Nyaman Traveling ke Luar Negeri di Bulan Ramadan

0
915
(sumber: unsplash.com)

Jika kamu akan berencana ke negara-negara mayoritas muslim dan kamu pun menganut agama muslim, mungkin tidak akan sulit untuk beradaptasi dengan tradisinya. Namun bagaimana bagi yang ingin traveling ke tempat mayoritas muslim namun wawasan adat kebiasaan saat bulan Ramadannya sangat terbatas? Sebenarnya jika kamu sering memerhatikan kondisi Ramadan di Indonesia, seharusnya tidak jauh berbeda dengan tradisi di negara lain. Tidak ada salahnya kok jika kamu coba tips berikut agar tidak “salah simpan mangkuk” atau salah sikap pada situasi tertentu. Aturan ini pun dapat berlaku untukmu yang akan pergi ke negara lain selain dari negara mayoritas muslim.

Cari Tahu Ramadan Di Negara Tertentu
Saat terbiasa dengan pola berpuasa di Indonesia, mungkin kamu tidak akan terbiasa dengan pola puasa di negara tertentu. Bisa jadi karena faktor durasi yang terlalu lama, bisa juga karena faktor makanan yang tidak sesuai dengan selera dan pencernaan. Budaya pun bisa menjadi bahan pertimbanganmu, karena kondisi salah sikap bisa saja terjadi. Maka, sebelum plesir ke negara tertentu, jangan malas untuk cari tahu budaya Ramadan di negara yang dituju ya.

Booking Akomodasi dan Lainnya Jauh Hari
Seperti padatnya booking akomodasi dan lainnya saat hari raya Natal atau lainnya, begitu juga dengan momen Ramadan. Kamu harus merencanakan plesiranmu di waktu Ramadan dengan sangat matang. Menjelang Ramadan, tidak menutup kemungkinan segala macam transport dan akomodasi akan full-book layaknya momen libur hari raya. Booking segala keperluanmu jauh hari sebelum Ramadan menjelang. Lalu kamu pun harus bisa memastikan jam operasional beberapa tempat tertentu di destinasi pilihanmu. Bisa jadi tempat tertentu yang mungkin kamu butuhkan akan sangat berbeda jam operasionalnya saat Ramadan.

Bersiap Untuk Membalikan Jadwal
Maksudnya bagaimana dengan “membalikan jadwal” ya? Saat kamu plesiran di waktu biasa, jam aktifmu mungkin saat siang hari, belum lagi acara-acara lokal tertentu ada saat siang hari. Nah, pada saat Ramadan, tidak menutup kemungkinan jam aktifnya berada di malam hari. Baik itu seluruh kegiatan ataupun acara tertentu diselenggarakan pada malam hari. Sebut saja Maroko di bulan Ramadan, seluruh aktivitas dan suasana festive yang hangat terasa berada di malam hari. Begitu juga di Arab Peninsula, seluruh kegiatan menyenangkan mulai dari games hingga menyantap snack dan mengobrol hangat di luar pun hanya ada di malam hari. Bagi kamu yang menganut agama di luar muslim pun bisa merasakan hangatnya suasana berbuka puasa di beberapa negara eksotis ini.

Pelajari Hukum dan Adat yang Berlaku di Negara Tersebut
Mungkin tidak ada bedanya untuk menyesuaikan diri saat Ramadan di Indonesia ataupun di negara lain. Namun, untuk amannya, pada saat kamu traveling ke negara mayoritas muslim lain seperti Maroko, Arab, Turki, dan lain-lain, gunakan outfit yang sesuai dengan masyarakat sekitar gunakan. Hindari pula bersikap “cuek” seperti makan di luar saat mayoritas sedang berpuasa. Mungkin saat ini di Indonesia cukup memaklumi orang yang tidak berpuasa untuk makan atau minum di luar. Namun, tidak menutup kemungkinan di negara tertentu memiliki aturan yang lebih ketat untuk tidak terang-terangan makan dan minum di luar atau tempat umum.

Nikmati Segala Momennya
Momen Ramadan merupakan momen hangat untuk saling menghangatkan dan mengeratkan tali silaturahim. Tradisi yang dibudayakan sejak dahulu pun dapat kamu manfaatkan untuk bersenda gurau, saling berbagi momen, dan menikmati malam sembari menunggu sahur. Selain menikmati momen bersama, kamu pun bisa saling bertukar makanan atau saling berkunjung berbuka bersama kerabat dan lain-lain. Tradisi seperti ini tentu tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun sama. Saat berkunjung ke beberapa negara yang mayoritas muslim, kamu akan merasakan hangatnya kebersamaan Ramadan. Jangan ragu untuk berinteraksi dengan warga lokal dan ikut nikmati suasana hangatnya hingga larut malam. Karena mungkin saja kamu tidak akan merasakannya saat kamu kembali ke rumah.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.