Patat Belanda, Bukan Kentang Goreng Biasa

0
162
Patat dengan saus sambal yang (katanya) sangat pedas
Patat dengan saus sambal yang (katanya) sangat pedas

Ketika kita membayangkan makanan khas Belanda, mungkin yang akan kita bayangkan adalah haring (ikan herring), stroopwafel, atau keju edam. Tapi, coba deh sesekali berkunjung langsung dan berbaur dengan masyarakat lokal. Kamu akan menemukan fakta unik tentang makanan khas mereka yang sebenarnya bisa kita temukan di mana-mana. Kentang goreng!

Jika orang Amerika menyebutnya french fries, masyarakat Britania (dan beberapa negara koloni mereka) mengenalnya dengan nama chips, lain halnya dengan masyarakat Belanda. Mereka menyebut panganan karbohidrat ini dengan berbagai nama. Patat, Friet, Frieten, hingga Frites yang sama-sama merujuk ke kentang goreng.

Sebentar, di mana khas Belandanya? Kan cuma kentang goreng?

Kentang dipotong dan digoreng di waktu yang sama
Kentang dipotong dan digoreng di waktu yang sama

Seperti yang sudah kamu duga, makanan ini memang bukan asli makanan Belanda. Yang namanya kentang goreng pasti bisa kamu temukan di berbagai restoran cepat saji. Tapi, itu kentang goreng biasa, sedangkan kentang goreng “khas Belanda” ini agak berbeda.

Pertama, kentang goreng ala orang Belanda alias patat ini punya ukuran yang lebih besar. Coba deh kamu gigit jari tengahmu. Nah, ukuran kentang gorengnya masyarakat Belanda kira-kira seperti itu. Berbeda dengan french fries ala amerika yang selama ini kita kenal di mana ukurannya mirip sebuah pulpen. Tekstur patat juga lebih lembut dengan sensasi sedikit renyah di kulitnya, sedangkan french fries terasa lebih “kriuk” karena ukurannya yang kurus.

Tekstur patat yang renyah di luar dan lembut di dalam berasal dari proses pembuatannya. Patat yang enak haram hukumnya untuk masuk kulkas. Setiap kentang dipotong dengan alat khusus dan langsung digoreng di hari yang sama. Proses penggorengannya pun tidak hanya sekali, namun dua hingga tiga kali. Penyajiannya pun bukan di wadah kentang goreng seperti yang biasa kita lihat. Patat biasa disajikan di dalam lipatan kertas berbentuk segitiga alias paper cone, dengan siraman saus di puncaknya.

Patat dengan saus tomat klasik
Patat dengan saus tomat klasik

Kalau kita memesan kentang goreng di restoran hanya sebagai cemilan atau pemanis meja, orang Belanda terkadang membeli patat untuk makan siang. Bukan karena mereka tidak selalu makan nasi seperti kita, tapi memang karena ukuran penyajian patat berbeda jauh dengan kentang goreng yang biasa kita kenal di resto cepat saji. Kalau kamu terbiasa makan french fries medium lalu dilanjut cheeseburger, sebuah patat medium sudah cukup membuatmu kenyang dan berfikir dua kali untuk memakan si burger.

Hal kedua yang unik dari patat adalah sausnya. Jika selama ini kita biasa mengenal saus tomat dan saus sambal untuk teman makan kentang goreng, orang Belanda punya saus yang lebih bervariasi. Kamu bisa mencoba dari saus yang paling klasik: mayones. Ada pula saus kari, saus kacang, saus cabai, saus andalusia, hingga saus tartar. Total ada 17 saus yang bisa kamu pilih!

Lucunya, kamu harus membayar harga tambahan untuk saus, dan tiap saus punya harga yang berbeda-beda. Saus andalusia misalnya, dipatok lebih mahal dibanding saus mayones. Kamu juga bisa pesan tanpa saus jika ingin mencoba rasa original (atau lagi bokek).

Sebuah kedai yang menjual patat
Sebuah kedai yang menjual patat

Berbicara tentang variasi saus untuk patat, setiap saus tentu memiliki rasa yang berbeda-beda. Patatnya selalu enak, tapi tidak dengan semua sausnya. Saus samurai misalnya, dengan nama yang terdengar sangat keren ternyata hanya saus mayones pedas. Ada pula saus cabai yang penuh biji cabai dan diwanti-wanti “hati-hati, ini pedas banget” oleh penjualnya, yang ternyata tidak lebih pedas dari saus Bangkok botolan. Ada juga saus spesial bernama oorlog, yang biasa dibilang “Dutch banget” dan dijual dengan harga yang agak mahal. Meski saus ini cukup enak, namun saus ini juga cenderung zonk bagi bagi saya (dan mungkin orang Indonesia lainnya). Saus ini terbuat dari campuran saus mayones, saus kacang, dan irisan bawang. Terdengar familiar?

Hal unik ketiga dari kentang goreng ala Belanda adalah namanya. Jika kita menyebut makanan karbohidrat tinggi ini dengan kentang goreng (memangnya apa lagi?), lain halnya dengan di Belanda. Setiap daerah memiliki “nama panggilan kentang gorengnya” masing-masing. Patat, Friet, Frieten, hingga Frites, meskipun nama yang paling umum adalah patat dan frites. Kalau kamu penasaran, kamu bisa  mengunjungi website patatoffriet.nl yang menjelaskan betapa uniknya nama kentang goreng di Belanda. Beda di wilayah utara, beda pula di wilayah selatan. Ya, saking uniknya bahkan kentang goreng punya berbagai nama, website dan petanya tersendiri.

Apapun nama dan sausnya, kalau kamu berkunjung ke Belanda tidak ada salahnya kok mencoba kentang goreng alias patat mereka. Atau frites, kalau kamu kurang nyaman dengan namanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.