Musim Salju Pertamaku di Benua Biru Negara Beruang Merah

4
528
Red Square.

Pada hari itu, akhir Maret, aku dan teman-teman memberanikan diri untuk mengikuti acara Karya Inovasi di Moskow, Rusia. Tentu dengan segala keterbatasan, terutama uang menjadi hambatan yang utama, dapat kami atasi dan dapatlah tiket untuk berangkat. Sedikit susah dipercaya, keajaiban itu selalu muncul di waktu-waktu terakhir, kalau percaya bisa ya, pasti bisa.

Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk berangkat ke Rusia, yang pertama, tentunya siapkan visa, lalu kemudian tempat tinggal, dan tiket penerbangan. Untuk visa sendiri, ada hal yang berbeda jika dibandingkan dengan visa negara lain. Selain melampirkan LOA dari penyelenggara/pengundang, kita juga perlu melampirkan invitation letter dari tempat penginapan. Nah, untuk memenuhi hal tersebut, kita perlu berkomunikasi langsung dengan pihak hotel untuk proses pembuatan dan harganya langsung, atau bisa menggunakan aplikasi biro khusus pembuat letter.

Tentunya sebagai mahasiswa, harga murah selalu jadi pilihan utama. Harganya pun tidak mahal untuk ukuran hostel, mulai dari sekitar Rp70.000 untuk permalamnya. Untuk maskapai penerbangan, diperlukan transit untuk ke Rusia, tergantung mau memilih yang mana, dan kami waktu itu memilih transit di Bangkok dengan menggunakan maskapai Thai Airways. Perjalanan memakan total waktu kurang lebih 1 hari untuk sampai di sana, dengan perbedaan waktu +4 jam dengan waktu Indonesia Barat.

Momen itu telah tiba, akhirnya bisa menapaki salah satu belahan bumi yang jauh dari tanah air, dan seketika langsung disambut dengan dinginya udara. Memang, Rusia ini dekat dengan Kutub Utara, yang hampir menghabiskan seluruh waktunya dengan musim dingin, suhu di sana ada pada kisaran 1-10o C. Tidak lupa, kita perlu membeli kartu provider di sana untuk komunikasi. Ada banyak pilihan untuk kartu provider tersebut, mulai dari paket untuk 2 minggu, 1 bulan, hingga unlimited yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Sokolniki Park, asik buat kamu untuk memanjakan diri dengan orang terdekat!

Untuk kendaraan online, yang paling banyak digunakan di sana adalah Uber dan Yandex, dengan harga yang hampir sama. Ketika berada di luar negeri, minimal kita harus mengerti Bahasa Inggris, untuk berjaga-jaga apabila kita tersesat atau sekedar ingin berkomunikasi. Namun, sepertinya banyak warga sana juga yang tidak terlalu menguasai Bahasa Inggris, jadi siap-siap aja menggunakan google translate sebagai alat bantu untuk berkomunikasi.

Destinasi tujuan pun kami targetkan tempat minimal yang harus kita kunjungi selain tempat di perlombaan. Untuk perlombaan sendiri, tempatnya berada di Sokolniki Park, berjarak 2 km dari hotel dan pasti kami selalu jalan kaki sambil menikmati salju-salju di jalan. Ini adalah pengalaman salju pertamaku, betapa bahagianya ketika baru mengetahui bentuk dari salju, seperti es batu yang ringan dan lembut sekali. Sokolniki park sendiri merupakan sebuah taman yang sangat luas, ada gedung tempat pertemuan, pameran, museum, sekolah, taman bermain, kulineran yang cocok banget deh untuk kondisi waktu weekend kita. Karena kondisinya waktu itu musim salju, tak lupa kami bermain salju, lalu perang lempar salju. Mungkin itu salah satu momen yang bahagia, karena merupakan impian sedari kecil.

Izmaylovo Market.

Mengenai destinasi ikonik dari Moscow sendiri, yang pertama Red Square atau kawasan Kremlin. Museum di Moskow tutup pada hari Senin, kecuali Kremlin yang memilih tutup di hari Kamis. Waktu yang disediakan untuk setiap pengunjung adalah 2 jam. Jadi, ada 4 waktu masuk yang bisa kamu pilih, yaitu antara pukul 10:00, 12:00, 14:30, dan 16:30. Kremlin merupakan tempat pemerintahan dari ibukota dan juga tempat presiden Rusia berada. Dengan bangunan yang luas membentang, banyak orang berkumpul lalu berfoto-foto untuk mengabadikan momen dan sebagai bukti bahwa sudah berkunjung ke Rusia. Selain Kremlin sebagai museum, terdapat juga St. Basil Cathedral. Ada pula tempat belanja bernuansa klasik ala eropan, bernama GUM, yang terlihat sangat mewah.

Untuk transportasi, ada suatu ciri khas yang menarik di kota ini, yaitu metro. Sebuah transportasi kereta bawah tanah dengan gaya retro klasik yang menampilkan ciri khas dari eropa.

Selain itu, salah satu tempat tujuan bagi para wisatawan adalah sebuah marketplace oleh-oleh bernama Izamaylovo. Di tempat tersebut juga banyak dijual matryoshka, sebuah boneka khas Rusia, dan juga Cokelat Alenka, yang merupakan coklat tren asli dari kota ini. Harga yang ditawarkan pun tergolong murah, yaitu mulai dari 200 rubel.

Oleh-oleh Rusia.

Ternyata, beberapa pedagang di pasar tersebut juga bisa berbahasa Indonesia, tinggal sebut saja Soekarno, pasti mereka paham dari mana kita berasal. Karena memang, jejak presiden kita sangat dikenang di negeri ini. Izamylovo ini menampilkan gedung-gedung seperti kerajaan-kerajaan yang unik, berbagai bentuk bangunan dan warna menghiasi pasar tersebut. Selain souvenir, kedai makanan di Izmailovo juga banyak memasang harga murah. Tak heran jika banyak wisatawan yang rela jauh-jauh ke sini. Awas kalap!

Tentu sebenarnya, masih banyak tempat yang bisa diceritakan dan dikunjungi, namun keterbatasan waktu hanya beberapa yang bisa dikunjungi, karena fokus kami adalah untuk event perlombaan saat itu. Untuk hasilnya, alhamdulillah mendapat 5 penghargaan dari 4 negara untuk karya inovasi kita. Selain membawa nama besar Indonesia, kesempatan menapaki Rusia pun terwujud. Semoga bisa lagi mendapatkan kesempatan berkunjung di benua biru lainnya. Aamiin.

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.