Meski Bukan Gunung, Batu Jubang Mengobati Hasrat Pendakian

0
1461
Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang.

Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan ekstrim yang menyenangkan. Bagaimana bisa? Kombinasi keindahan alam, udara yang segar, dan suasana yang damai menjadi teman sepanjang perjalanan menuju puncak. Lebih dari itu, ternyata mendaki gunung memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Berikut diantaranya:

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Paru-paru

Salah satu manfaat mendaki gunung bagi tubuh adalah adanya peningkatan kerja jantung dan paru-paru. Perjalanan mendaki akan membuat kerja jantung dan paru-paru lebih berat dari aktivitas sehari-hari. Mendaki gunung kabarnya bisa memperkecil resiko seseorang mengalami penyakit jantung dan stroke. Sebab pada saat mendaki gunung, suplai oksigen dan peredaran darah dalam tubuh juga akan meningkat. Udara pegunungan yang segar dan bebas dari polusi juga akan menambah dampak positif bagi tubuh.

2. Mengurangi Stres dan Membuat Hidup Lebih Bahagia

Mendaki gunung bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi stres dan membuat hidup menjadi lebih bahagia. Pemandangan indah yang disaksikan saat pendakian akan membantu menghilangkan segala kepenatan terutama stres karena pekerjaan atau masalah lainnya. Selain itu, menurut penelitian, berjalan dengan durasi yang cukup panjang dapat lebih meningkatkan kadar kebahagiaan dibandingkan dengan melakukan tread mill. Meskipun lelah secara fisik, tetapi perjalanan mendaki gunung akan membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks dan santai.

3. Memperkuat Otot Kaki

Kalau yang ini sudah jelas ya. Jalan yang menanjak, jalan yang berbatu, dan lainnya akan membuat otot kaki menjadi lebih kuat.

4. Membuat Daya Ingat Lebih Kuat

Aktivitas fisik dapat berdampak positif untuk kesehatan otak. Ketika mendaki dibutuhkan ketepatan insting untuk mengingat dan mengelola emosi dengan baik. Dengan melakukan pendakian, dapat membuat daya ingat semakin lebih kuat dan memori yang semakin tajam.

5. Membuat Tulang Lebih Padat

Kebiasaan berjalan kaki, menaiki tangga, dan berjemur di bawah sinar matahari bisa dilakukan untuk memiliki tulang yang padat. Dengan melakukan pendakian, ketiga kegiatan tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Dengan memiliki tulang yang sehat, tentu akan mengurangi masalah tulang seperti osteoporosis.

Demikian beberapa manfaat mendaki ditinjau dari segi kesehatan. Satu hal yang pasti (bagi para pendaki) bahwa mendaki itu menyenangkan dan bersifat seperti candu. Mendaki membuat kita ketagihan, ingin mendaki lagi, lagi, dan lagi.

Puncak Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang.

Begitu juga dengan saya, kecanduan mendaki. Ya meskipun saya hanya mendaki gunung yang pendek-pendek saja. Hehe. Akhir pekan lalu saya kembali berkunjung ke Jember. Dan kali ini saya diajak mengunjungi Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang yang terletak di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Perjalanan sekitar satu jam dari kota. Mobil kami parkir di sebuah kafe yang terletak di dekat Balai Desa Suco. Di kafe ini kita bisa meluruskan punggung sembari menyantap makanan guna menyiapkan tenaga untuk pendakian. Di kafe ini juga tersedia terapi ikan, lho.

Untuk mencapai puncak Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang, cukup melakukan pendakian sekitar 1,5 km dari pintu masuk. Namun track-nya cukup menanjak. Bila Sahabat Travelblog tidak hobi mendaki, bisa ke puncak dengan bantuan jasa ojek. Tarifnya cukup 20 ribu rupiah.

Di loket masuk tersedia tempat parkir untuk roda dua. Untuk kendaraan roda empat, dapat dititipkan di Kafe. Jarak dari Kafe ke loket masuk sekitar 400 meter saja. Tarif memasuki kawasan Wisata Batu Jubang cukup dengan 5 (lima) ribu rupiah. Jalan dari pintu masuk hingga puncak pun sudah jalan cor, jadi tidak terlalu sulit.

Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang masih belum begitu dikenal, karena baru dibuka sekitar pertengahan tahun lalu. Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang menawarkan panorama  alam yang cukup menarik. Di puncak Batu Jubang kita dapat menyaksikan dari kejauhan Kota Jember, hamparan sawah yang hijau, dan barisan bukit yang bergelombang. Serta kita juga bisa menyaksikan gagahnya Gunung Raung. Kalau malam bisa menyaksikan gemerlap kota Jember bagai bintang yang ditebar.

Panorama alam Wisata Paralayang Bukit Batu Jubang.

Di puncak Bukit Batu Jubang terdapat hamparan yang cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk camping. Hmmm, spot yang menggoda untuk menyambut sunrise yang menawan. Fasilitas umum di sana juga tersedia, ada toilet dan mushola serta beberapa tempat untuk sekedar meluruskan badan. Kami bahkan sempat tidur di sana sekitar setengah jam. Hmmm sungguh nikmat tidur siang yang tiada duanya.

Waktu normal yang diperlukan untuk sampai ke Puncak Batu Jubang sekitar satu sampai satu setengah jam, dengan berjalan kaki. Sepanjang jalur tracking tidak ada pohon besar tempat berteduh. Jadi siapkan air yang cukup untuk menunjang perjalanan. Sepanjang jalur ini ada berbagai spot menggoda untuk disinggahi dan berfoto ria. Dan kabar baiknya, sepanjang perjalanan hingga puncak Bukit Batu Jubang, tidak ada masalah dengan sinyal! Jadi Sahabat Travelblog bisa up to date mengupload foto-foto yang statusable di sana. Menarik, bukan? 🙂

Sebelum berangkat ke Batu Jubang, saya sempat ditawari beberapa pilihan wisata. Lalu saya request untuk diajak ke tempat yang tinggi dan kalau boleh ada sedikit tracking-nya. Sebab saya sudah agak lama tidak melakukan pendakian. Hasrat ingin mendaki itu belakangan sedang kumat lagi. Hehe. Dan pada akhirnya, setelah perjalanan mendaki Bukit Batu Jubang dengan track yang terjal dan menanjak sejauh 1,5 kilometer telah mengobati hasrat pendakian saya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.