Menyusuri Goa Pindul dan Rafting di Sungai Oya di Gunung Kidul, Yogyakarta

0
368
Lubang pada Goa yang menjadi spot favorite untuk berfoto.

Siapa yang tidak suka dengan wahana air? Hampir dapat dipastikan semua kegiatan alam yang berhubungan dengan air selalu menyenangkan. Setidaknya bagiku yang notabene anak seorang guru olahraga, berenang sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin yang kami lakukan. Karena kebiasaan tersebut, setiap kali sedang berlibur di kota manapun aku selalu menyempatkan diri untuk mencari kegiatan air apa yang bisa aku lakukan disana. Kali ini aku sedang berada di kota Gudeg, Yogyakarta.

Wisata air di Yogyakarta sudah sangat terkenal dengan daerah Pantai Gunung Kidul seperti Pantai Ngambor dan Pantai Sandranan. Namun, karena matahari terasa terlalu terik untuk berwisata pantai, maka aku melakukan sedikit research mengenai kegiatan air apalagi yang bisa dilakukan di Yogyakarta. Berdasarkan research tersebut, aku menemukan tempat wisata susur goa yang menurut referensi memiliki stalaktit (sejenis mineral sekunder speleothem yang menggantung di langit-langit gua kapur) terbesar ke 4 di dunia. Lokasi itu bernama Goa Pindul. Selain dapat melihat keindahan goa, kita juga bisa melakukan body rafting di Sungai Oya. Bagi wisatawan yang memiliki adrenalin tinggi, terdapat lokasi lompat setinggi 12-meter saat menyusuri sungai ini.

Air terjun di Sungai Oya.

Lokasi objek wisata Goa Pindul ini berada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Dari pusat kota alun-alun Yogyakarta, lokasi ini berjarak sekitar 40 km atau 1,5 jam perjalanan. Goa Pindul diresmikan oleh Almarhum Sumpeno Putro, Bupati Gunungkidul, pada 10 Oktober 2010. Goa Pindul dulunya hanya sebuah goa yang tidak terawat dan dijadikan sarang kelelawar. Berkat inisiatif warga sekitar dan dibantu para mahasiswa yang sedang KKN, tempat ini sekarang menjadi primadona wisatawan.

Kegiatan menyusuri Goa ini dikenal dengan istilah cave tubing yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai di bawah tanah.  Panjang Goa Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter. Jarak permukaan air dengan atap goa adalah sekitar 4 meter. Penelusuran Goa Pindul memakan waktu kurang lebih 1 jam. Aliran sungai yang berada di dalam Goa Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh.

Lubang pada Goa.

Saat meyusuri Goa Pindul, kita dapat menyaksikan sebuah stalaktit yang menyatu dengan stalagmit sehingga terlihat seperti sebuah pilar besar. Menurut referensi, stalaktit terbesar ke-4 di dunia ini usianya sudah mencapai ribuan tahun. Terdapat mitos warga setempat yang meyakini bahwa tetesan air dari stalaktit di tengah goa konon bisa menjadikan awet muda. Keindahan saat menelusuri goa terasa semakin lengkap dengan ornamen di sepanjang dindingnya, seperti mahakarya lukisan abstrak. Terdapat 3 zona yang dilalui saat melakukan cave tubing. Zona tersebut adalah Zona Terang, Zona Remang, dan Zona Gelap Abadi. Perjalanan akan dimulai dari Zona Terang hingga ke Zona Gelap yang memberikan sensasi perjalanan luar biasa. Terdapat sebuah lubang yang memungkinkan untuk sinar matahari masuk kedalamnya sehingga memunculkan pemandangan yang fantastis. Tempat ini sering kali dipakai sebagai spot foto terbaik oleh para wisatawan.  Aliran air pada wisata ini cukup tenang sehingga anak-anak hingga orang dewasa dapat berfoto di sana dengan tingkat keamanan sesuai standar Internasional.

Tempat melompat setinggi 7 meter di Sungai Oya.

Setelah selesai menikmati keindahan goa, wisata dilanjutkan dengan rafting di sepanjang aliran Sungai Oya. Di sini juga terdapat tebing-tebing yang indah dan khas batuan Kars Gunung Kidul. Saat menelusuri sungai ini rasanya begitu tenang dan nyaman. Sama halnya dengan Goa Pindul, kita dapat menelusuri sungai ini menggunakan ban. Sepanjang perjalanan, kita akan ditemani pemandu yang sudah berpengalaman. Dalam bagian-bagian tertentu pemandu akan menceritakan sejarah mengenai tempat tersebut. Jarak rafting di sungai Oya diperkirakan sepanjang 1.5 km dengan kedalaman 2-6 meter dan durasi perjalanan sekitar 45 menit. Terdapat air terjun di sungai Oya yang alirannya cukup deras. Selain itu, kita juga bisa melompat dari pinggir tebing yang tingginya sekitar 7-12 meter.

Rangkaian wisata Goa Pindul dibuka setiap hari pukul 06.30 sampai 17.00 WIB. Untuk harga yang ditawarkan cukup beragam, tergantung pada hari dan berapa banyak lokasi yang akan dijelajahi. Harga tersebut berkisar antara Rp50.000 – Rp200.000. Untuk referensi, paket harga yang aku ambil saat itu adalah sebesar Rp120.000 untuk perjalanan 2 lokasi, yaitu Goa Pindul dan Sungai Oya. Wisata yang sangat menyenangkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.