Pantai Wedi Awu, Markas Peselancar di Kabupaten Malang

0
830
Pantai Wedi Awu.

Berbicara tentang pantai di Malang yang sangat beragam dan tidak akan ada habisnya untuk diperbincangkan. Statement tersebut tidak berlebihan, karena luasnya kawasan Kabupaten Malang ini, pada setiap daerahnya memiliki potensi alam yang beragam. Kita sebut saja pantainya, kalau zaman saya masih SD dulu, pantai di Malang itu seperti hanya ada Pantai Balaikambang dan Pantai Sendang Biru saja, karena hanya dua lokasi tersebut yang memiliki akses lumayan baik. Tapi sekarang, semenjak bukit-bukit sekitar Malang Selatan itu di runtuhkan menjadi Jalur Lintas Selatan (JLS), kini pantai-pantai cantik semakin banyak bermunculan.

Beralih dari area JLS, ada area lain di Kabupaten Malang yang juga sangat potensial, yaitu daerah Dampit atau gampangnya jalur Malang-Lumajang, karena Dampit ini merupakan salah satu jalur poros utama untuk menuju ke Lumajang. Ada beberapa pantai kondang seperti Pantai Sipelot, Pantai Lenggoksono, Pantai Banyu Anjlok, Pantai Bolu-Bolu, dan lain sebagainya. Petunjuk menuju area Pantai Dampit sendiri sudah sangat jelas terlihat, jadi sangat bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Terus saja ikuti petunjuk ke arah Pantai Lenggoksono, yang menarik dari area dampit ini adalah kita akan melewati berbagai desa/dusun yang berlatar kopi yang sudah di kupas maupun belum. Selain itu, kita akan melewati area perkebunan kopi sepanjang jalan, terang saja Kopi Dampit merupakan salah satu kopi yang terkenal sebagai khas Malang. Ketika sudah menemui persimpangan ke kanan Pantai Lenggoksono dan ke kiri Pantai Wedi Awu, langsung saja belok ke kiri. Akan saya ajak travelovers untuk mengunjungi surganya para surfer, yaitu Pantai Wedi Awu.

Pantai Wedi Awu dari Kejauhan.

Memasuki kawasan dengan tikungan tajam serta jalan yang agak rusak, travelovers diharuskan untuk berhati-hati. Setelah itu, kita akan menemui pemukiman, dan tidak jauh dari situ adalah tujuan utama kita! Welcome to Pantai Wedi Awu! Eits, saat itu sudah pukul 15:00 dan saya tidak ditarik tiket masuk sama sekali. Jika ditotalkan, maka durasi perjalanan dari Kota Malang adalah kurang lebih selama 3 jam.

Wedi awu sendiri dalam Bahasa Jawa berarti pasir abu-abu, cukup mendeskripsikan tempat ini yang memiliki pasir pantai bewarna abu-abu. Sebuah hal yang menarik bagi saya ketika awal masuk disambut Surf Camping, banyak terdapat papan selancar di dalamnya. Lalu mulai berjalan ke area pantainya, terlihat tidak terlalu luas, karena diapit oleh dua tebing seperti teluk.

Dari kejauhan terlihat beberapa orang terombang-ambing di sebelah kiri pantai dengan ombak yang besar, oh ternyata sedang ada peselancar di sana! Ombak di Pantai Wedi Awu memang relatif besar menurut keamanan setempat, yaitu kurang lebih 3 m, sehingga cocok untuk berselancar. Karena cukup susah menemukan pantai di daerah Malang yang bisa digunakan untuk surfing. Pada bibir pantai, saat itu ada gazebo yang berisi warga asing semua, mungkin sedang menonton teman-temannya yang sedang berselancar.

Surf Camp di Pantai Wedi Awu.

Selain digunakan sebagai markas para peselancar, tempat ini juga digunakan sebagai markas para nelayan. Terbukti dengan adanya jajaran kapal nelayan, serta pasar untuk menimbang ikan. Nah, apabila travelovers berangkat dari pagi, bisa trekking ke area pantai selanjutnya melalui tebing-tebing, yaitu Pantai Wedi Putih dengan panorama tebing besar di sekitar pantainya. Tapi, karena saat itu sudah terlalu sore, maka tidak diizinkan oleh keamanan setempat.

Bagi travelovers yang ingin menginap, kalian bisa membawa tenda sendiri atau menyewa di Surf Camp setempat. Area Surf Camp ini juga terdapat komunitas selancar, jadi apabila travelovers ingin belajar berselancar, tinggal datang saja ke Pantai Wedi Awu, Dampit, Kabupaten Malang. Silahkan mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.