Pantai Putih Karanggongso, Pantai yang Tersembunyi di Trenggalek

0
171
Suasana Pantai Pasir Putih Karanggongso.

Pasir Pantai Karanggongso putih bersih. Pantai yang dikenal dengan Pantai Pasir putih ini memang luas banget, panjangnya 1500 meter. Pantai Karanggongso berlokasi di Tasikmadu, Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Dekat dengan Pantai Mangko’an dan Pantai Mutiara. Biaya masuk pantai ini seharga Rp 10.000 per orang di hari biasa dan Rp 15.000 per orang di hari Sabtu – Minggu.

Airnya jernih sehingga terlihat rumput laut mengapung. Dasar pantainya kelihatan tumpukan batu-batu kecil. Jarak pasir pantai dengan laut lebar. Jadi, anak-anak banyak yang dengan santai berenang. Pantai ini sudah berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang pantainya lebih bersih, sampah-sampah sudah diangkut tiap hari.

Akses jalan menuju Pantai Karanggongso sudah sangat baik. Pemandangan sawah-sawah dan pohon kelapa dan perbukitan di baliknya cukup menghibur mata. Sayangnya saat menuju pantai, saya salah megikuti maps. Saya mengikuti jalur dengan jalan sempit dan ketinggian ekstrim, sempat mobil saya mau mogok. Ternyata saya salah pilih rute. Tapi dari pengalaman kurang enak itu, pulangnya jadi tahu ada jalan yang lebih lebar. Dengan ketinggian relatif landai. Usahakan pilih jalan yang paling lebar kalau mau mengikuti google maps.

Pantai Karanggongso yang tersembunyi.

Enaknya berenang di sini ada penyewaan ban karet dan pelampung. Karena pantainya cukup dangkal, lebih enak main air atau main pasir saja “Lha wong airnya cetek“. Saya jadi heran, kok anak-anak dengan santainya ada yang mandi tanpa ditemani orang dewasa. Arusnya cukup tenang. Kalau mau ngechill alias nyantai cocok banget di Pantai Karanggongso. Ada tikar yang bisa disewa untuk duduk langsung di pasir. Biasanya ada warga lokal yang menawari jasa mengitari pulau sekitar dengan kapal. Ga enaknya berenang di Pantai Karanggongso karena batu karangnya cukup banyak. Jadi, kalau mau berenang harus agak ke tengah, harus sambil berenang pakai ban karet, kalau langsung diinjak kaki bisa sakit karena tekstur batunya karang. Selain itu, untuk sinyal internet juga cukup susah.

Wahana air yang disediakan mulai dari banana boat, kayak, snorkeling, hingga perahu nelayan untuk mengitari pulau-pulau di sekitarnya. Harga untuk sewa kapal Rp 150.000 – Rp 200.000, jatuhnya per orang kena Rp 25.000 rupiah, kalo rombongan 6 orang. Kemudian sewa banana boat Rp 30.000 per orang. Untuk kayak dan snorkeling saya belum tahu. Usahain kita bisa nego harga dengan pengemudi. Kalau mau lebih murah, jangan lupa naik secara berkelompok. Pengemudi kapalnya banyak yang masih muda, bahkan ada yang masih SMA, namun sopan santun mereka sangat patut dihargai. Sangat ramah namun asik. Dengan ramah mereka menceritakan tempat-tempat yang kita lewati. Dari sisi historis hingga perkembangan fasilitas yang ada.

Mengitari Pulau-Pulau di sekitar Pantai Karanggongso.

Fasilitas untuk ibadah ada musala yang tersedia cukup banyak. Toilet juga banyak, kalau mau ganti baju, nanti bonus tas kresek untuk bawa baju basah. Biaya toilet untuk ganti baju dan buang air kecil Rp 2.000, untuk mandi dan buang air besar Rp 3.000. Untuk fasilitas tempat parkir di Pantai Karanggongso luas, cukup aman karena ada penjaga yang standby. Kalau musim liburan parkirannya penuh, jadi sampe harus jalan kaki karena parkirnya jauh dari pantai.

Kuliner khas Trenggalek juga dijual di sekitar pantai, tapi yang paling mencolok ikan asapnya. Karena lokasinya dekat Pantai Prigi yang menjadi pusat aktivitas nelayan, jadi ikan-ikan akan langsung diolah jadi ikan asap oleh warga lokal. Jenis ikan dari asap mulai dari kakap, tenggiri, salem dan tuna, serta cumi-cumi. Aroma asap yang menempel di ikan juga khas, ini karena kayu untuk proses pembakaran menggunakan kayu pohon pucung.

Durian yang banyak dijual di sekitar Pantai Karanggongso.

Harga ikan asap per ekornya kisaran Rp 15.000 – Rp 30.000 untuk ikan tuna dan Rp 60.000 untuk ikan kakap. Selain itu juga ada kelapa hijau muda dan durian. Saya sempat membeli durian di dekat jalan raya menuju pantai, dijual oleh orang lokal. Cuman Rp 100.000 dapat 4 durian. Untungnya dapet yang isinya yummy semua, kuning gendut dan kenyal.

Bagi pengunjung yang mau menginap ada 2 pilihan. Bisa sewa hostel/homestay/cottage atau camping. Untuk biaya homestay mulai dari Rp 100.000-an. Kemudian kalau camping biayanya free. Biasanya orang-orang mulai gelar tenda di malam hari saat pengunjung sudah banyak yang pergi. Ga enaknya camping di sini kurang private, karena lampu dari warung juga masih menyala terang, tapi kalau malam hari biasanya juga ada yang sudah tutup warungnya. Enaknya camping di sini, ada banyak warung yang buka 24 jam. Jadi, ga usah khawatir kelaperan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.