Mitos Sunscreen yang Sering di Salah Artikan

0
671
Ilustrasi Sunscreen (Pexels.com)

Tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan jika sunscreen adalah barang penting yang harus selalu digunakan setiap kali beraktivitas dan terpapar sinar matahari. Selain dari manfaatnya sebagai tameng kulitmu dari sinar UVA dan UVB yang buruk. Manfaatnya pun tidak tanggung-tanggung, mulai dari mencegah penuaan dini, menghindari kulit dari iritasi, hingga mencegah adanya potensi kanker kulit. Namun, jangan salah, penggunaan sunscreen banyak menuai mitos yang terkadang membuat sebagian orang jadi overwhelming. Berikut beberapa mitos yang seringkali dipercaya sebagian orang saat menggunakan sunscreen.

Semua Sunscreen Berjenis dan Berfungsi Sama
Ini seringkali terjadi, padahal sunscreen ini banyak jenisnya loh! Sunscreen sendiri terbagi menjadi 2 – tergantung dari kebutuhan penggunanya – ada physical sunscreen ada juga chemical sunscreen. Formulasi physical sunscreen mengandung zinc oxide atau titanium dioxide, sementara chemical sunscreen mengandung PABA (para-aminobenzoic acid), oxybenzone, dioxybenzone, atau sulisobenzone. Untuk kulit yang tidak memiliki masalah seperti sensitif atau acne-prone, chemical sunscreen akan cocok untukmu. Namun, jika kulitmu bermasalah baik itu karena sensitif atau acne-prone, sebaiknya gunakan physical sunscreen.

Hal tersebut dikarenakan cara sunscreen itu sendiri. Physical sunscreen memiliki cara kerja menangkis atau memantulkan UVA dan UVB. Sementara Chemical sunscreen memiliki cara kerja menyerap UVA dan UVB yang terpapar di kulit.

Pakai Sunscreen Sebelum Keluar Rumah
Memang, seharusnya pakai sunscreen sebelum keluar rumah. Tapi, ada satu yang harus diingat. Gunakan sunscreen minimal 15 menit sebelum berangkat. Akan lebih optimal lagi jika kamu menggunakan sunscreen 30 menit sebelum keluar rumah. Karena sunscreen un perlu waktu untuk menyerap dan menyatu dengan kulitmu.

Semua Sunscreen Dapat Melindungi Kulitmu
Saat kamu ingin melindungi kulit dari UVA dan UVB, mungkin kamu punya spekulasi jika seluruh macam sunscreen dapat melindungi kulitmu dari keduanya. Padahal belum tentu loh! Setiap sunscreen memiliki formulasinya sendiri. Jadi, saat membeli sunscreen, pastikan dulu kebutuhanmu sunscreen seperti apa. Jika kamu membutuhkan sunscreen yang dapat melindungi kamu dari UVA dan UVB, carilah sunscreen yang memiliki claim UVA/UVB protector atau “Broad Spectrum”.

Menggunakan Sunscreen Dengan SPF Tinggi Agar Mendapat Hasil Optimal
Sebenarnya, The American Academy of Dermatology merekomendasi sunscreen broad spectrum mulai dari SPF 30. Jadi, sebenarnya kandungan SPF 30 pun sudah dapat bekerja optimal untuk melindungi kulitmu. Hitungan lainnya, sunscreen dengan kandungan SPF 50 dapat melindungi kulitmu dari UVB hingga 98%, sementara SPF 100 mampu melindungi kulitmu dari UVB hingga 99%. Jadi, jangan skeptis dengan sunscreen yang memiliki SPF kecil, ya! Sebenarnya SPF 30 pun sudah cukup untuk melindungi kulitmu dari sinar matahari.

Kulit Masih Bisa Terbakar Walau Kaca Mobil Sudah Menggunakan Film
Sebelum kamu menelan mitos ini, kamu perlu tahu dulu dampak yang ditimbulkan dari kedua jenis sinar matahari buruk ini. Dampak sinar matahari yang dapat membakar kulit tentunya dari UVB, sementara dampak buruk dari UVA adalah penuaan dini, dan beberapa gangguan kulit lainnya. Kaca film pada mobil sebenarnya mampu menangkal dampak dari sinar UVB, namun tidak untuk UVA. Maka, kamu tetap membutuhkan sunscreen. Kamu tetap bisa menggunakan sunscreen broad spectrum, atau kamu bisa menggunakan sunscreen khusus untuk melindungi kulit dari UVA.

Sudah tahu berbagai mitos tentang sunscreen, masih malas menggunakan sunscreen? Yuk, mulai mengaplikasikan sunscreen setiap keluar rumah, apalagi saat traveling!

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.