Orchid Forest Cikole: Perpaduan Hutan Pinus dan Anggrek yang Memikat Hati

0
2695
Orchid Forest Cikole.

Musim libur lebaran hampir selesai, aku tidak ingin meninggalkan liburan ini dengan sia-sia. Dengan budget yang terbatas, namun keinginanku untuk berlibur tidak terbendung, maka aku memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata yang berada di sekitar Bandung, akhirnya Orchid Forest menjadi pilihanku.

Berangkat dari Bandung, tepatnya sekitar daerah Kampus ITB, aku menempuh perjalanan dengan sepeda motor. Waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 50 menit hingga sampai di tujuan. Perjalanan tergolong lancar, bahkan lenggang, hanya pada beberapa titik keramaian seperti pasar ataupun alun-alun yang cukup ramai.

Kami yang menggunakan sepeda motor dikenakan biaya tiket masuk Rp. 75.000, dengan satu orang dikenakan biaya Rp. 30.000 dan biaya masuk motor Rp. 15.000. Awalnya kukira letak Orchid Forest tidak jauh dari gerbang pemberian tiket, ternyata kami masih menempuh sekitar 1.5 km lagi untuk akhirnya sampai di parkiran motor dan pintu masuk.

Di luar ekspektasiku, ternyata Orchid Forest jauh lebih indah dari foto-foto yang pernah kulihat! Kami tiba sekitar pukul 16:45, beberapa lampu yang menjadi hiasan di hutan tersebut sudah menyala. Para pengunjung sibuk mengambil foto terbaiknya. Banyak sekali tempat berfoto yang sudah pasti sangat indah ketika kita mengambil foto di sana, dari mulai jembatan, taman anggrek, wahana rumah kayu, hingga rumah kelinci. Oh iya, tidak lupa di dalam sana juga ada kedai kopi, kedai pizza, dan food court dengan berbagai macam pilihan makanan.

Jalan Setapak di Tengah Hutan Pinus.

Orchid Forest begitu luas dan indah. Kami sama sekali tidak menyesal telah berkunjung ke sana! Pengunjung pun tidak perlu kebingungan jika membutuhkan informasi, karena banyak informan di dalam dan bersedia memberi tahu para pengunjung mengenai tempat-tempat yang berada di Orchid Forest.

Kami merasa sangat beruntung karena datang di waktu yang tepat, dengan tingkat keramaian yang pas, dan cuaca yang sangat mendukung. Kami bejalan menyusuri jalanan setapak yang disediakan. Terdapat sebuah tempat layaknya wahana untuk bunga-bunga anggrek yang sangat indah. Bunga anggrek itu terdiri dari banyak warna dan jenis. Pengunjung dipersilakan masuk ke dalam dan mengambil foto dengan gratis.

Juga terdapat wahana bermain mini golf di sana, namun sayangnya tidak gratis. Tapi tenang, pengunjung hanya diminta untuk membayar Rp. 20.000 jika ingin bermain mini golf tersebut.

Hari semakin sore, langit pun semakin gelap, pernak-pernik lampu hutan semakin indah terlihat dan menyejukkan hati. Suasana yang dingin semakin membuat tempat itu indah untuk para pengunjung.

Memberi Makan Kelinci.

Terdapat dua rumah kelinci di sana, tentunya dengan banyak kelinci nan cantik dan terawat. Kami memberi makan kelinci tersebut dengan wortel yang disediakan di depan rumah kelinci, harga wortel dibandrol dengan Rp. 8.000 per ikat. Kami menikmati sekali momen bermain bersama kelinci-kelinci tersebut. Ada yang berwarna hitam, coklat, putih, ataupun campuran ketiganya.

Setelah puas bermain dengan kelinci, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menyusuri hutan tersebut, karena hari semakin gelap. Terdapat wahana seperti rumah kayu untuk anak-anak kecil bermain, dengan menambah biaya tiket masuk sebesar Rp. 30.000.

Ternyata, spot foto yang paling ramai adalah jembatan gantung dengan lampu-lampu kuning di sepanjangnya. Jembatan tersebut cukup panjang, terdapat petugas yang menjaga jumlah orang yang melintasi jembatan tersebut di setiap waktunya. Dengan penjagaan yang baik dan tentu saja spot foto yang indah, pengunjung perlu merogoh gocek sekitar Rp. 20.000 per orang untuk sekali melintas di jembatan gantung. Di ujung jembatan, terdapat tempat berfoto dengan lampu-lampu berbentuk love yang membuat tempat ini semakin romantis.

Orchid Forest Cikole Menjelang Malam.

Merasa terlalu mahal? Tenang saja! Terdapat jembatan yang tidak kalah indah sebagai tempat mengambil foto, namun gratis, lho! Perbedaannya adalah jembatan ini tidak terlalu panjang dan juga bukan jembatan gantung.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18:30 yang artinya hari semakin gelap, matahari sudah menyingsing dari tadi. Oh iya, untuk fasilitas tidak perlu ragu untuk datang ke sini dalam waktu yang lama, karena terdapat mushola terawat di Orchid Forest ini.

Secara tertulis untuk waktu operasi Orchid Forest adalah pukul 09:00 – 18:00 pada weekday, sedangkan akan tutup pada pukul 19:00 pada weekend. Namun, ketika kami menanyakan langsung kepada petugas di sana, ketika sedang ramai-ramainya Orchid Forest bisa saja tutup hingga pukul 21:00, yah, karena para pengunjung sangat bersemangat mengambil foto dan tidak ingin meninggalkan tempat indah ini.

Orchid Forest adalah salah satu tempat wisata yang paling kusuka di Lembang, dan aku tidak akan ragu untuk merekomendasikan tempat ini kepada orang-orang yang ingin berlibur ke daerah sekitar Bandung dan Lembang. Karena dengan harga yang tidak mahal, kita bisa menikmati hutan pinus dengan banyak bunga anggrek di dalamnya, dengan lampu yang menghiasi tempat wisata ini membuat orang-orang semakin tersanjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.