Mudahnya Mengurus Visa ke Korea Selatan Tanpa Bantuan Travel

0
371
Kedutaan Korea Selatan di Indonesia.

Sejak budaya dan kuliner Korea Selatan menjadi primadona di Indonesia, keinginan orang untuk dapat berkunjung ke sana semakin meningkat. Tak hanya karena itu, penyebab terbesar adalah maraknya produk skincare yang membanjiri Indonesia, K-Pop, dan tentunya drama Korea. Keseluruhan itu meningkatkan jumlah WNI yang ingin menjejalah semuanya secara langsung dan nyata.

Namun, untuk masuk ke Korea Selatan, WNI masih dikenai visa, baik itu untuk tujuan bisnis, jalan-jalan, ataupun menetap untuk tujuan belajar dan bekerja. Kalian yang berniat berkunjung ke Korea Selatan tidak perlu khawatir, karena prosedur dan persyaratan pembuatan visanya sangat mudah. Jenis visa yang bisa diajukan ada tiga, berikut penjelasan untuk masing-masing jenis beserta dengan biayanya.

  1. Single visa, termasuk visa turis yang durasi kunjungan < 90 hari, dan hanya satu kali kunjungan. Visa ini bisa digunakan untuk wisata, bisnis/meeting, menghadiri acara, seminar/workshop, menghadiri pernikahan, dan mengunjungi kerabat. Biayanya adalah sebesar Rp576.000.
  2. Single visa khusus. Visa ini diajukan untuk kalian yang ingin berkunjung ke Korea Selatan >91 hari. Visa ini bisa digunakan untuk pekerja, belajar di luar negeri, mendampingi kerabat, dll. Biayanya Rp864.000.
  3. Double visa, termasuk visa dengan dua kali kunjungan dan berlaku selama 6 bulan. Jadi, pikirkan dulu sebelum membuat visa, karena harganya lebih mahal. Khawatirnya tidak digunakan kembali setelah 6 bulan. Biayanya adalah sebesar Rp1.008.000.
  4. Multiple visa. Dengan visa ini, kalian bisa bolak-balik ke Korea Selatan selama 5 tahun, dengan maksimal tinggal selama 30 hari per kunjungan. Biaya visanya adalah sebesar Rp1.296.000.
  5. Grup visa. Visa ini hanya bisa diajukan oleh travel agent yang terdaftar di Kedutaan Republik Korea di Indonesia. Grup berjumlah minimal 5 orang dan maksimal 50 orang dengan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang sama. Biayanya gratis sampai akhir tahun 2019.
Visa Stemp.

Biaya itu tidak akan dikembalikan meskipun visa kalian rejected oleh kedutaan. Jadi, persiapkan dokumen dengan baik, ya. Pengajuan visa sebenarnya bisa melalui travel agent, tentunya, biaya yang harus kalian keluarkan menjadi lebih mahal, karena kalian harus membayar biaya jasa pembuatan. Nah, untuk menghemat biaya pengajuan visa, kalian bisa mengurusnya dengan menyiapkan dokumen-dokumen. Dokumen yang diperlukan meliputi sebagai berikut.

  1. Formulir pembuatan visa yang bisa diunduh di laman Kedutaan Besar Republik Korea Selatan. Berikut ini linknya. http://www.visaforkorea-in.com/Ba/Visa_Sub1.aspx
  2. Foto ukuran 35 x 45mm, dengan latar belakang berwarna putih.
  3. Paspor asli dan fotokopi identitas paspor dan lembar paspor yang sudah terisi. Harap diperhatikan agar memantau tanggal kedaluwarsa dari paspor kalian. Untuk bepergian ke luar negeri, masa berlaku paspor kalian harus minimum 6 bulan sebelum masa kedaluwarsa.
  4. Karena dulu saya masih mahasiswa, saya pun menyiapkan dokumen pendukung untuk petugas visa yang menunjukkan bahwa saya akan kembali ke Indonesia dan tidak menjadi pengangguran di Korea Selatan. Dokumen itu berupa surat keterangan mahasiswa asli bercap basah. Surat itu wajib ditulis dalam bahasa Inggris. Untuk kamu yang sudah bekerja, surat ini berupa surat keterangan kerja. Jika kebetulan kalian adalah pengusaha, kalian harus menyerahkan fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
  5. Dokumen Keuangan. Kalian harus memiliki jumlah uang yang cukup selama di Korea Selatan di tabungan kalian. Jangan sampai, saldonya hanya Rp1.000.000. Bisa-bisa kalian tidak mendapat persetujuan visa. Dokumen keuangan yang perlu disiapkan adalah rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank. Surat referensi ini sangat mahal. Biayanya di atas Rp100.000. Jadi, jangan lupa membawa uang yang cukup jika datang ke bank. Untuk pelajar atau mahasiswa wajib menyerahkan rekening koran orang tua. Sementara itu, ibu rumah tangga yang tidak bekerja di luar perlu melampirkan rekening koran pribadi atau suami.
  6. Fotokopi Kartu Keluarga. Nah, ada beberapa syarat tambahan yang perlu dilampirkan jika datang ke Korea Selatan, karena undangan dari Korea Selatan. Dokumen itu bisa berupa surat undangan dari pengundang pribadi/Lembaga, fotokopi SIUP perusahaan Korea yang mengundang, surat jaminan dari perusahaan Korea yang mengundang, dan fotokopi idenitas yang mengundang. Hal itu dilakukan agar WNI yang datang ke Korea Selatan tidak menetap dan menjadi beban Pemerintah Korea Selatan.
Dokumen pengurusan visa.

Semua dokumen itu disusun sesuai urutan, ya. Jangan lupa untuk memberi klip atau distaples agar rapi. Setelah itu, kamu bisa langsung datang ke lokasi pembuatan visa. Untuk saat ini, kalian tidak bisa mengurus visa ke Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, Indonesia. Kebijakan itu berlaku sejak tanggal 2 Mei 2019. Kedutaan Besar hanya menerima pelayanan visa diplomat, visa pejabat pemerintah, dan visa group. Jadi, kalian bisa mengurusnya di Korea Visa Application Center (KVAC) yang terletak di Mall Lotte Shopping Avenue lantai 5, Kuningan, Jakarta Selatan. Loket yang disediakan pun semakin banyak hingga 12 loket, dari sebelumnya yang hanya 5 loket. Durasi layanan pun semakin lama, yaitu dari pukul 09.00 – 15.00 dari sebelumnya yang hanya dari pukul 08.30 – 11.00.

Pengambilan visa dilayani dari pukul 11:00 – 17:00. Pelayanan ditutup hari Sabtu, Minggu, libur nasional, dan libur di kedutaan. Sayangnya, kalian dikenai biaya admin KVAC sebesar Rp196.000. Jadi, silakan dijumlahkan dengan biaya pembuatan visa yang sudah ada di atas. Untuk visa group biaya admin KVAC sebesar Rp120.000. Untuk informasi, kalian bisa bertanya melalui WA +62 812 9339 5148 atau email [email protected]

KVAC juga menyediakan layanan tambahan, seperti cetak dokumen dengan biaya Rp1.000 per halaman, fotokopi dengan biaya Rp5.000, dan pas foto sesuai standar aplikasi dengan biaya Rp45.000. Lumayan mahal bukan? Jadi, kalian harus mengurusnya di luar dengan baik ya, agar tidak terlalu mahal.

Sebelum menyerahkan ke petugas, kalian akan diminta untuk membeli stamp visa di KEB Hana Bank. Setelah itu, kamu bisa menyerahkan semua berkas ke petugas yang ada di KVAC. Terakhir, kamu bisa pulang dengan terus berdoa. Tunggu hingga 6 hari kerja, lalu kamu bisa mengecek status pengajuan visa kamu, ditolak atau disetujui melalui link berikut https://www.visa.go.kr/openPage.do?MENU_ID=10301.

Portal pengecekan status visa.

Gambar terlampir menunjukkan isian yang harus dilengkapi untuk mengecek status visa. Pada type of applications, kalian pilih diplomatic office. Kemudian, ganti application no dengan passport no. Pengisian nama harus urut dari last name seperti penamaan daftar pustaka, misalnya nama kalian Rudi Belantara Santika. Tulislah menjadi Santika Rudi Belantara. Setelah itu, layar akan menampilkan tiga keterangan: under review yang berarti masih dalam proses, rejected yang berarti kamu belum bisa ke Korea Selatan (biasanya disertai alasan), dan approved yang berarti kamu harus mulai menyusun rencana perjalanan selama di Korea Selatan.

Jika ada dokumen yang belum lengkap atau ada hal yang harus ditanyakan, kalian akan dipanggil untuk wawancara. Lama penerbitan visa menjadi lebih lama. Setelah selesai mengecek, kalian datang kembali untuk mengambil paspor. Meskipun rejected, kalian tetap harus mengambil paspor kalian. Pastikan, kamu membawa KTP dan tanda terima saat pengajuan visa.

Selamat mencoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.