Monumen Palagan Ambarawa, Bukti Perjuangan di Masa Lalu

0
836

Melepaskan kejenuhan tidak hanya bisa dilakukan di tempat wisata yang begitu-begitu saja. Ada banyak wisata alternatif yang menyuguhkan berbagai kisah dan sejarah juga. Salah satunya bertempat di kota kecil, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Terkenal sebagai Kota Palagan. Ya, karena di sana memang ada sebuah monumen perjuangan, Monumen Palagan Ambarawa.

Berada di pusat kota, jalan raya yang menghubungkan antara Semarang dan Magelang, monumen ini berdiri tegak, sebagai pengingat akan perjuangan di masa lalu. Apabila lewat dari area luarnya (jalan raya), akan tampak patung pejuang, dan yang paling terlihat jelas adalah pesawat jenis Mustang P51.

Monumen ini dibangun karena pertempuran sengit yang menorehkan banyak kisah selama empat malam pada tanggal 11-15 Desember 1945 untuk mengusir sekutu. Sebuah perjuangan antara hidup dan mati untuk sebuah kata kemerdekaan yang terjadi pada masa lalu yang akan selalu diingat.

Meriam dan Pesawat di Halaman Monumen Palagan Ambarawa.

Monumen Palagan Ambarawa menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak biasa,karena selain tempatnya sangat nyaman, kita bisa sekaligus mengingat sejarah yang pernah ada. Sangat mudah untuk sampai ke Monumen Palagan Ambarawa ini, apabila kalian belum pernah mampir, bisa bertanya ke warga setempat untuk ditunjukan arahnya.

Area yang luas, dengan patung salah satunya Letkol Isdiman akan menyambut kedatanganmu. Letkol Isdiman ini salah satu komandan yang gugur saat pertempuran berlangsung. Di bawah patung, kalian bisa mengambil beberapa foto untuk mengabadikan momen berkunjung ke tempat ini.

Lukisan di Museum Isdiman.

Pada bagian sampingnya, ada pesawat dan meriam gunung. Pesawat ini adalah yang tadi sudah disebutkan terlihat dari jalan raya. Jadi ingat saat saya kecil ketika melihat pesawat ini, menjadi pertanda kalau sudah sampai di Palagan, khususnya di daerah Ambarawa.

Saat masuk ke area monumen, di sebelah kiri ada Museum Isdiman. Museum mungil ini berisi lukisan-lukisan zaman perjuangan yang menarik, serta beberapa pakaian para pejuang jaman dahulu. Pada bagian belakang patung terdapat area taman yang bisa digunakan untuk beristirahat. Anak-anak pasti nyaman dengan beragam mainan yang ada di sana.

Salah satu tempat favorit saat di monumen ini adalah sebuah lokomotif tua. Kereta api lokomotif yang beroperasi pada tahun 1902 buatan Jerman ini masih dalam kondisinya yang khas. Aksen besi tua nan kokoh, menjadi bukti kekuatan di masa lampau. Pada bagian depan lokomotif, terdapat truk tua buatan USA pada tahun 1941 yang terlihat tidak kalah kokoh dengan berat yang mencapai 4 ton.

Kereta Lokomotif Ambarawa.

Berada di tengah kota, monumen ini seakan menjadi ikon tersendiri untuk Ambarawa. Kawasan yang terawat dengan baik, membuat para pengunjung menjadi betah untuk berlama-lama, dan bahkan untuk kembali berkunjung di lain waktu.

Ketika liburan, biasanya banyak orang berwisata ke sini. Seperti napak tilas masa lalu dan mengingat perjuangan para pejuang pendahulu kita. Tidak hanya berwisata, tapi menumbuhkan rasa cinta air juga.

Cukup dengan Rp. 7.500 saja per orang, kalian sudah bisa memasuki kawasan Monumen. Bikin penasaran, bukan? Kalau lewat atau memang ingin wisata sekaligus nambah pengetahuan, segera deh cus ke Monumen Palagan Ambarawa.

Jadi, kapan mau berkunjung ke Ambarawa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.