Micro-cation, Tren Baru Untuk Jalan-Jalan di Waktu Pendek

0
477
(sumber: pexels.com)

Orang Indonesia mungkin agak asing mendengar istilah “Micro-cation” bahkan rasanya lebih familiar dengan istilah Staycation atau Bleisure Trip. Namun, sebenarnya “Micro-cation” sendiri tanpa disadari sering pula kita lakukan, loh! Saat ini, sebagian besar orang atau generasi yang benar-benar bersemangat untuk memenuhi hasrat berliburnya adalah millennial daripada yang berusia jelang 40an. Sayangnya, sebagian millennial pun tidak bisa menikmati waktu terbaiknya untuk berlibur atau hanya sekadar rehat dari rutinitas dikarenakan beberapa faktor. Beberapa faktor pemicu hal tersebut diantaranya karena stress mengenai pekerjaan, masalah keuangan, atau terlalu kewalahan untuk merencanakan traveling jauh dan perlu menyisihkan uang dengan jumlah tidak sedikit. Maka, tidak heran sebenarnya melihat Micro-cation menjadi tren baru bagi para millennial menyukai gaya liburan singkat ini atau hanya sekadar menyisihkan sedikit waktu untuk bersantai.

Berdasarkan riset Allianz Global Assistance pada Vacation Confidence Index 2019 menyatakan, kata Micro-cation sendiri didefinisikan sebagai liburan yang memakan waktu lebih pendek dari biasanya, yakni kurang dari lima malam.

Masih dengansumber yang sama, Allianz Global Assistance menunjukkan studi berdasarkan tiga generasi di AS. Hampir mendekati 72 persen millennial (generasi 90an) melakukan sedikitnya sekali Micro-cation dari jangka waktu setahun. Sementara itu, sekitar 69 persen Generasi X (generasi 2000an) dan Baby Boomers (generasi 40an ke 60an) melakukan hal serupa. Kebanyakannya, orang-orang melakukan Micro-cation saat mendapat long weekend, yaitu biasanya menjadi momen yang tepat untuk liburan setidaknya memanfaatkan hari libur sekitar tiga hingga empat malam.

Walaupun tipe liburan Micro-cation hanya memberikan waktu pendek untuk liburan, namun tren Micro-cation ini memberikan kesempatan bagi warga AS untuk lebih sering berlibur. Masih dengan survey yang sama, hasilnya pun menyebutkan jika 21 persen millennial menghabiskan waktu paling lama melakukan Micro-cation sekitar tiga hingga empat malam. Sementara itu, 12 persen menyatakan jika para millennial hanya melakukan Micro-cation sekitar satu hingga dua malam saja. Hasil tersebut hanya menyontoh dari generasi millennial dikarenakan tren ini dilakukan oleh golongan generasi tersebut dengan berbagai faktor penyebab. Diantaranya, faktor ekonomi yang bagi para millennial tren ini cenderung cara liburan hemat dan tidak perlu memakan waktu lama, semakin pendek durasinya semakin tertata, ada pula yang melakukan Micro-cation sembari mengunjungi undangan pernikahan atau melakukan agenda khusus lainnya seperti mengunjungi keluarga dan kerabat.

Jadi bagaimana? Tren yang sudah menjamur di Negeri Paman Sam ini bisa menjadi opsi lain bagi kamu yang terlalu sulit untuk rehat dari rutinitas dan sedang berhemat. Bagaimana pun juga, liburan itu perlu loh! Berapa banyak dari kamu yang ternyata sering melakukan Micro-cation?

 

Penulis: Nadia Khalishah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.