Namsangol Hanok Village: Desa Wisata di Seoul

0
340
Namsangol Hanok Village.

Selain peninggalan sejarah berupa kerajaan, Pemerintah Korea Selatan juga serius dalam menjaga peninggalan sejarah lainnya berupa desa wisata yang berhubungan dengan adat budaya. Satu di antara desa wisata yang masih berdiri kokoh di tengah banyaknya gedung pencakar langit di sekitarnya adalah Namsangol Hanok Village. Jika diperhatikan lebih detail, peninggalan ini benar-benar dijaga dengan baik oleh pemerintah. Bangunan yang ada sungguh terawat. Perpaduan antara bangunan desa yang begitu tradisional dengan gedung tinggi bertingkat yang begitu modern.

Namsangol Hanok Village hanya terdiri atas lima rumah tradisional Korea. Selain rumah, ada taman yang menghiasi rumah ini, rumah milik Ratu Yoon, dan permaisuri dari Sungjeonghyo. Berbagai barang rumah tangga dan barang-barang lainnya dari Dinasti Joseon masih ada dan diatur sebagai pelengkap rumah tradisional ini. Taman yang dimaksud benar-benar sangat cantik. Taman ditumbuhi pohon-pohon asli daerah Namsan, air alami yang mengalir ke lembah, pavilion, dan kolam.

Setiap minggu, selalu dihelat upacara pernikahan dengan cara tradisional Korea. Jika kalian beruntung, kalian bisa menyaksikannya sekaligus berfoto dengan mempelai sebagai kenang-kenangan. Selain itu, ada juga adat budaya tradisional Korea lainnya, seperti drama, tari, dan permainan rakyat. Permainan rakyat yang bisa dicoba di sini berupa tuho (pahanan) dan yunnori (permainan tongkat kayu).

Ruangan yang Berfungsi Sebagai Ruang Kamar dan Tempat Belajar.

Keberadaan rumah tradisional ini memberikan wawasan kepada kita tentang kehidupan asli orang-orang dari masa Dinasti Joseon. Di rumah ini, kita pun bisa menyaksikan dapur dan beberapa gentong yang digunakan untuk memasak kimchi, masakan khas Korea Selatan berupa sayur kol yang difermentasi. Jika kalian beruntung, kalian bisa ikut mencicipi rasa teh tradisional Korea yang disajikan.

Bentuk kamar tidur dan kamar belajar yang khas juga bisa kalian saksikan. Semuanya ditata sesuai dengan susunan yang persis sama dengan penataan pada maa lalu, yaitu masa Dinasti Joseon. Oleh karena itu, rumah-rumah di sini tidak berpenghuni. Rumah ini hanya berupa replika untuk menggambarkan kehidupan orang-orang Kore Selatan di masa lalu.

Suasana Gazebo yang Ramai Oleh Pengunjung.

Nama Hanok berasal dari istilah Korea yang berarti rumah tradisional Korea. Istilah itu mengandung prinsip mendasar dalam membangun rumah di Korea yang harus berfokus pada letak rumah terhadap lingkungan sekitarnya. Prinsip ini sering disebut dengan nama Baesanimsu. Prinsip itu memberikan makna yang mendetail bahwa rumah yang dibangun untuk kenyamanan keluarganya adalah rumah yang dekat dengan latar belakang gunung dan sungai, memiliki sistem pemanas ruangan saat musim dingin dan taman yang luas untuk menjaga rumah tetap dingin saat musim panas. Jadi, tak heran jika berfoto di sini, kalian akan mendapatkan pemandangan yang sangat indah sebagai latar belakang. Ada Gunung Namsan dan Namsan Seoul Tower yang muncul.

Kabarnya, di desa ini terdapat Time Capsul Plaza di kedalaman kurang lebih 15 meter dari permukaan tanah. Kapsul itu berisi kurang lebih 600 jenis barang yang akan menggambarkan wajah Soeul tempo dulu. Kapsul itu sudah dikubur sejak tahun 1994 dan akan dibuka tahun 2394. Semoga kalian bisa datang ke sini saat kapsul ini dibuka. Harus olahraga agar sehat dan tidak cepat tua.

Untuk menuju ke sini, caranya mudah. Kalian bisa naik subway line 3 atau 4 ke arah Stasiun Chungmuro kemudian memilih exit 4. Turun dari kereta, kalian perlu berjalan kaki sekitar 3 menit. Opsi transportasi lainnya yang bisa dicoba adalah bus. Kalian bisa naik bus yang bernomor 104, 105, 263, atau 7011. Turunlah di Twegye 3 (sam)-ga Hanongmaeul. Setelah turun dari bus, kalian masih harus berjalan kaki sekitar 7—10 menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.