Nikmati Keindahan Terasering di Desa Mareje, Lombok

0
239
Tampak di sebelah sawah terasiring ada Vihara di Desa Mareje.

Mengawali tulisan ini saya mulai berpikir, mungkin pantas negara kita tercinta bernama Indonesia ini dinobatkan sebagai negara agraris. Julukan itu tentunya bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki luas lahan baku pertanian atau persawahan seluas 7,1 juta hektar tanah yang membentang di seluruh pelosok negeri. Salah satunya yaitu di Pulau Lombok.

Terletak di salah satu desa terpencil di atas ketinggian Pegunungan Mareje, Kecamatan Sekotong. Terasiring ini tepatnya berada di Desa Mareje, Sekotong Tengah. Seluas mata memandang, hampir semua sawah di Desa Mareje secara alamiah berbentuk terasering yang cukup menawan. Saya saja sampai heran, hampir semua sawah di Desa Mareje ini bentuknya terasering. Mengagumkan, bukan?

Jauh dari pusat kota di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, Desa Mareje Dusun Cendi Manik, berjarak sekitar 30 km dari Kota Mataram dan berjarak sekitar 20 km dari Gerung pusat kota Lombok Barat. Desa ini memang dinobatkan sebagai dewa agraris bagi masyarakat Sekotong. Berada di atas pegunungan, tak membuat desa ini kekurangan air. Kala musim kering, hampir semua petani di Desa Mareje sudah membuat bak penampungan air untuk mengairi sawah mereka. Bukan hanya itu, desa ini juga sudah membangun beberapa bendungan kecil sebagai tempat menampung air ketika hujan tiba.

Sebagian besar, ketika musim hujan tiba, semua petani di Desa Mareje ini sibuk di pematang sawah mereka. Karena, hampir semua petani berlomba-lomba menanam padi.  Saat musim hujan juga air di desa ini cukup melimpah. Tapi tenang, tak akan banjir hehe. Semua petani di desa ini juga tak pernah khawatir jika harus gagal panen. Saat intensitas hujan menurun, air yang ditampung cukup untuk mengairi sawah meraka. Keren dah!

Jalan menuju Desa Mareje cukup nanjak.
Desa Yang Menawan

Tak kalah dengan wisata persawahan yang berada di Pulau Dewata Bali, Desa Mareje juga memiliki terasering yang cukup menawan. Karena berada di pelosok di perbukitan Kecamatan Sekotong, desa ini juga memiliki keunikan. Di samping dipenuhi dengan oleh warga sebagai petani, ada banyak juga warga di Desa Mareje berprofesi sebagai pengembala kerbau dan sapi. Sebab, hampir semua gubuk memiliki kerbau dan sapi. Konon katanya desa ini adalah pemasok daging sapi di daerah Kabupaten Lombok Barat lho hehe

Tentunya, menuju Desa Mareje tidaklah sulit. Jika berangkat dari Kota Mataram, anda terlebih dahulu menuju Kecamatan Sekotong. Tepat di pertigaan yang mempertemukan antara jalan bawah Sekotong dan jalan Grepet (perbukitan), anda sebentar lagi akan menemukan jalan ke Desa Mareje. Tak jauh dari pertigaan tersebut, sekitar berjarak 2 km saja anda bisa ambil arah kiri menuju Desa Mareje. Jalan menuju ke desa ini juga cukup unik. Melewati perbukitan yang cukup curam sehingga membuat perjalanan anda saat menaiki beberapa tanjakan menuju Desa Mareje harus safety first karena harus melewati jalan di perbukitan. Cuss!

Saat anda menaiki tanjakan pertama menuju Desa Mareje anda akan disuguhkan pemandangan Pantai Sekotong yang nampak seperti teluk dibentengi beberapa pegunungan. Di atas tanjakan tersebut, travelovers bisa mengambil spot berfoto terbaik jika ingin mengabadikan momen perjalanan.

Terasiring di Desa Mareje, Lombok.

Setelah melewati tanjakan pertama, travelovers akan menemukan beberapa sawah terasering yang sudah bisa dilihat dari jalan di Desa Mareje. Tak hanya itu, kelebihan desa ini, hampir semua jalan yang kita telusuri adalah jalanan aspal yang sangat mulus. Sebab, jalan ke Desa Mareje sudah diperbaiki oleh pemerintah setempat. Sesampai di sana, travelovers sudah dapat melihat menawannya Desa Mareje oleh keindahan pemandangan sawahnya. Tak sekedar mengucap kagum, travelovers pasti akan berpikir bahwa, pantas negeri kita ini dinobatkan sebagai negara agraris.

Jika ingin mengambil spot foto terbaik, travelovers bisa memarkir kendaraan di salah satu rumah warga di Desa Mareje. Hampir semua warga di desa ini ramah dan bersahabat. Jika berbaik hati, travelovers bisa memberi retribusi parkir sebesar Rp 5.000 saja ke pemilik rumah warga tempat anda memarkir kendaraan. Karena anda pasti ingin berkeliling melihat sawah-sawah yang cukup menawan di desa ini. Jika tidak ingin dikenakan tarif parkir, anda cukup memarkir kendaraan di pinggir jalan. Karena letak terasering di Desa Mareje tepat berada di pinggir jalan.

Pemandangan sawah di Desa Mareje.

Sebagai warga lokal asli Pulau Lombok, saya pun heran dan kagum dengan keindaan sawah di Desa Mareje. Saat itu juga saya langsung berkeliling menyapa warga Desa Mareje untuk melihat kesibukannya bercocok tanam. Warga Desa Mareje juga cukup toleran lho, travelovers. Terdapat satu vihara yang berada di tengah warga muslim. Selama ini, saya tidak pernah mendengar ada konflik antar dua pemeluk agama di desa itu.

Di samping pemandangannya yang menawan, desa ini juga cukup tenang. Berada jauh dari pusat kota di Pulau Lombok. Mengunjungi Desa Mareje sebuah keharusan bagi anda dan saya yang sibuk akibat penatnya tinggal di tengah perkotaan. Siapkan kameramu dan pasang niat, yuk kunjungi Desa Mareje di Sekotong Lombok!

Catatan: datanglah saat musim hujan bila anda ingin lihat yang hijau-hijau. Hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.