Pantai Siung, Harta Karun di Selatan Yogyakarta

1
1809
Deburan Ombak di Pantai Siung.

Yogyakarta dan pantai adalah dua hal menarik dan tidak akan lepas dari benak orang yang sedang mencari tempat untuk berlibur, apalagi untuk kami mahasiswa yang ingin murah meriah. Kami memilih Yogyakarta sebagai destinasi berlibur karena letaknya yang mudah dijangkau dari Bandung, hanya dengan Rp. 80.000 saja kami bisa membeli tiket kereta dari Stasiun Kiaracondong, Bandung menuju ke Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.

Ketika orang berlibur ke Yogyakarta, mungkin belum banyak di antara mereka yang memilih pantai sebagai destinasi utama. Selain jaraknya yang jauh dari pusat kota, banyak tempat lain di Yogyakarta yang bisa menjadi pilihan wisatawan. Namun, kami memutuskan menuju ke Pantai Siung yang berada di selatan Yogyakarta, tepatnya Wonosari.

Perjalanan cukup jauh dari pusat kota, kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam hingga sampai di Pantai Siung, perjalanan yang ditempuh adalah sekitar 75 km. Kami tidak menemukan kemacetan sepanjang jalan, hanya saja jalan yang ditempuh cukup menantang, karena berliku-liku dengan tebing dan jurang yang berada di kanan dan kiri. Saya sarankan untuk jangan terlalu banyak mengisi perut sebelum ataupun ketika perjalanan, karena situasi perjalanan dapat membuat perut anda cukup terkocok.

Kami dapat memprediksi bahwa kami akan segera sampai dengan mulai bermunculannya pohon kelapa di sepanjang jalan. Hingga akhirnya mobil kami diminta berhenti oleh dua orang yang juga memberikan tiket dan menghitung jumlah biaya yang harus kami keluarkan. Biaya yang diperlukan setiap orang untuk masuk ke pantai tersebut hanya Rp. 10.000 dan mobil yang masuk dikenakan biaya sekitar Rp. 20.000. Kami masih harus melanjutkan perjalanan hingga sejauh 1 km sebelum akhirnya kami sampai untuk memarkirkan mobil.

Kami turun dari mobil, dan, wow! Kalau kata orang, “don’t expect too much”, pantai ini melebihi ekspektasi kami! Deburan ombak yang tidak begitu keras membuat kami berani untuk bermain di mulut pantai. Kami mengambil beberapa foto pemandangan dan tidak lupa dengan swafoto.

Ketika langit sudah cukup menguning, kami memutuskan untuk naik ke atas tebing pantai tersebut. Tidak sulit, kami berhasil naik hingga ke puncak tebing. Pantai Siung benar-benar harta karun yang dimiliki oleh daerah istimewa ini. Ya, pantai istimewa di daerah istimewa. Sungguh menakjubkan.

Pemandangan Pantai Siung Saat Menuju Senja.

Dari atas tebing, kami dapat melihat dengan jelas bentangan Samudera Hindia yang sangat indah. Hingga akhirnya matahari terus bergerak seakan dimakan oleh samudera, warna biru yang berada di depan mata kami berubah menjadi kuning. Air dan langit, menjadi sangat indah seakan melarang kami meninggalkan Pantai Siung.

Jika kebanyakan orang, termasuk kami, memilih Yogyakarta sebagai destinasi liburan untuk menghilang sebentar dari kejenuhan rutinitas, Pantai Siung ini menjadi destinasi yang sangat amat tepat. Seakan menjadi pelengkap ketenangan.

Ketika samudera berhasil menelan matahari dengan sempurna, kami memutuskan untuk pergi meninggalkan pantai nan indah tersebut. Ada warung kecil milik warga di pesisir pantai yang menjual makanan ringan dan ada fasilitas kamar mandi bagi pengunjung pantai tersebut. Setelah membersihkan badan dan berganti pakaian, kami kembali ke mobil dan kembali menuju pusat kota.

Tentu perjalanan pulang ini lebih menantang karena kami harus melewati jalan yang berliku-liku dengan tebing dan jurang yang menghimpit dengan langit gelap dan suasana yang sunyi. Jadi, jangan lupa untuk selalu mengajak supir berbincang agar perjalanan tetap aman tanpa rasa kantuk.

1 COMMENT

  1. Waw sangat menarik!! tempat yang indah ditulis dan dijelaskan dengan sangat apik, sempurna!! btw fotonya keren sekali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.