Pasar Bandeng Sebagai Kearifan Lokal Unik di Gresik, Jawa Timur

0
847

Kebudayaan selalu memiliki eksistensi tersendiri pada setiap daerah, di mana kebudayaan merupakan keanekaragaman yang dibentuk oleh suatu masyarakat yang melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya. Indonesia memiliki beragam budaya yang menjadi ikon pada setiap daerahnya, sehingga keanekaragaman itu hal yang sangat wajar dan perlu kita jaga. Budaya juga mencangkup tradisi yang dilakukan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk menjaga warisan turun temurun dari nenek moyangnya. Tradisi pada setiap daerah pasti memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Itu semua dipengaruhi oleh kondisi geografis dan juga letak wilayah dari daerah tertentu, sehingga suatu tradisi khas akan mendominasi daerah tersebut. Setiap masyarakat akan memiliki suatu cara tersendiri untuk melestarikan dan menurunkan suatu tradisi kepada generasi berikutnya, baik itu secara otodidak maupun dengan proses belajar.

Salah satu daerah yang memiliki tradisi unik dan keberadaannya sudah sangat lama adalah daerah Jawa Timur, lebih spesifiknya adalah Kabupaten Gresik. Bisa dibilang tradisi turun temurun ini merupakan akulturasi dari budaya islam dengan budaya maritim, yang unik adalah keberadaannya yang hanya terjadi satu tahun sekali. Tradisi yang unik tersebut bernama Pasar Bandeng, mungkin untuk orang-orang wilayah Jawa Timur sudah tidak begitu asing dengan tradisi ini. Namun, untuk wilayah dari luar Jawa Timur mungkin tidak begitu mengetahui tentang tradisi unik ini, sehingga sedikit banyak saya akan mengulasnya pada artikel ini.

Suasana di Pasar Bandeng Gresik.

Pasar bandeng biasanya dilakukan pada malam ke-29 pada bulan Ramadhan, atau dua hari sebelum hari raya Idulfitri, dengan tujuan untuk menyambut malam takbiran atau untuk memeriahkan hari kemenangan umat muslim. Tempat penyelenggaraan tradisi ini berada pada sepanjang Jl. Samanhudi sampai Jl. Basuki Rachmat, atau lebih tepatnya berada di Pasar Inpress Gresik. Para pengunjung akan semakin ramai memadati pasar tersebut terutama ketika akan mendekati malam puncaknya, yang hadir bukan hanya penduduk lokal saja, tapi banyak juga pendatang yang sedang berkunjung dan penasaran ingin melihat bagaimana tradisi ini dilaksanakan. Tradisi ini bukan hanya untuk melestarikan tradisi lokal penduduk setempat, tetapi ada fungsi ekonomi, atau untuk era milenial bisa disebut bagian dari ekonomi kreatif yang berdampak dalam memberi peluang bagi warga sekitar agar bisa membantu perekonomiannya.

Pada tradisi ini bukan hanya berjualan ikan bandeng yang berukuran sangat besar, namun ada juga pedagang yang menjual berbagai ke khasan Gresik baik itu hasil kreasi, makanan, mainan, dan masih banyak lagi. Intinya sebagai ajang untuk meningkatkan ekonomi dan juga pengenalan berbagai hasil karya maupun alam dari Gresik untuk wilayah luar Gresik.

Pasar Bandeng Gresik.

Pasar Bandeng sendiri memiliki cerita sejarah yang berhubungan dengan salah satu tokoh penyebar agama islam di Jawa, yaitu Wali Songo. Pelopor dari tradisi pasar bandeng ini adalah Sunan Giri, di mana ia memiliki tujuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat sekitar dengan melihat potensi wilayah Gresik yang sangat cocok sebagai pertambakan dan hampir sebagian wilayah Gresik berupa tambak. Pada sekitar abad ke-15 Sunan Giri membantu perekonomian dengan membantu pemasaran hasil bumi Gresik melalui perdagangan yang sudah menjadi kebiasaan dari Sunan Giri.

Sejak saat itulah perekonomian dari masyarakat Gresik meningkat dan membaik, serta masyarakat mulai bersemangat dalam membuat suatu cara untuk memasarkan hasil alam khususnya pertambakan. Lalu terciptalah Pasar Bandeng seperti yang dikenal sekarang. Hal unik dari Pasar Bandeng adalah ikan bandeng yang dijual berukuran sangat besar, dengan harga yang disesuaikan, dan ikan bandengnya bukan hanya dari wilayah Gresik, namun ada dari wilayah sekitarnya seperti Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto. Puncak dari acara ini adalah ketika ada proses pelelangan bandeng, di mana akan dicari kontestan pemilik bandeng terbesar dan terberat untuk bisa mendapatkan hadiah dari salah satu penjabat pemerintah Kabupaten Gresik.

Proses Pelelangan Ikan di Pasar Bandeng.

Di sisi lain, pasar bandeng juga memiliki beberapa fungsi lain seperti, sebagai rasa syukur serta peringatan akan berakhirnya bulan Ramadhan, untuk berbelanja kebutuhan hari raya yang akan datang bersama kerabat, untuk memberitahukan kepada khalayak bahwa Gresik memilik potensi pertambakan yang sangat baik, dan yang paling penting adalah untuk melestarikan budaya Islam yang diwariskan oleh Sunan Giri agar tidak hilang termakan waktu.

Proses Pelelangan Ikan di Pasar Bandeng.

Selama ini pasar bandeng hanya diperkenalkan melalui duta pariwisata dan budaya Gresik saja dan hanya melalui beberapa media massa lainnya, sehingga kekurangan ini yang menjadikan tradisi unik dan berfalsafah ini kurang begitu populer dimata luar wilayah Gresik. Supaya tradisi pasar bandeng tetap selalu ada dalam pangkuan kabupaten Gresik maka diharapkan masyarakat bisa saling bekerja sama untuk memperkenalkan ikon tradisi unik sebagai kearifan lokal kemata masyarakat luar terlebih bisa dikenal di kancah internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.