Mulai Hari Ini, Sejumlah Penerbangan Dipindahkan ke Bandara Kertajati dan Sudah Mulai Beroperasi

0
464
(sumber: flickr.com/mantapssindonesia)

Mulai hari ini, Senin 1 Juli 2019, sejumlah penerbangan domestik yang berasal dari Bandara Husein resmi dipindahkan ke Bandara Kertajati, Majalengka. Maka tidak heran jika pemesanan tiket online pun kini sudah banyak berganti kode yang asalnya BDO (Bandung) menjadi KJT (Kertajati).

Total penerbangan yang telah dipindahkan ke Bandara Kertajati dari Bandara Husein Sastranegara diantaranya berkisar 12 penerbangan, yaitu Lion Air (Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Medan, Lombok, Makasar, Pekanbaru, Pontianak, Surabaya), Garuda Indonesia (Denpasar), Xpress Air (Padang, Palembang), Citilink (Denpasar, Medan, Palembang, Pekanbaru, Surabaya), dan Air Asia (Denpasar, Surabaya). Mengutip Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, sejumlah penerbangan domestik yang dipindahkan tersebut merupakan pesawat berjenis Jet dan total dari pesawat Jet yang dipindahkan berjumlah 56 pesawat. Sementara penerbangan internasional serta jenis propeller atau disebut juga pesawat jenis baling-baling masih beroperasi di Bandara Husein Sastranegara.

Fasilitas yang telah disediakan untuk para penumpang, mengutip website BIJB-Angkasa Pura II diantaranya berbagai tenant makanan yang meliputi berbagai UKM, minimarket, toko oleh-oleh, dan masih banyak lagi. Kemudian dilengkapi juga oleh musala, layanan antar moda, ATM center, area parkir, wi-fi gratis, layanan digital interaktif, dan kids zone.

Tarif yang dikenakan untuk parkir di Bandara Kertajati pun beragam. Dimulai dari kendaraan roda empat dan mobil kecil dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,-/jam (selanjutnya Rp 3.000,-/jam), Motor sebesar Rp 3.000,-/jam (selanjutnya Rp 2.000,-/jam), Bus sebesar Rp 10.000,-/jam (selanjutnya Rp 5.000,-/jam), dan Truk Rp. 10.000/jam (selanjutnya Rp 5.000,-/ jam).

Sayangnya, dibalik fasilitas yang cukup lengkap dan nyaman baik dari sudut pandang penumpang maupun aspek yang dimiliki Bandara Kertajati sendiri, akses jalan menuju Bandara Kertajati, begitu juga sebaliknya masih tergolong sulit. Bahkan tidak jarang hal tersebut membuat sebagian orang lebih memilih untuk terbang dari Bandara Soekarno-Hatta dengan alasan banyaknya opsi transportasi umum yang mudah dijangkau. Belum lagi, pembangunan tol Cisumdawu yang seharusnya memudahkan penumpang untuk mengakses Bandara Kertajati lebih singkat pun belum rampung. Maka, penumpang pun perlu menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dari Bandung. Kendala tersebut pun sementara ini masih dicegah dengan adanya Damri sebagai transportasi umum yang dapat dijangkau oleh para penumpang yang akan pergi dan pulang dari Bandara Kertajati.

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.