Menyusuri Photarium Bukit Gamping Kapur, Klaten

0
186
Bendungan air dengan kombinasi gazebo di pinggirnya
Bendungan air dengan kombinasi gazebo di pinggirnya

Tak disangka-sangka bukit batu gamping menjadi destinasi baru di wilayah Kabupaten Klaten. Sebelum diresmikan menjadi tempat wisata, bukit ini terbengkalai karena bekas tambang gamping dan belum ada akses jalan menuju puncak. Hanya tersisa sejarahnya saja, namun pemerintah setempat mulai mengembangkan akses jalan maupun sarana dan prasarana di tahun 2017 silam. Alhasil bukit batu kapur menjadi destinasi mengedukasi di Kabupaten Klaten.

Destinasi ini beralamatkan di Dukuh Mojopereng, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Sejak peresmian menjadi tempat wisata, bukit kapur ini sudah banyak pengunjung yang berdatangan silih berganti. Karena beberapa alasan, salah satunya yang menjadikan tempat ini unik ialah rumah tua di seberang bukit. Warga setempat sering menyapa rumah itu dengan sebutan ‘Omah Demit’. Sebenarnya penamaan rumah ini tidak ada sangut pautnya dengan makhluk lain, tetapi sebenarnya rumah ini merupakan gudang mesiu atau semacam bahan peledak yang sudah ada sejak masa kolonial. Dan merupakan tempat penyimpanan bahan peledak dalam memudahkan aktivitas penambangan. Lepas dari keunikan penamaan rumah tua tersebut, alasan para pengunjung tertarik datang ialah panorama dari ketinggian.

Dari atas bukit para pengunjung disuguhkan panorama yang indah dan dapat melihat kawasan pedesaan Jombor maupun deretan Gunung Kidul. Dan ketika dilihat dari jalan, sudah nampak icon bertuliskan Photarium Bukit Patrum. Sebab itu, para pengunjung penasaran seberapa menarik tempat ini jika dilihat dari dekat.

Keindahan bukit dilihat dari area parkir
Keindahan bukit dilihat dari area parkir

Tips Saat Berkunjung ke Bukit Patrum

Ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan saat berkunjung ke Bukit Patrum. Salah satunya ialah memperhatikan musim. Ketika ingin memanjakkan mata di atas bukit, alangkah baiknya perhatikan musim, dan yang paling cocok ialah di musim kemarau. Karena jalan yang tak terlalu licin dan tidak berlumpur maupun becek, sehingga akan sulit ditapaki. Selain memperhatikan musim, para pengunjung sebaiknya berangkat lebih awal atau di pagi hari. Untuk menghirup udara segar dari ketinggian dan dapat mendapatkan langsung vitamin D dari terik sinar matarahari pagi. Atau bisa juga pada sore hari untuk menikmati sunset dari atas bukit.

Ketika ingin menaiki tangga, sebaiknya kenakan alas kaki yang cocok untuk medan yang terjal. Seperti sepatu atau sandal gunung agar kaki tidak lecet saat turun dan tidak mudah terpeleset. Selain alas kaki, kenakan pula jaket jika diperlukan. Karena setelah sampai puncak bukit, angin berhembus lumayan kencang.

Tips berikutnya ialah jangan membawa tas dengan beban yang berat. Bawa bekal atau logistik secukupnya dan sesuai kebutuhan seperti air mineral dan roti. Karena di Bukit Patrum tidak tersedia guide, jadi bisa dipersiapkan bahan secara mandiri.

Anak tangga yang terbuat dari batuan gamping
Anak tangga yang terbuat dari batuan gamping

Tips yang terakhir ialah selalu berhati-hati. Apalagi ketika menaiki anak tangga yang terbuat dari batuan gamping. Sangat berbahaya jika tidak berhati-hati. Dan anak di bawah umur sebaiknya dalam pantauan orang tua.

Para pengunjung cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 saja untuk biaya masuk dan Rp 2.000 untuk parkir kendaraan. Biaya cukup murah untuk menikmati panorama dari ketinggian bukit. Dengan mengeluarkan biaya tersebut, para pengunjung dapat menikmati fasilitas yang tersedia. Apalagi terdapat gazebo di setiap titik sebagai tempat peristirahatan. Adapula bendungan air kecil di lembah bukit. Di pinggirnya terdapat gazebo dengan jembatan sebagai penghubungnya.

Dan selain menikmati panorama, tempat ini sangat cocok pagi para penggiat bebatuan khususnya mahasiswa geologi untuk meneliti batuan gamping yang ada di sekitar Bukit Patrum. Atau sejarawan yang ingin meneliti lebih lanjut informasi dari cerita ‘Omah Demit’ yang masih menjadi misteri.        

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.