiki kereta api dan hanya membawa daypack selama 3 hari. Hari pertama kami berangkat pada pukul 05:00 menuju Stasiun Senen Jakarta untuk mengejar jadwal kereta pukul 06:00. Masih ada waktu untuk mencetak tiket dan membeli sarapan, kemudian kami langsung memasuki kereta dan mencari tempat duduk. Ah, rasanya lega sekali setelah berlari mengejar waktu keberangkatan. Sepanjang perjalanan, kami benar-benar menikmati pemandangan dari setiap daerah yang dilewati. Jangan lupakan segelas teh untuk menambah bahagianya perjalanan.

Pada pukul 15.00, tibalah kami di Stasiun Yogyakarta, walaupun pegal karena duduk di kereta api kelas ekonomi ditambah dengan membawa daypack yang isinya penuh, but everything will be okay as long as you happy with your trip. Hal pertama yang kami lakukan saat tiba adalah mencari tempat makan dan menunggu motor sewaan datang di sekitar Stasiun Yogyakarta. Setelah dapat motor sewaan, barulah kami memulai mini trip Yogyakarta ini.

Tujuan pertama kami adalah Pantai Indrayanti, Gunung Kidul. Usul punya usul, temanku ini setahun yang lalu pernah ke sana, tapi tidak ingat rute jalannya, kami pada akhirnya memutuskan untuk mengandalkan maps untuk menuju ke sana. Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, temanku ini bilang, “kok, jalannya gini, ya? tahun lalu nggak lewat sini , deh”, yang membuat firasatku tidak enak, pada akhirnya kami bertanya kepada warga sekitar sambil tetap mengikuti rute dari maps. Alhasil, kami dibuat memutar jalan baru oleh aplikasi maps tersebut. Setelah kurang lebih 2.5 jam berjalanan, akhirnya sampailah kami di Pantai Indrayanti dan langsung beristirahat.

Pemandangan Laut dari Tebing.

Esok harinya kami duduk di Pantai Indrayanti sambil menunggu sunrise, dan akhirnya berenang sampai kelaparan. Lalu kami pergi mencari makanan dan berhenti di sebuah rumah makan. Entah karena lapar atau memang rasanya enak, kami menghabiskan semua makanan yang dipesan. Setelah makan, awalnya kami merencanakan untuk datang ke Parang Tritis, namun batal karena sesuatu hal. Akhirnya masuklah kami ke daerah Pantai Siung yang menurut informasi, terdapat sebuah bukit bernama Pengilon di sana. Sebenarnya memang tidak ada perencanaan objek wisata apa yang mau kami datangi, karena ingin mencari pengalaman dan menikmati trip kali ini. Dan untuk kedua kalinya kami tersesat lagi, kali ini di dalam hutan dan tidak ada pemukiman warga. Semakin dalam kami masuk ke daerah Pantai Siung tersebut, akhirnya kami bertemu dengan seorang warga yang berjaga di sana.

Pertemuan yang tidak disengaja dengan seorang lelaki paruh baya di pedalaman Tepus area Hutan Balong, Gunung Kidul. Ternyata beliau adalah Pak Slamet seorang penjaga kebun yang paham seluk-beluk hutan Balong, beliau bertanya ke mana tujuan kami dan dengan senang hati akan mengantarkan berkeliling Hutan Balong dan menunjukkan Bukit Pengilon, dengan trek yang cukup menguras tenaga, kami sangat malu dengan usia dan jiwa muda, tapi tidak sekuat beliau. Perjalanan yang panjang itu terbayar dengan pemandangan yang sangat indah berada di atas ketinggian tebing dan tersembunyi di dalam area hutan. Sungguh indah ciptaan Yang Maha Kuasa. Kami duduk terdiam dan terpesona sejauh mata memandang ke laut selatan, sambil berharap suatu hari bisa kembali kesini dan berjumpa dengan beliau.

Perjalanan Menuju Pantai.

Tibalah hari terakhir kami di Yogyakarta, kami menginap di sekitar Malioboro untuk berwisata kuliner dan berbelanja buah tangan. Tidak lupa kami berfoto di sepanjang jalan Malioboro dan menikmati kopi di sebuah kedai bernama Bake Sua and Coffee sebelum pergi menuju Stasiun Gede kota Yogyakarta. Dengan berat hati meninggalkan memori liburan kita di sepanjang jalan kota yang akan selalu kurindukan. Terimakasih Yogyakarta, karena sudah menyapaku dengan wajah baru setelah bertahun-tahun kembali kesini, dan tunggu aku dengan segala kerinduan untuk bertamu memulai perjalanan baru yang entah dengan siapa kelak bersamaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.