Menyusuri Keindahan Alam Gunung Bromo

0
4599
Pemandangan Gunung Bromo dari Dekat.

Gunung Bromo berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terletak di Jawa Timur dengan ketinggiannya sekitar 2500 mdpl. Merupakan salah satu keindahan alam Indonesia yang menjadi buruan turis dalam negeri maupun mancanegara.

Saya bersama teman-teman berangkat dari Surabaya pada pukul 04:30 dengan menggunakan mobil menuju arah Malang. Sayangnya pada bulan Januari akhir cuaca kurang mendukung. Langit terlihat mendung dan jalanan berkabut. Namun, karena hari itu adalah hari Senin, jalanan menuju ke atas cukup lancar.

Pada sepanjang jalan, kami disuguhi pemandangan yang sangat menyejukan. Pemandangan hijau seakan melepas penat akan lelahnya kehidupan di kota yang panas dan penuh polusi. Pada kanan dan kiri jalan terdapat perkebunan milik warga, mulai dari sayur mayur hingga buah-buahan. Tidak lupa juga banyak pepohonan seperti pohon Pinus yang merupakan tanaman khas daerah pegunungan. Udaranya cukup dingin mengalahkan AC di mobil.

Sampai di sebuah pertigaan, kami diberhentikan oleh warga lokal dengan sepeda motornya. Ternyata dia semacam seorang calo. Kami akhirnya diberitahu jika ingin mengunjungi kawasan Gunung Bromo tidak diperkenankan menggunakan mobil pribadi, tetapi boleh menggunakan motor pribadi. Tidak ada kendaraan umum yang mengangkut para pengunjung sekaligus ke atas, kami harus menyewa jeep lokal komunitas di sana. Alasan yang mungkin dihadapi, yaitu treknya yang sulit, namun sebenarnya selain sebagai sarana untuk bergaya, penyewaan jeep ini merupakan salah satu cara untuk mendorong dan menumbuhkan ekonomi dari masyarakat sekitar.

Pemandangan Gunung Bromo dari Dekat.

Jeep yang disewakan memiliki kapasitas untuk 5-6 orang dengan harga yang ditawarkan waktu itu sebesar Rp. 600.000. Sayangnya, karena kami saat itu hanya berdua rasanya terlalu sayang jika kami menyewa mobil. Budget kami juga tidak banyak, maka kami melakukan tawar menawar untuk menyewa motor bapak dengan harga Rp. 250.000.

Setelah mobil diparkirkan di kantor balai Desa Wonokitri kami berganti kendaraan motor menuju kawasan taman nasional. Waktu tempuh dari Surabaya hingga sampai di sana adalah sekitar 4-5 jam.

Untuk perjalanan menggunakan motor sangat disarankan menggunakan pakaian hangat seperti jaket, ataupun jas hujan. Terlebih jika datang pada saat musim hujan, pastikan untuk selalu membawa jas hujan. Tidak lupa juga untuk menggunakan sarung tangan, celana panjang, dan sepatu agar dingin tidak terlalu mengganggu perjalanan kalian.

Jarak dari balai desa hingga mencapai pertigaan pintu taman nasional sekitar 5.3 km, di dekat pintu Taman Nasional ada juga spot wisata seperti bale-bale untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Sayangnya, kami tidak mengunjunginya.

Pura Luhur Poten.

Pada sepanjang perjalanan menuju Gunung Bromo, terdapat pohon pinus di bagian kanan dan kiri jalan. Medan jalanannya pun mulai banyak turunan dan curam, tetapi jalanan yang dilalui telah dicor dan diaspal dengan baik sehingga perjalanan tidak terganggu dengan jalan yang berlubang. Pada beberapa lokasi di pinggir jalan dapat melihat pemandangan lautan pasir dari ketinggian yang dapat dijadikan spot foto. Namun, harus hati-hati agar tidak mengganggu kendaraan lain yang berlalu-lalang.

Akhirnya kami sampai di perbatasan jalanan cor dengan lautan pasir. Awalnya kami heran apakah benar motor seperti ini dapat melewati hamparan pasir yang luas?

Perjalanan menggunakan motor di lautan pasir harus dilakukan dengan hati-hati dan mahir. Pada beberapa lokasi pasirnya hampir membuat motor kami terpeleset karena teksturnya yang tidak padat, ditambah lagi debunya yang terkadang mengganggu penglihatan, tetapi pemandangan yang tersaji membuat kami berdua takjub.

Kami berjalan entah ke mana mengikuti alur jejak kendaraan yang sebelumnya mengitari gunung Bromo yang ada di sebelah kanan. Hingga kami akhirnya sampai di lokasi wisata. Terdapat banyak warung-warung yang berjajar dan mobil jeep sewaan pengunjung yang diparkir. Saat itu kami kira motor tidak bisa dimasuk, jadi kami memarkirkannya di depan warung. Belakangan kami tahu bahwa motor boleh masuk hingga jauh ke dalam dan parkir di sana.

Tangga Menuju Kaldera.

Jarak tempuh dari warung menuju jalur pendakian cukup jauh, yaitu sekitar 300 m. Tidak ada biaya yang harus dibayar lagi jika sudah sampai di sana. Pada perjalanannya, kalian harus melewati pasir-pasir yang kadang tertiup oleh angin, atau jika kalian jeli dapat melihat ada kumparan angin yang berputar di atas pasir. Sangat menakjubkan. Bagi yang tidak kuat, dapat menyewa kuda hingga sampai di area pendakian kaldera, sayangnya kami tidak menanyakan berapa tarif yang dikenakan untuk menaiki kuda.

Yang lebih menakjubkan lagi adalah di sana terdapat sebuah pura bernama Pura Luhur Poten. Masyarakat sekitar kawasan Gunung Bromo merupakan berasal dari Suku Tengger yang umumnya beragama Hindu, sehingga mereka melakukan kegiatan semacam upacara adat dan sembahyang pada hari-hari tertentu di Pura Luhur Poten. Sungguh indah perpaduan antara kebudayaan daerah dan keindahan alam Indonesia.

Pastikan kalian sudah sarapan jika ingin mendaki menuju puncak, karena perjalanannya melewati bukit-bukit pasir kecil. Terdapat tempat-tempat indah hasil terbentuknya dinding-dinding pasir akibat lava yang tidak beraturan secara alamiah. Pada beberapa dinding pasir ada yang telah diukir menjadi bentuk wajah-wajah layaknya patung hokage pada animasi Naruto. Pendakian disarankan menggunakan sepatu agar kaki terlindungi dan memiliki kekuatan yang baik. Terdapat juga penjual bunga edelweis, bunga yang hanya dapat tumbuh di ketinggian tertentu, sebelum membeli pastikan ya bunganya hasil budidaya bukan hasil memetik di gunung.

Kaldera Tengger.

Untuk mencapai tepian kaldera Tengger, kalian akan dihadapkan dengan ratusan anak tangga yang harus dilewati. Terdapat sekitar 250an anak tangga untuk mencapai tepian kaldera atau kawah. Nah, di titik ini kuda tidak bisa naik, jadi harus semangat ya!

Ketika sudah sampai di atas, maka kita dapat melihat pemandangan hamparan pasir yang luas dan Gunung Bromo yang menjulang seakan dekat, karena cuacanya sedang sangat berkabut, Kaldera Tengger saat itu juga ditutupi kabut yang menyulitkan pandangan untuk melihat ke arah kawah. Angin yang tertiup juga membawa sedikit gas dari kawah yang terkadang membuat perih mata. Himbauan untuk para pengunjung agar tetap dengan aman, tidak melewati batas yang telah disediakan.

Wisata ke Gunung Bromo akan menjadi sangat direkomendasikan bagi kalian yang ingin berwisata ke gunung sambil naik mobil. Tidak perlu lelah berkemah dan membawa barang banyak, namun tetap dapat merasakan keindahan gunung di Indonesia, sebuah maha karya pencipta yang maha kuasa.

Tidak lupa untuk siapapun yang ingin berkunjung ke sana selalau menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah yang kita bawa sehingga kelestarian lingkungannya terjaga. Leave nothing but footprint, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.