Pendakian Gunung Ciremai Via Apuy Majalengka

0
967
Puncak Gunung Ciremai 3078mdpl, Atap Tertinggi Jawa Barat.

Gunung Ciremai merupakan gunung berapi yang termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53′ 30″ LS dan 108° 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang biasa dipanggil oleh para pendaki sebagai atap Jawa Barat.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 mdpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Gunung Ciremai pernah mengalami kebakaran hutan pada tanggal 8 Agustus 2019 yang menyebabkan 4 jalur pendakian Gunung Ciremai ditutup. Luas hutan terbakar saat itu berkisar sampai 300 ha di wilayah dekat puncak, antara pos 5 (Jalur Pendakian Apuy) sampai pos sebelum puncak. Daerah sekitar puncak tidak terbakar karena vegetasi sangat jarang di sana dengan kerapatan tegakan +- 3-10 meter.

Basecamp Gunung Ciremai Via Apuy.

Pada saat kejadian Ranger di pos pendakian Apuy yang mendapat berita kebakaran di sekitar gunung Ciremai langsung berangkat ke lokasi kebakaran. Mulanya mereka membuat sekat bakar untuk menghentikan kobaran api, namun api merambat melalui sela-sela jurang dan tidak disadari oleh ranger di sana sehingga api menjalar dari bawah menuju atas. Kondisi tersebut menyebabkan mereka harus menyelamatkan diri dari kobaran api. Mereka diam di Goa Walet karena tempat tersebut asap tidak terlalu parah dan lokasinya memiliki air sehingga jika terjadi sesuatu mereka masih bisa menyelamatkan diri dengan air yang ada di Goa Walet tersebut.

Namun kejadian tersebut terjadi pada Agustus 2019. Pada akhir Desember 2019 Ciremai kembali dibuka dengan persyaratan pendakian yang berbeda. Untuk para pendaki yang ingin mendaki Gunung Ciremai bisa membaca informasinya di link tngciremai.com

Gunung Ciremai memiliki 4 jalur pendakian yaitu Jalur Apuy (Majalengka), Jalur Palutungan (Kuningan), Linggar Jati (Kuningan) dan Jalur Linggarsana (Kuningan). Jalur Linggarsana merupakan jalur baru untuk pendakian Gunung Ciremai. Jalur Linggasana yang dibuka tahun 2010 juga mudah diakses karena masih satu trayek jalan raya dengan jalur di Desa Linggarjati. Jalur pendakian lain ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara.

Pos 5 via Apuy, tempat pertemuan antara para pendaki dan Babi hutan yang sering mencuri makanan para pendaki.

Pada tanggal 15 Januari 2020 tim melakukan pendakian Gunung Ciremai melewati Jalur Apuy yang berada di Desa Argamukti, Kecamatan Majalengka. Pos pendakian bernama Pos Berod. Untuk transportasi menuju Pos Apuy (Berod) bisa dilakukan dengan menuju Terminal Majalengka menuju pos pendakian Apuy yang terletak di Desa Argamukti, Kecamatan Majalengka. Untuk pendaki yang menggunakan angkutan mobil pribadi diusahakan berhati-hati karena jalur dari terminal Majalengka menuju pos pendakian cukup curam dan berkelok, apalagi saat melewati Argamukti dan mulai masuk perkebunan warga. Jalan yang dilewati merupakan jalan yang baru diperbaiki serta hanya cukup untuk satu mobil serta masih menyisakan jalur tanah yang masih belum padat dan berpotensi menimbulkan erosi ditambah lagi jalur yang berkelok dan sempit.

Pendakian Gunung Ciremai melalui Jalur Apuy memiliki jalur yang Paling singkat dari jalur pendakian Ciremai yang lainnya, namun jalur yang dilewati miring dan terjal sehingga tidak mudah untuk dilewati. Pada saat kondisi cerah maka tubuh harus banyak minum air agar tidak dehidrasi dan pada saat hujan harus lebih berhati-hati karena tanah yang licin. Untuk lama dan jarak tempuh pendakian dari Pos Apuy menuju Puncak memerlukan waktu 375 sampai 405 menit atau 6 jam perjalanan waktu normal. Kuota pendakian di jalur pendakian ciremai via Apuy tersebut yaitu 506 orang per hari. Di pos Apuy/Berod memiliki sarana dan prasarana yang terbilang cukup lengkap, di antaranya pos tiket, pos jaga, shelter, papan petunjuk dan larangan, toilet, mushola, serta tempat parkir.

Jalur pendakian Gunung Ciremai via Apuy ini terdapat beberapa. Dulu Pos 1 berikut basecamp-nya ada di Berod. Tetapi sekarang Berod hanya jadi basecamp dengan warung-warung yang berjajar rapi serta telah dibangun kantor basecamp serta bangunan baru seperti audit tempat para pendaki diberikan pengarahan (safety talk) sebelum pendakian. Sedangkan Pos 2 Arban sekarang diubah menjadi Pos 1 Arban. Pos Tegal Pasang yang tadinya hanyalah pos bayangan sekarang menjadi Pos 2 Tegal Pasang.

Bekas Kebakaran di Pos 5 menuju Puncak Agustus 2019 silam.

Di Gunung Ciremai Jalur Apuy ini air sulit didapatkan. Sebab itulah kami membawa persediaan air yang banyak. Apalagi saat itu kami mendaki pada musim kemarau dan ada berita soal Gunung Ciremai yang terbakar Agustus 2019 silam.

Dari basecamp ke Pos 1 trek didominasi tanah, dan menanjak. Jalur yang kami lalui penuh dengan kepulan debu tiap kali kaki kami melangkah, benar-benar kering dan gersang. Waktu tempuh menuju pos 1 yaitu ± 45 menit dengan ketinggian pos 1 yaitu 1625 mdpl. Dari Pos 1 ke Pos 2 trek mulai membuat dengkul lemas. Masih berupa tanah namun lebih menanjak dan didominasi oleh akar-akar pohon yang menjulang tinggi. Waktu tempuh menuju pos 2 yaitu ± 1,5 jam dengan ketinggian pos 1 yaitu 1920 mdpl. Perjalanan masih sama seperti menuju Pos 2. Namun karena sudah berjalan cukup lama dan jauh, pendakian pun terasa semakin berat. Sebentar-sebentar kami istirahat untuk minum, lalu kembali berjalan untuk sampai ke Pos 3. Waktu tempuh menuju pos 3 yaitu ± 1 jam dengan ketinggian pos 1 yaitu 2096 mdpl.

Selanjutnya pos 4 Tegal Jamuju dengan ketinggian 2309 mdpl dan waktu tempuh ± 1,5 jam jalur curam dan landai. Jalur yang dilewati juga masuk ujung punggungan langsung melewati lembahan kemudian naik lagi ke punggungan yang sangat curam. Pos 4 ke Pos 5 Sanghyang Rangkah dengan ketinggian 2540 mdpl memerlukan waktu ± 1 jam. Pos 5 merupakan pos transit camp di mana pos tersebut merupakan Lokasi pendirian tenda di jalur pendakian Gunung Ciremai. Di pos 5 bisa masuk 21 tenda besar atau 37 tenda kecil.

Puncak Gunung Ciremai Pukul 05.30 di ketinggian 3078 mdpl.

Pada malam hari tepatnya hari mulai gelap biasanya akan muncul beberapa ekor babi di pos tersebut, sehingga para pendaki dihimbau untuk menaruh segala macam makanan serta sampah di atas pohon. Hewan tersebut juga sering mengganggu para pendaki, pernah beberapa kasus babi masuk ataupun merusak tenda karena ingin mengambil apapun yang mereka anggap makanan.

Summit Attack menuju puncak dilakukan pada pagi hari berkisar antara pukul 03.00 menuju siang karena waktu tempuh yang diperlukan yaitu 1,5 jam sampai 2,5 jam tergantung kekuatan fisik pribadi dan kelompok masing-masing. Biasanya dari pos 5 menuju simpang Apuy – Palutungan memerlukan waktu ± 1 jam serta dari simpang Apuy melewati goa walet dan puncak membutuhkan -waktu rata-rata ± 1 jam. Pada lokasi Goa Walet biasanya masih terdapat para pendaki yang menginap di sana, namun biasanya pendaki dari jalur Palutungan karena dari jalur tersebut memiliki jalur yang lebih panjang dibanding jalur Apuy. Jalur menuju puncak Gunung Ciremai Jalur Apuy berbeda dari pos-pos sebelumnya. Jika trek sebelumnya melewati tanah kering dan perakaran pohon (tak jarang ada pohon besar yang tumbang menutupi jalur pendakian) jalur ketika summit attack lebih didominasi oleh bebatuan terjal, juga pasir licin yang sering membuat kaki tergelincir.

Puncak Gunung Ciremai dari jalur Apuy dan Palutungan dinamakan Puncak Majakuning karena puncaknya terletak di antara Kabupaten MAJAlengka dan KUNINGan. Kawah kering Gunung Ciremai menjadi landscape yang paling pertama yang akan para pendaki lihat di sini. Dengan aroma belerang yang sedikit terhirup, awan yang berada lebih rendah dari kami, dan hutan Ciremai yang membentang luas. Sungguh suatu kesenangan tersendiri menikmati hamparan karya-Nya. Sungguh beruntung, angin tidak berhembus kencang; tidak seperti pengalaman lainku di puncak gunung di mana angin selalu bertiup kencang di kala siang. Di area puncak ini terlihat jalur percabangan via Linggarjati, dengan kata lain percabangan jalur Apuy dan Linggarjati ada di area puncak.

Puncak Gunung Ciremai 3078mdpl, Atap Tertinggi Jawa Barat.

Rangkuman Informasi Pendakian Gunung Ciremai Via Jalur Apuy Majalengka

Alamat Basecamp: Desa Padabeunghar, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Kontak Basecamp: 0852-2342-3847 (Pak Indi) / 0822-1530-1200 (Pak Toip)

Ketinggian Basecamp: ± 1.400 mdpl

Ketinggian Puncak: 3.078 mdpl

Tiket Masuk: Rp. 5.000,-/orang (Pendaftaran online) Rp.45.000,-/orang (dilunasi ditempat+tiket sekali makan) + Rp.25.000,- (Biaya cek kesehatan di basecamp)

Akses Kendaraan Menuju Basecamp: Kendaraan charter, Motor

Akses Kendaraan di Gunung: Motor (hanya saat keadaan genting menuju pos 1)

Sumber Mata Air:

  • Basecamp Apuy
  • Mata air diantara jalur pos I – pos II (akses yang sulit & sumber air sedikit)
  • Pos Goa Walet (sumber air sedikit)

Warung: Basecamp

Tempat Camp Ideal: Pos 5 selanjutnya kalua penuh di pos 4

Jumlah Pos: 6 (tidak termasuk puncak)

Jarak Antar Pos:

  • Basecamp – Pos I          : ± 45 menit
  • Pos I – Pos II                   : ± 1,5 jam
  • Pos II – Pos III                : ± 1 jam
  • Pos III – Pos IV               : ± 1,5 jam
  • Pos IV – Pos V                 : ± 1 jam
  • Pos V – Pos VI                 : ± 1 jam
  • Pos VI – Puncak             : ± 30 menit

Total Estimasi Waktu Pendakian     : ± 7 – 8 jam

NB: Estimasi waktu pendakian tergantung pada kondisi fisik, kondisi mental, jumlah rombongan, kondisi cuaca, berapa lama berhenti, dan banyaknya waktu istirahat untuk sebat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.