Monumen Kapal Selam Surabaya, Satu-Satunya di Asia Tenggara

0
646
Gerbang pintu masuk Monumen Kapal Selam.

Surabaya, kota yang memiliki julukan Kota Pahlawan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi penduduk sekitarnya. Kota Surabaya juga memiliki banyak peninggalan bangunan-bangunan historis, monumen-monumen, kendaraan bersejarah, dan lain sebagainya. Salah satu monumen yang menarik menurut saya adalah Monumen Kapal Selam yang berlokasi di Jalan Embong Kaliasin.

Monkasel adalah salah satu bangunan (dahulunya kapal selam) bersejarah dan sekaligus unik dikarenakan Monumen Kapal Selam ini berupa Museum yang berada di dalam Kapal Selam KRI Pasopati 410 yang dibuat di Uni Soviet pada tahun 1952. Kapal selam ini telah melalui banyak peristiwa bersejarah dan telah mengarungi banyak Samudera, salah satunya adalah kapal selam ini dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari kependudukan Belanda. KRI Pasopati 410 ini diistirahatkan pada tanggal 25 Januari 1990 melalui Upacara militer sebelum dialihfungsikan menjadi museum.

Tampak Luar Monumen Kapal Selam.

Kapal selam ini memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter dan berkapasitas 12 awak kapal. Pembangunan Monkasel dimulai pada tanggal 1 Juli 1995, tetapi KRI Pasopati yang akan di monumenkan di potong–potong menjadi 16 blok di PT PAL Indonesia dan dibawa kelokasi untuk dirakit ulang sehingga menjadi wujud utuh Kapal KRI Pasopati lalu  diresmikan pada tanggal 27 Juni 1998. Tiket masuk ke dalam Monkasel ini sungguh terjangkau, hanya dengan Rp. 10.000,- saja kita telah dapat menikmati keindahan Museum bersejarah ini serta 1x tiket menonton film dokumentasi KRI Pasopati 410 di ruang theater yang terletak di samping monumen. Akses parkir di monumen ini cukup mudah, walaupun kapasitas parkirnya kecil.

Monkasel ini terbagi menjadi 7 ruangan:

1. Ruang I

Merupakan Ruang Torpedo Haluan, terdapat 4 peluncur Torpedo, Tempat Torpedo cadangan, tempat istirahat ABK, dan Dome Sonar dibawah Geladak.

2. Ruang II 

Lounge Room Perwira serta ruang makan dan bekerja para perwira.

3. Ruang III

Merupakan Ruang Informasi Tempur dimana pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur dilaksanakan.

4. Ruang IV

Dapur dan gudang penyimpanan makanan.

5. Ruang V

Tempat motor diesel dan pengendalinya.

6. Ruang VI

Tempat motor listrik dan penggerak kapal.

7. Ruang VII

Ruang kendali torpedo.

Tampak Dalam Monumen Kapal Selam.

Semua sejarah, data, dan ruangan-ruangan monkasel ini sebagian besar saya dapatkan dari tour guide yang berjaga di dalam kapal dan bersedia membantu pengunjung untuk melangkah di dalam kapal selam ini, dikarenakan masih banyak pembatas kaki dari besi yang bisa menyandung para pengunjung dan juga ruang kepala yang relatif rendah. Ruang di dalam kapal selam ini terlihat lama, tetapi masih terawat dan masih terlihat jelas fungsi dan peranannya di masa lalu. Setelah puas bertanya-tanya dan mengeksplorasi kapal selam ini kamipun melanjutkan perjalanan ke ruang theater untuk melihat film dokumenter tentang KRI Pasopati ini.

Ruang theater yang berkapasitas kurang lebih 50 orang ini cukup nyaman untuk kami menonton film dokumenter yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini. Tetapi yang kami sayangkan adalah kualitas dari film dokumenter yang kurang bagus sehingga ada beberapa tulisan yang tidak terbaca dan juga suara yang kurang jelas ketika narator sedang menerangkan. Tetapi dapat kami maklumi dikarenakan itu adalah film yang sudah ada dan mengedukasi pengunjung sejak dahulu kala.

Setelah nonton kami melanjutkan untuk pergi ke kantin sembari melihat kolam renang dan pemandangan hamparan sungai di depan kami. Lega sekali rasanya bisa berwisata sekaligus menambah ilmu sejarah baru untuk kita pelajari kedepannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.