Palumara, Kuliner Tradisional Yang Lezat dan Menyehatkan

0
796
Palumara ikan kerapu.
Palumara ikan kerapu.

Jika kalian pernah berkunjung ke Sulawesi Tengah, pasti tidak asing lagi dengan kuliner khasnya yang bernama palumara. Setelah kaledo dan sayur kelor, palumara adalah salah satu kebanggaan masyarakat di daerah ini. Karena selain rasanya yang lezat, ternyata palumara adalah makanan yang menyehatkan. 

Palumara merupakan olahan makanan berbahan dasar ikan dengan kuah berwarna kuning yang memiliki cita rasa asam dan pedas. Warna kuning pada palumara berasal dari tambahan rempah kunyit yang menjadi ciri khas dan bumbu kunci dalam masakan ini. Bukan palumara namanya kalau tidak dimasak menggunakan kunyit dan tidak berwarna kuning.

Jauh sebelum kunyit viral dan dicari banyak orang hingga langka di pasaran sebab klaim khasiat kurkumin yang dapat menangkal virus corona – yang terkandung di dalamnya, masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah telah lama menjadikan tanaman dengan nama latin Curcuma longa itu sebagai bumbu yang wajib ada di dapur. Bagaimana tidak, seminggu tanpa menu palumara akan membuat kami rindu berat pada kelezatan masakan ini. Jika tak percaya, tanyakan saja pada orang-orang suku Kaili.

Ikan batu segar sebagai bahan membuat Palumara.

Hampir semua jenis ikan dapat diolah menjadi palumara. Namun, akan lebih mantap lagi jika menggunakan ikan batu. Oh, iya, sekilas info : Ikan batu yang saya maksud di sini bukanlah ikan beracun (Synanceia verrucosa) yang juga dikenal dengan nama ikan batu karang karena keahliannya berkamuflase sebagai batu karang. Ikan jenis ini jelas tak boleh dikonsumsi. 

Kata ikan batmerupakan penyebutan sebagaian besar masyarakat di daerah Sulawesi untuk semua jenis ikan laut yang berhabitat di batu karang. Jadi, mau ikan kakap, ikan swanggi, ikan kerapu, dan kawan-kawan ikan lain yang hidup di karang, semuanya diseragamkan dengan satu penyebutan yaitu Ikan batu. Nanti jika ada yang bertanya “Ikan batu apa?”, barulah nama spesifik dari si ikan disebutkan untuk lebih memperjelas jenisnya.

Kali ini saya mencicipi palumara ikan batu jenis kerapu merah dan swanggi yang di daerah kami – Parigi Moutong dikenal dengan nama ikan sogo. Mudah saja menemukan penjual ikan batu di kabupaten yang berbatasan timur dengan Teluk Tomini ini. Selain dijual di lapak penjual ikan, para nelayan juga menjemput bola dengan cara memasarkan langsung hasil tangkapannya. Biasanya beberapa ekor ikan diikat menggunakan tali yang terbuat dari pelepah daun kelapa, lalu nelayan atau anak-anak nelayan menjajakan ikan itu keliling kampung sambil berseru “Iiikan baruu!”. Selain mengundang perhatian orang-orang untuk membeli ikan, seruan ikan baru yang diulang-ulang juga menjadi penegasan bahwa ikan yang dibawa masih baru atau segar. 

Rempah-rempah untuk membuat Palumara.

Memasak palumara bukanlah satu hal yang sulit. Dengan bermodalkan ikan, rempah kunyit, asam jawa, cabai, serta bawang merah, masakan yang satu ini dapat dibuat dengan mudah. Oke, mari kita belajar memasak palumara.

Pertama-tama, bersihkan ikan dari kotoran dan insangnya, lalu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau jeruk suanggi untuk memberi rasa segar dan menghilangkan bau amis. Jika menggunakan ikan batu, jangan lupa untuk membersihkan sisik dan sirip ikan yang tajam. Hati-hati dalam mengerjakan bagian ini ya, karena jika tidak, tangan bisa saja terluka.

Langkah kedua ialah membuat bumbu dengan cara mengulek cabai, bawang, dan kunyit dengan tambahan garam secukupnya. Jika memakai kunyit bubuk, kunyit dapat ditambahkan setelah rempah lain telah dicampur dengan ikan. Selain bumbu yang diulek tadi, bumbu lain yang harus disiapkan ialah air asam jawa dengan cara melarutkan daging buah asam jawa dalam setengah mangkok air. Jangan lupa mengeluarkan tulang dan biji asam jawa.

Palumara ikan kerapu.

Langkah ketiga, masukkan ikan serta seluruh bumbu yang telah disiapkan tadi ke dalam panci. Tambahkan air secukupnya dan satu sendok minyak kelapa kampung. Terakhir ialah bagian paling penting dari semua proses memasak ini. Yaitu… menyalakan kompor. Karena sia-sialah semuanya jika kompor tak dinyalakan. Setelah itu, tinggal menunggu ikan matang dan palumara yang lezat siap dihidangkan. 

Selain rasanya yang lezat, palumara juga mengandung gizi yang baik untuk kesehatan. Gizi dalam palumara diperoleh dari ikan yang kaya akan protein, vitamin dan mineral. Terlebih ketika yang digunakan ialah ikan batu, misalnya ikan kerapu. Ikan kerapu mengandung Omega 3 dan Omega 6 yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan. Beberapa khasiat lainnya ialah menghindarkan dari penyakit kardiovaskuler, menurunkan kadar kolesterol, dan mengurangi depresi. (semuaikan.com)

Oh iya, satu lagi. Kunyit yang digunakan sebagai bumbu kunci dalam memasak palumara mengandung senyawa kurkumin (curcumin) yang memiliki beberapa khasiat mulai dari antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antikanker, penurun gula darah dan juga sebagai immunomodulator. Meski belum ada penelitian yang membuktikan efektivitas kurkumin dalam palumara, tak ada salahnya jika kita berharap agar segala manfaat baik dari senyawa itu turut andil dalam meningkatkan kesehatan pada tubuh kita. Terlebih di tengah pandemi corona yang menuntut untuk terus berpikiran positif demi menjaga imunitas. Yuk, makan palumara dan berdoa semoga pandemi ini lekas berakhir.

Jangan lupa untuk menerapkan physical distancing. Di rumah aja. Jaga jarak. Rajin cuci tangan. Pakai masker. Olahraga dan makan yang teratur. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.