Pasar Gedang Lumajang: Pasar Khusus Pisang

0
154
Pasar Gedang Lumajang.

Sebagai kawasan “Gemah Rimpah Loh Jinawi” yang tak lekang oleh zaman, Kabupaten Lumajang telah dikenal sebagai kawasan tentram, makmur, dan subur tanahnya. Bukan hanya pasir besinya yang terkenal, tetapi juga hasil bumi yang menjadi andalan. Hasil bumi seperti pisang, kelapa dan buah musiman juga menjadi andalan buah tangan oleh wisatawan lokal. Namun, dari sekian banyak hasil bumi, pisang lah yang menjadi ciri khas sekaligus julukan bagi Lumajang.

Jika Kota Batu memiliki julukan kota apel, Probolinggo dijuluki kota mangga, nah Lumajang dilabeli sebagai kota pisang. Sebagai kota pisang, hampir seluruh warga Lumajang yang menetap pasti memiliki minimal satu pohon pisang. Lumajang juga memiliki beberapa pasar tradisional yang pasti memiliki ruang khusus untuk penjual pisang menjajakan dagangannya. Dari keseluruhan pasar tradisional tersebut, ada satu pasar yang khusus menjual pisang. Gedang dalam kosakata bahasa jawa, berarti Pisang. Menandakan bahwa memang pasar ini ditujukan hanya untuk menjual aneka pisang.

Pasar adalah bagian penting dari sebuah pemukiman. Dari pasar kita mungkin akan tahu ciri khas pemukiman tersebut. Pasar yang berlokasi di dusun Krajan Satu, desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa timur ini telah ramai sejak sepertiga malam, puncaknya pada jam 5 pagi. Para pedagang yang berdatangan dari beberapa wilayah di Kabupaten Lumajang membawa berbagai macam pisang. Letak pasar yang berdampingan dengan jalan kabupaten, keramaiannya sering menyebabkan macet.

Terlihat penjual pisang menjajakan dagangannya.

Pada saat saya mengunjungi Pasar Gedang Lumajang, saya terlebih dahulu memarkirkan motor pada tempat yang telah disediakan. Pasar pada saat itu ramai oleh penjual yang menjajakan dagangannya dan pembeli yang sibuk memilih. Deratan motor yang memuat pisang, memanjang di pinggir jalan dan memenuhi pasar hingga setiap sudutnya. Berbagai jenis pisang bisa saya temui. Mulai dari besar dan panjang hingga yang hanya seukuran jempol orang biasa.

Jenis pisang yang menjadi ikon Kota Lumajang adalah jenis pisang agung, berbentuk paling besar dan panjang, hingga menyerupai singkong. Jenis-jenis pisang lain seperti pisang susu, pisang gajih, pisang raja nangka, pisang barlin, pisang ambon dan lainnya. Pisang ambon inilah yang paling menarik perhatian saya, alih-alih memiliki warna kuning seperti warna pisang pada umumnya, pisang ambon memiliki warna merah keunguan dan lebih tebal dari pisang lainnya. Masyarakat Lumajang menyebutnya dengan “pisang mbog”.

Pasar Pisang Lumajang.

Berbagai jenis pisang disuguhkan, dengan berbagai variasi harga. Mulai yang paling mahal hingga yang murah. Pisang yang paling mahal adalah pisang agung, bagaimana tidak harga yang ditawarkan untuk setandan pisang agung berkisar antara Rp 100.000 – Rp 150.000, for your information nih satu tandan pisang agung hanya berisi satu sampai dua sisir pisang. Pisang yang acapkali diburu adalah pisang gajih, harganya berkisar Rp 100.000 – Rp 150.000, namun berisi hingga 12 sisir pisang. Tentu harga ini bisa berubah, sesuai dengan kemampuan menawar kalian. Tetapi saya jamin harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan tempat lain.

Jika kalian ingin mengunjungi Pasar Gedang Lumajang ini, ada beberapa yang harus kalian perhatikan. Seperti memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan, memperhatikan buah yang akan dibeli, jangan sampai buah yang kalian beli sudah busuk, datanglah sebelum fajar untuk menghindari macet dan tawarlah jika harga terlalu mahal. Satu hal lagi yang perlu kalian tahu, jangan kaget ketika melihat warna pisang yang masih hijau, pisang yang berwarna hijau itu masih mentah. Namun, untuk menjadikannya matang, hanya ditaruh selama 2 – 3 hari akan matang sendiri. Kalian tertarik mengunjungi Pasar Gedang Lumajang, yuk tulis di destination list kalian?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.