Pasir Putih Pantai Cemara Banyuwangi

0
402
Bermain layang-layang dengan latar Pulau Bali.

Perjalanan saya ke Banyuwangi telah sampai di sebuah pantai yang sedang naik daun. Pantai bernama Pantai Cemara ini berada sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Saya datang tepat tengah hari ketika matahari benar-benar menghadirkan sengatan panasnya. Walau demikian, Mas Setiawan, rekan saya berlibur di kota ini meyakinkan saya untuk tidak khawatir.

Menurutnya, di Pantai Cemara nantinya akan ada kesegaran dan nuansa berbeda yang saya dapat. Saya pun yakin dengan apa yang ia ucapkan. Ternyata persepsi tersebut benar adanya. Baru saja saya masuk dan membayar tiket seharga 2.000 rupiah per orang, kesegaran pun menyeruak.

Hutan mangrove kecil yang membatasi pintu masuk dengan wilayah pantai membuat panas yang saya rasakan mendadak sirna. Hutan ini juga menjadi pelindung wilayah pemukiman yang ada di sekitar pantai dari ganasnya ombak. Makanya, papan peringatan untuk menjaga hutan bakau banyak tersebar di sekitar tempat itu.

Hutan Mangrove di pinggir pantai.

Berjalan beberapa meter dari jembatan antara pintu masuk, hamparan pasir putih pun langsung saya saksikan. Benar-benar bersih dan putih. Hampir tak ada sampah yang tercecer di sana. Mas Setiawan kembali memberikan informasi bahwa ia dan beberapa komunitas pecinta lingkungan setiap minggu sekali membersihkan pantai ini dan beberapa pantai di Banyuwangi.

Menurutnya, langkah ini dilakukan agar pantai yang ada di sana tetap terjaga kebersihannya. Lebih dari itu, semua itu dilakukan agar wisatawan yang datang seperti saya menjadi nyaman. Juga, jumlah wisatawan yang berkunjung akan semakin banyak.

Saya mengamini hal itu. Melihat banyak anak kecil yang berlari bebas bersama orang tua mereka, itu merupakan buktinya. Beberapa di antaranya bahkan dengan asyiknya bermain layang-layang  di tepi pantai. Meskipun demikian, kegiatan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena ombak di Pantai Cemara cukup besar. Pantai ini sendiri berada di Selat Bali tetapi dekat dengan pertemuannya dengan Samudra Hindia.

Pohon cemara udang yang memenuhi bibir pantai.

Selain bermain layang-layang, kegiatan yang mengasyikkan di pantai ini adalah berfoto di sebuah ikon penyu besar yang ada di bibir pantai. Ikon penyu ini menandakan bahwa Pantai Cemara juga merupakan konservasi penyu dan anak penyu. Letak konservasi ini berada tak jauh dari wilayah pantai.

Beberapa kursi santai yang juga saya temukan di pantai lain juga tersedia di sini. Sayangnya, jarang sekali pengunjung yang memanfaatkan kursi tersebut. Alasannya, pengunjung harus membayar sewa seharga 10.000 rupiah untuk menikmatinya. Selain itu, letak kursi yang berada di spot yang cukup terik membuat wisatawan seperti saya enggan menikmatinya.

Mas Setiawan mengajak saya berteduh di pujaser saja. Namun, saya harus membeli makanan di sana untuk menghormati para pedagang. Saya pun setuju. Di sana, saya merasakan kesegaran dari deretan pohon cemara udang yang tumbuh mengelilingi pujasera. Pohon cemara udang  memang menjadi ikon pantai ini selain penangkaran penyu. Makanya, pantai ini dinamakan Pantai Cemara.

Menu rujak soto yang menggugah selera.

Kami duduk di lesehan dan memesan beberapa menu makanan. Dengan harga sebesar 5.000 hingga 10.000 rupiah, berwisata di pantai ini benar-benar menjadi tujuan liburan ke Banyuwangi yang murah meriah. Sambil menunggu makanan datang, saya berbincang dengan Mas Setiawan seputar keunikan pantai ini. Ternyata, dari kejauhan juga tampak Pulau Bali dengan rangkaian pegunungannya yang membuat panorama semakin indah.

Saking asyiknya kami berbincang, makanan yang kami pesan pun datang, yaitu semangkuk rujak soto yang merupakan makanan khas Banyuwangi. Seharga 7.000 rupiah saja, perpaduan antara rasa rujak yang dominan petis dan rasa soto yang gurih membuat kenikmatan duduk di Pantai Cemara ini semakin paripurna. Kalau saya tinggal di Banyuwangi, bisa-bisa saya ke pantai ini setiap hari. Suasananya benar-benar membuat hati nyaman.

Sayangnya, hari sudah semakin senja. Dengan berat hati saya pun pulang sembari menatap indahnya pantai ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.