Merdunya Seruling Samudra Pantai Klayar Pacitan

0
917
Tempat berteduh dengan panorama sphinx

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah yang termasuk daerah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, kabupaten ini dikenal akan beragam bentuk pantai sampai seafoodnya karena berada di area Selatan Jawa. Saya sudah dua kali berkunjung ke kota kelahiran presiden kita yang ke enam yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Nah, karena termasuk dalam jalur Jalur Lintas Selatan (JLS) maka bermunculan pantai-pantai tersembunyi Pacitan, namun ada satu pantai yang memang cukup terkenal dikalangan wisatawan yaitu Pantai Klayar Pacitan.

Pantai ini terletak di Kendal, Donorojo Pacitan. Saya jamin travelovers bakal tercengang melihat panoramanya karena sangat berbeda dengan pantai-pantai kebanyakan di Indonesia. Klayar memiliki pasir yang putih bersih nan lembut serta sphinx karang yang terbentuk dari abrasi. Terang saja, ombak di Pantai Klayar ini sangat kencang sehingga menabrak bebatuan atau tebing disekitarnya.  Biasanya sih warga setempat menyebutnya dengan “batu karang” saja. Bebatuan karang raksasa ini bentuknya beragam! Saya sangat takjub melihat sphinx yang berjajar sejauh mata memandang, sepertinya saya belum pernah melihat pemandangan pantai Indonesia seperti ini sebelumnya. Apalagi bebatuan itu berwarna putih susu, menambah keeksotisan pantai selatan ini. Tidak heran pemerintah setempat menjadikannya sebagai ikon Kabupaten Pacitan.

Eksotisme Pantai Klayar dan sphinx.

Travelovers bisa menyusuri berbagai spot di kawasan Pantai Klayar ini, menuju ke area sphinx sudah disediakan tali temali untuk berpegangan. Menurut saya sih, seluruh sudut batuan karang ini sangat fotogenik. Bagaimana tidak? Eksotisme geosite ditambah dengan birunya deburan laut selatan ini, perfecto! Saya berkeliling saat matahari dengan terik-teriknya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena pantulan cahaya matahari terhadap warna lautnya sangat cantik dan menyebabkan pantai ini jauh lebih “berwarna”.

Setelah berjalan dari satu spot ke spot lainnya, saya mendengarkan suara deburan ombak diikuti dengan suara seperti orang bersiul namun sangat keras dan sesekali terdapat suara gemuruh juga. Untuk memenuhi rasa penasaran itu, saya cari ke area sumber suara dan terang saja, banyak orang juga yang penasaran dan berkumpul di dekat pusat suara itu berada. Kita harus menyusuri bukit kecil karena letaknya dibelakang batuan raksasa. Ternyata, ada salah satu celah dari lempeng bebatuan Klayar yang menyebabkan ombak masuk ke sela-selanya. Tidak hanya itu, fenomena ini mengeluarkan suara yang khas seiring dengan munculnya deburan ombak tersebut. Dalam ilmu geologi, fenomena ini sering disebut dengan geyser. Wah, saya nggak menyangka akan bertemu yang beginian di Pacitan!

Kekaguman saya bertambah setelah melihat fenomena ini. Ternyata hal ini biasa disebut dengan “Seruling  Samudra” oleh warga Pacitan, memang sih nadanya seperti bunyi seruling. Saya menunggu momen seruling samudra itu keluar sembari beberapa kali mengabadikannya dengan pocket camera saya.

Seruling Samudra.

Setelah capek berkeliling area Klayar dan berbagai fenomena alamnya, travelovers bisa singgah untuk beristirahat sejenak ke warung di bibir pantai ini, sembari menikmati segarnya kelapa muda. Harga satu buah kelapa mudanya hanya 10.000 rupiah. Selain itu, jangan lewatkan untuk berburu seafood karena olahan laut disini sangat melimpah mulai dari berbagai olahan jenis ikan-ikanan hingga cumi-cumi.

Tiket masuk Pantai Klayar hanya 5000 rupiah untuk hari biasa, sedangkan saat akhir pekan 10.000 rupiah. Untuk parkirnya sendiri kendaraan roda dua 2000 rupiah dan kendaraan roda empat 5000 rupiah. Sebelum meninggalkan kawasan ini travelovers bisa membawa pulang buah tangan seperti tas, daster, baju pantai, dan lain-lainnya di kios oleh-oleh setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.