Oleh-Oleh yang Wajib dibeli di Pasar Tradisional Papua

0
348
Pedagang Pasar Dengan Barang Dagangan.

Banyak hal yang bisa kita lakukan di tanah papua. Dari mulai eksplorasi pemandangan alam di sana, ragam biodiversitas yang sangat tinggi, bahkan di papua tidak jarang kita bisa menemukan kuliner yang tidak pernah kita temukan di tempat asal kita. Jika memang diberikan kesempatan untuk berkunjung kesana, cobalah mampir ke pasar tradisionalnya.

Seperti halnya pasar tradisional pada umumnya, di Papua juga menjual kebutuhan sehari-hari yang kita butuhkan, seperti peralatan rumah tangga sampai kebutuhan konsumsi keluarga. Tapi ada yang unik di pasar papua jika berkunjung kesana, uniknya bukan dari segi bangunan ataupun lokasi pasar, tapi kebutuhan pokok yang dijual. Rasanya kita bisa mencoba untuk sekedar dibawa pulang untuk dijadikan oleh-oleh atau sekedar icip-icip.

Mau tau? Berikut buah tangan yang wajib kamu beli di Pasar Tradisional Papua.

1. Madu Hutan

Papua memang sangat dikenal dengan kawasan hutannya yang masih luas. Tidak dipungkiri jika salah satu sumber pemasukan masyarakat papua adalah sebagai pengumpul madu hutan. Madu hutan ini memang asli didapatkan masyarakat dari hutan tanpa adanya campuran dengan bahan lain.

Seperti halnya di Wamena, di sini terdapat madu khas daerah dengan segudang manfaat. Sumber nektar madu Wamena ini memang berasal dari nektar pohon wib, monika dan weke. Ketiga pohon tersebut memang merupakan pohon khas yang biasa tumbuh di daerah Wamena. Maka dari itu selagi masih di papua jangan lupa untuk hunting madu khas papua yang mana biasanya dijual di pasar-pasar tradisional

2. Sagu
Tepung Sagu Siap Proses.

Sudah pernah coba papeda? Bagi masyarakat papua papeda merupakan makanan pokok sehari-hari, seperti halnya nasi. Bahan dasar dalam membuat papeda adalah sagu. Di pasar bukan hal yang aneh jika menjumpai banyak pedagang menjual tepung sagu. Jika memang tertarik untuk membeli sagu jangan lupa untuk membeli tepung sagu yang sudah siap untuk diolah.

Karena di pasar juga dijual tepung sagu yang masih setengah proses. Artinya jika salah membeli maka mau tidak mau mesti diolah lagi agar tepung sagu benar-benar siap untuk diolah. Secara fisik sudah bisa dibedakan,  untuk tepung sagu yang sudah siap, bentuk fisiknya lebih halus daripada tepung sagu yang baru setengah jadi.

3. Sari Buah Merah
Sari Buah Merah.

Untuk poin ini sepertinya memang sangat wajib untuk dibeli. Di tempat asal kita sudah pasti tidak ada buah merah, buah khas papua yang memang hanya ada di papua. Di Papua keberadaan buah merah masih tergolong tanaman liar, masih jarang ditemukan adanya perkebunan besar yang memang sengaja menanam buah merah ini. Buahnya sendiri hanya bisa kita temukan di bulan-bulan tertentu, jikapun sudah berbuah besar bakalan jadi rebutan untuk dijual di pasar.

Kebanyakan buah merah yang diperjualbelikan adalah sari buahnya. Kenapa? Agar penyimpanan bisa lebih lama daripada masih dalam bentuk buah. Mau coba? Silakan cari di pasar-pasar tradisional, bakalan ada penjual yang menawarkan sari buah merah dalam botol.

Ingat selalu menawar, kabarnya jika terlihat bukan orang lokal yang membeli harganya bisa terlampau mahal.

4. Sarang Semut
Obat Herbal Sarang Semut.

kenapa beli sarang semut? Sarang semut yang dimaksud di sini bukan sarang semut yang ada di tanah, sarang semut di sini adalah sarang semut yang memang ada di hutan papua. Semut-semut ini berkoloni dan membuat sarang-sarang di pepohonan. Sama- sama kita ketahui bahwa hutan papua menyimpan sejuta obat herbal dengan manfaat yang luar biasa. Salah satunya adalah sarang semut ini. Kabarnya sarang semut ini bermanfaat untuk mengatasi tumor hingga kanker.

Jika berkunjung jangan lupa untuk beli, siapa tahu ada keluarga yang membutuhkan. Buat konsumsi pribadi juga bisa, atau sebagai bentuk pencegahan penyakit juga lebih bagus. Kalau beli pun jangan beli sedikit, bisa langsung beli dalam plastik besar karena memang harganya tidak terlalu mahal

Nah itu dia jika kamu bisa berkunjung ke Papua, jangan lupa untuk mampir-mampir ke pasar tradisional di sana. Tidak hanya dapat barang-barang yang kamu cari, tapi juga bisa belajar budaya dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Jika memang harus nego barang yang mau dibeli, jangan terlalu jauh dari harga penawaran. Karena terkadang para penjual ini harus rela berjalan jauh dari kampung menuju pasar, bahkan bisa sampai menginap juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.